Berita

JANGAN MENUNTUT KEISTIMEWAAN SEBAGAI PEREMPUAN – Rukmi Hadihartini

Ir. Rukmi Hadihartini, MM ( pada saat mahasiswi, biasa dipanggil Tini ) Yang lahir dijember pada tanggal 29 Maret 1953 sebagai anak keempat dari 5 saudara dari pastutri Hadiwijojo – mantan residen madiun dan Ibu Rukmi hadajati seorang isteri pejabat yang sangat dekat dengan orang kecil: Adalah seorang yang percaya diri tetap rendah hati dan ramah. Kakak nomor tigadokter spesialis jantung; pernah menjadi direktur RS Darmo dan Direktur RS Internasional Husada Utama di Surabaya, sedang adiknya seorang lelaki Ir. Hadi Muhardjono, alumni jurusan Teknik Elektro ITS, saat ini menjadi salah satu General Manager di Toyota Astra Motor.

Menikah dengan seorang Dokter, dr. Dono Utoro Lulusan dari Fakultas kedokteran Universitas Airlangga yang kini berkarya di RS POLRI Kramatjati Jakarta Timur, mereka dikaruniai 2 orang putera, masing-masing bernama Andono Nugrahadi, SH 25 tahun kini berkarya di Mitsubishi Kramayuda Tiga Berlian holding di jalan Jenderal Achmad Yani Jakarta, Lulusan UNPAD Universitas Padjajaran Bandung 2004 Adiknya Aryo Prabowo, 23 tahun masih kuliah dijurusan Akutansi – UNPAD juga. Mereka kini berdiam di jalan Pratama V / 33 Pulo Asem Rawamangun Jakarta Timur.

Rukmi yang berkeinginan kuliah di Teknik, karena tidak suka menghafal, semua ingin juga masuk jurusan Arsitektur bukan Teknik Kimia,tetapi dia sadar sekali bahwa dia tidak mahir menggambar dan ingin berkuliah di jkurusan yang banyak perempuannya; maka bergabunglah dia ke jurusan Teknik Kimia ITS pada Tahun 1972 (K-12) yang diselesaikannya tahun 1979. Agak lama Memang karena dia sempat tinggal 2 tahun di tingkat II dan 2 tahun juga di tingkat III. Tetapi bukan berati dia bodoh, karena memang padat semester. Disamping itu Rukmi juga senang bergabung dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Dia pernah menjabat sebagai pengurus senat MahasiswaTeknik Kimia (1995-1996) dan pengurus Dewan Mahasiswaan ITS (1976-1977). Pada Masa itu juga dia pernah mendapat predikat “ Mahasiswi Berpakaian Paling Rapi” di tahun 1976. Menjadi bintang pelajar sewaktu masih disekolah Menengah, dan mendapat Beasiswa dengan ikatan dinas di pertamina pada tahun 1975 tidak menjadikannya sombong dan lengah tetapi justru dia memacu diri untuk selalu menjadi lebih baik.

Dia ingat bahwa dia pernah menjadi asisten dosen kimia analis pada tahun 1978 dengan gaji Rp 1500,- / bln. Strata 2 nya di bidang manajemen didapatnya dari Sekolah Tinggi management LABORA pada 1993 yang pucuk pimpinanya juga perempuan,yaitu DR. Yaumil Agus Achir dan Prof. DR. Astrid Susanto, keduanya kini sudah almarhumah.

Karir Rukmi sejak dia menyelesaikan kuliahnya selalu di pertamina. Mulai dari Pertamina Plaju pada tahun 1980 – 1984 di berbagai posisi, maka sejak 1984 – 1988 masih di Plaju, Rukmi nampaknya semakin matang mendalami dan menonjol di bidang refinery / pemurnian minyak sebagai layaknya seorang pengelolahan apalagi dia pernah menggeluti bidang proses bisnis, produktivitas dan Sumber Daya Manusia, perencanaan dan pengembangan organisasi.

