Rabu, Oktober 23, 2019
Berita

SEMUA ITU BERKAT ALLAH SEMATA

Sukrisno yang lahir di Sumenep – Madura tanggal 27 April 1953 ini tinggal terpisah dari anggota keluarga lainnya. Istrinya Farida hari Wahyuni sarjana pendidikan dari IKIP Surabaya yang lahir tanggal 27 Februari 1958, tinggal dirumah mereka di jalan beringin no 1 Tanjung Enim Sumatra Selatan. Farida adalah seorang guru di SMP 1 Tanjung Enim. Anak mereka yang berjumlah 2 orang yakni Andi Sufariyanto, ST tinggal di Surabaya mengelola perusahaan milik mereka sendiri yang telah berdiri sejak tahun 2006. Menurut Sukrisno anak-anaknya ini mempunyai darah dagang mengambil bakat dari jalur nenek mereka.
Sebelum menduduki jabatan yang sekarang , Sukrisni lebih dulu masuk dan berkarya di PT. Semen Padang setelah lulus tes yang diadakan perusahaan itu di ITS. Dia langsung ditempatkan di PT. Semen Indarung. Dia mengajukan satu sarat untuk mau bergabung dan dipindahkan yaitu, istrinya harus tetap menduduki posisinya sebagai guru di Padang.
Setelah menduduki beberapa jenjang kepegawaian, Sukrisno pada 28 Oktober 1995 – 3 Januari 2000 menjabat sebagai Kepala Departemen Operasi PT. Semen Padang dan selanjutnya menjadi Kepala Departemen Tambang perusahaan tersebut. Ini yang mungkin menjadi bahan pertimbangan mentri BUMN waktu itu yang memintanya menjadi Direkur Operasi/Produksi PT. Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk bahkan kemudian mengangkatnya menjadi Direktur Utama di perusahaan yang sama pada tanggal 27 Desember 2006 sampai sekarang.
Dia sangat mengagumi Nabi Mahammad SAW dan menjadikannya panutan dalam mengarungi kehidupan. Menurutnya, tangan Tuhan-lah yang menjadikan seorang Direktur Utama, bukan hasil karya sendiri. Kalau pun dia mengalami kegalauan dan masalah, dia membawanya dalam sholat, semuanya diserahkan pada Tuhan semesta. Keluarga, baik inti maupun keluarga besarnya selalu disertakan dalam diskusi. Dia sangat menekankan keterbukaan dalam berkomunikasi, tetapai menjadi kebijakannya untuk idak berdiskusi dengan istri soal kantor. Masing-masing mempunyai wilayah kerja sendiri-sendiri.
Beberapa kiat yang diperolaeh dari ayahnya untuk sukses dalam karir adalah kalau kerja jangan pindah-pindah, tekuni saja. Ikhlas dan nikmati saja pekerjaan yang ada, sudah ada yang mengatur segala sesuatunya. Dekat dengan orang bawah juga menjadi kunci suksesnya selama ini. Ubah teman yang membencimu menjadi sahabat. Bermanfaatlah bagi orang lain, jangan pernah menjadi benalu dimana pun kita berada. Jangan pernah sombong.
Yang banyak menunjang karirnya di Bukit Asam sekarang ini adalah pengalamannya di lapangan selama dia kerja di Semen Padang. Semua system sudah berjalan dengan baik di Semen Padang. Ada jadwal perawatan mesin, koordinasi di lapangan sangat penting, juga dia selalu berusaha menciptakan team-work. Ini juga yang sangat perlahan diterapkannya di perusahaan Bukit Asam.
Selama kuliah di ITS, dia mengalami bahwa ada juga dosen yang“killer“. Untuk cepat lulus dia banyak mengikuti bimbingan belajar yang menyediakan buku soal bersama“kunci jawabannya“ dan dia menciba menghafal semua itu serta dengan tak putus-putusnya berdoa kepada Tuhan yang Mahakuasa agar dia bisa mengerjakan semua ujiannya. Menurutnya ITS dewasa ini sudah berkembang banyak.
Kepada para mahasiswa, dia harapkan agar dia mau meciptakan lapangan kerja, jangan mudah putus asa seperti kata orang bijak: “Jika satu perusahan menolakmu, beradalah diluar pintu agar jika ada kesempatan lewat, kalian dapat melihat dan mengambilnya.“Kalau Kamu berada di belakang pintu karena malu telah gagal, bagaimana kamu akan melihat kesempatan yang datang kemudian kepadamu.“ Satu nasehat yang sangat baik.
Untuk menjaga kebugaran Krisno berolahraga golf dan tenis lapangan. Diakuinya bahwa dalam Berolahraga dia ingin banyak teman untuk sharing dan juga mengisi kekosongan waktu karena jauh dari keluarga. Dalam kehidupan sehari –hari dia sangat sederhana dan luwes, dia akan melepaskan jubah kebesarannya sebagai seorang Dirut bilamana dia sedang mendekati karyawannya untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dia akan berlaku sebagai seorang atlit dilapangan olahraga yang sedang dimainkannya. Menjadi ayah dirumah bagio anak –anaknya dan Suami bagi Istrinya dan Sebagainya. Semua itu dijalankannya dengan tulus dan Ikhlas.
Sebagai kontribusi kepada almamater ITS, saat ini beliau menjadi Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS periode 2007-2011 sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Kelembagaan dan Kerjasama