Rabu, Oktober 23, 2019
Berita Wilayah

Pelaksanaan MUSWIL IKA ITS Kaltim

Berikut sekelumit laporan pandangan mata acara MUSWIL IKA ITS Kaltim, di Balikpapan 27-28 Februari 2009.

Dikarenakan Diskusi CBM ditunda, maka acara diganti dengan pra-Muswil yang diisi dengan konsolidasi beberapa teman dari Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Sengatta. Juga diisi dengan ramah tamah bersama PP IKA ITS yang diwakili oleh cak Bambang Soekaton. Berikut cuplikan tanya jawab yang sempat saya rekam.

Q (Indra, T Mesin) :
Mekanisme pembayaran iuran anggota IKA?
A (Bambang Soekaton/BS, PP) :
Mekanisme bisa dilakukan per kelompok (perusahaan atau PW)
dan diteruskan ke PP. Secara aturan PW berhak atas 50% dari total yang disetor

Q (Agus Waluyo, T Mesin) :
Imbal balik/manfaat dari membayar iuran bagi anggota?
A (BS):
Manfaat langsung adalah mendapatkan majalan IKA ITS (3
bulanan).

Q (Fajar Sidiq Sidabutar, T. Lingkungan):
Alternatif
pengumpulan dana IKA ITS melalui system investasi?
A (BS):
Pengumpulan dana abadi PP yang sudah terkumpul > Rp.
3milyard. Contoh PW Riau, memiliki Yayasan IKA ITS Riau dan membentuk PT
sebagai mesin dana operasional/ kegiatan IKA. Saat ini sudah memiliki sendiri
gedung secretariat sendiri 3 (tiga) lantai.
PP juga memiliki PT WBI (Wahana Bhakti Insani), yang saat
ini sedang dalam tahap evaluasi.
A (IDP):
BMT (Baitul Mal Tanwil) yang didirikan oleh beberapa tokoh
PP.

Saran (Slamet, T. Industri) :
Memberdayakan alumni yang aktif yang ada saja dulu.

Kemudian malamnya langsung diadakan MUSWIL dengan dipimpin oleh cak Fajar Sidiq (TL) sebagai pimpinan Sidang. Peserta MUSWIL menerima tanpa syarat Pertangungjawaban PW IKA ITS Kaltim (yang sempat mengalami masa kepemimpinan 3 periode PP dari pak Jaelani, pak Kristiono dan pak Dwi Sutjipto).

Alhamdulillah MUSWL berhasil membentuk PW IKA ITS Kalimantan Timur periode 2009-2013 sebagai berikut:

Penasihat :
Nusyirwan Ismail (T. Elektro)
Ida Bagus Agra Kusuma (T. Kimia)
Roby Subianto (T. Mesin)
Gunawan Wirutomo (T. Elektro)

Ketua Umum :
Sri Sutantinah (T. Sipil)
Wakil Ketua I :
Indra D. Prasetya (T. Mesin)
Wakil Ketua II :
Fajar S. Sidabutar (T. Lingkungan)

Sekretaris Umum :
Gatot Subandono (T. Fisika)
Wakil Sekretaris I :
Sandjaja Kosasih (T. Arsitektur)
Wakil Sekretaris II :
Tommy Alfianto (T. Arsitektur)

Bendahara Umum :
Doriessiswati Marla Neli P N (T. Arsitektur)
Wakil Bendahara :
Sigit Noegroho (T. Elektro)

Koordinantor Samarinda :
Tommy Bustomi (T. Informatika)
Koordinator Balikpapan :
Agus Waluyo (T. Mesin)
Koordinator Bontang : Mulyono (T. Mesin)
Koordinator Sengatta :
Wiwin Sujati (T. Mesin)
Koordinator Kalimut :
I Made Seroja (T. Mesin)

Seksi Humas dan Sosial Kemasyarakatan:
Setyo Pitoyo (T. Kimia)
Hendy Suryawan (T. Industri)
Tannia Paramita (T. Sipil)
Maria Juwitaning (T. Sipil)
Dwi Mariani (T. Sipil)

Seksi Hubungan Kampus dan Kemahasiswaan:
Sri Rejeki Sulchi (T. Fisika)
Praharso (T. Kimia)
Bintha F. (T. Elektro)
Maskur Ahmad (T. Mesin)
Afif Khazin (T. Fisika)
Supris Rudianto (T. Mesin)