Dalam berkarya, Rukmi sangat beruntung mempunyai suami dan anak-anak yang sangat mendukung karirnya. Sementara dia, Walaupun bekerja di kantor tidak pernah melupakan tugas dan kodratnya sebagai perempuan, isteri dan ibu bagi dua buah hatinya. Dia selalu mengatur sendiri menu makanan walau yang memasak adalah para pembantu di rumah. Dia selalu sempat menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan keluarga kecilnya untuk menyatakan bahwa dia selalu berada di dekat mereka.

Dia sadar sekali bahwa Tuhan sudah sangat baik kepadanya, juga pada keluarga dengan memberinya sebuah keluarga yang berbahagia saling menyayangi satu dengan lainnya, berkarater dan ini yang menjadikannya orang sukses dalam berkarir. Maka dia berharap bahwa perempuan karir di Indonesia, jangan pernah menuntut diberi keistimewaan hanya karena mereka perempuan. “memang tidak semua perempuan bergaris tangan sebaik saya, tetapi kerjakan saja tugas dan kewajiban kalian dengan baik, pasti tak ada satupun yang dapat membeda-bedakan kalian dari kaum pria.”

Di Indonesia tidak ada diskriminasi jabatan ataupun fasilitas antara perempuan dan lelaki. Yang penting bahwa perempuan itu saja. Dia sendiri telah membuktikannya. Bahwa karirnya terus berkembang dan mengingat walau dia perempuan, isteri dan ibu dalam satu rumah tangga.

Sebenarnya dia sudah bersiap untuk pensiun dalam waktu dekat karena usianya, tetapi ternyata Pemerintah dan Tuhan masih ingin memanfaatkannya demi kepentingan sesama. Bangsa Indonesia membutuhkan tangan – tangan lembut tetapi kuat untuk menangani salah satu bidang yang menyangkut Sumber kehidupan penting bagi seluruh penduduknya. Terpilihnya Ruki tentu saja selain membuatnya bangga juga ITS merasa ikut bangga karena bertambah satu pucuk pimpinan di negeri ini yang di pegang oleh alumni ITS. Sangat menyentuh hati sewaktu kami mendengar betapa Rukmi dapat bercerita tentang rekan – rekan ITSnya dengan segala plus minus dan kedekatanya dengan mereka. Rukmi mempunyai ingatan sangat baik dan rinci.

Dimasa lalu memang alumni dari ITB – Bandung lebih banyak menduduki jabatan penting di masyarakat, kecuali ITB memang lebih dulu lahir sebagai sebuah Institut, Juga karena letaknya yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan sedikit banyak memengaruhi keputusan petinggi pemerintah dalam berkomunikasi dan memutuskan siapa saja yang dapat menduduki suatu jabatan. Untunglah situasi ini sudah agak berubah dan tampak ada peran besar dari mantan Rektor ITS Pror. Dr. Ir Muhammad Nuh DEA yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, yang berhasil mengangkat citra alumni bermutu dari ITS untuk dapat menjadi pimpinan di perusahaan strategis.

Disayangkan bahwa ITS sampai saat ini belum ada jurusan Perminyakan dan Geologi, sementara jurusan Teknik Kimia dianggapnya sangat prospektif. Diharapkan bakal disiapkan dan dibuat Jurusan – jurusan baru untuk bidang “Bahwa – tanah” Bahkan untuk itu akan diusahakan bahwa “ Lulusan The best ten dari ITS akan diterima di Pertamina “ Seperti pernah puluhan tahun yang lalu “.

Name: Rukmi Hadihartini
Place & Date of Birth: Jember, March 29, 1953
Position: Corporate Senior Vice President, Refining PT PERTAMINA (PERSERO)
Educational Background :
– Chemical Engineering, Institut Teknologi Surabaya (ITS)
– Magister Management, Sekolah Tinggi Manajemen LABORA, Jakarta
Career:
– Vice President HR, Directorate of General Affairs & HR PT Pertamina (Persero)
– Senior VP HR & Organization Development, Directorate of General Affairs & HR, PT Pertamina (Persero)