Seksi Pembinaan Bisnis dan Kewirausahaan:
Wasito Adi (T. Elektro)
Yosmianto (T. Arsitektur)
Slamet Mulyono (T. Industri)

Sabtu pagi, 28 Februari 2009.
Dikarenakan jadwal Pak Gubernur mesti ke Tarakan Sabtu pagi untuk melantik Walikota Tarakan pada hari Minggu, 1 Maret 2008, maka beliau, di didampingi Walikota Balikpapan menyempatkan menjemput pak NUH di ruang VVIP Bandara Sepinggan dan melakukan pertemuan di sana sekitar 30 menit. (Catatan: sebagai orang swasta saya sempat kaget ternyata pesawat komersial yang ditumpangi pak NUH bisa parkir persis di depan VVIP Room). Alumni juga memberikan kenang2an sepasang foto jadul (2003?), ketika pak Nuh (masih Rektor ITS) kami antar ke rumah pribadi pak Awang (Gubernur Kaltim yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Kutim).

Semiloka dimulai dengan paparan Menkominfo yang sangat segar dan inspiratif (khas pak NUH). Setelah paparan tersebut semiloka di-break dengan acara Pengukuhan PW IKA ITS Kaltim oleh Ketua PP IKA ITS (pak Dwi Sutjipto). Sebenarnya acara ini di-set setelah semiloka (pesawat pak Dwi lebih belakangan dari pak NUH), tetapi ternyata pak NUH harus pamit duluan. Kami panitia sempat kelabakan karena tidak tahu pak NUH mau kemana. Ternyata sudah menjadi kebiasaan beliau untuk blusukan ke pasar apabila berkunjung ke suatu daerah dengan pengawalam minim. Jadi acara diskusi sesudahnya saya gak ngikutin karena mesti beberapa alumni ditugaskan pak Walikota untuk terus mendampingi Pak Nuh. Setelah sempat “kehilangan jejak” kami akhirnya bertemu di Kebun Sayur. Alhamdulillah, kami berhasil juga menggiring beliau ke rumah makan untuk sekedar mengisi perut. Setelah makan siang rombongan Menteri dengan di kawal oleh teman2 dari Telkom Divre Kalimantan melakukan kunjungan
Ponpes Hidayatullah, Gunung Tembak. Sebagian alumni bertahan di rumah makan, memanfaatkan waktu dengan berdiskusi bersama Ketua PP dan PR4.

Menjelang sore, kami menunggu pak NUH di ruang VVIP Bandara Sepinggan bergabung dengan rekan2 alumni lainnya yang datang dari Aula Pemkot. Setelah pak Nuh sampai di Bandara, maka acara dilanjutkan dengan diskusi sersan (serius tapi santai) dengan pak Nuh, PP IKA dan PR4. Beberapa informasi/arahan dari Pak Nuh, PP IKA dan Rektor (yg disampaikan PR4) akan menjadi tambahan bahan PW untuk menyusun program kerja. Isinya gak usah saya sebutin disini, biar nanti dilihat di Program PW. Dan juga ada sebagian yang hanya untuk kuping masing2. Yang jelas pak NUH tetap berpesan organisasi IKA ITS harus non-partisan, dan tetap berdiri di atas semua partai dan golongan.

Menjelang kepulangan ke Surabaya, pak Walikota bergabung di VVIP Room Sepinggan sampai dengan pesawat tinggal landas. Yang jelas, Pak Wali yang di semiloka keliatan serius menyimak pak Nuh ternyata benar2 serius dan berharap IKA ITS bisa mengundang pak Nuh lagi di kemudian hari (tanpa peduli kapasitas jabatan beliau nanti seperti apa). Demikian pula bisikan salah satu kepala dinas di Propinsi kepada saya, yang pengin mengundang pak Nuh ke acara Pemprov. Alhamdulillah pak NUH, sejak jadi Direktur PENS, kemudian Rektor dan sekarang Menteri tetap diterima segala kalangan di Kalimantan Timur. Dan saya yakin pak Nuh sudah menjadi milik Indonesia bukan lagi semata ITS.

Demikian laporan pandangan mata dari saya. Karena ini bukan laporan resmi, maka kalau ada kesalahan isi, itu semua karena keterbatasa mata, telinga dan otak saya.

Cheers,
Indra Depe/M31