Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Pertamina Akuisisi 4 Blok di Luar Negeri

PT Pertamina (Persero) mengaku sedang menyelesaikan akuisisi empat blok minyak dan gas bumi (migas) di luar negeri, dengan nilai investasi US$ 6,7 miliar yang berasal dari anggaran investasi di 2013.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan, dari lima perjanjian jual beli saham (share purchase agreement/SPA) yang sudah ditandatangani, ada satu yang dibatalkan yaitu pembelian saham milik Petrodelta SA yang dimiliki Harvest Natural Resources sebesar 32%.

“Sebenarnya ada lima tanda tangan, tetapi batal satu, yaitu pembelian saham Petrodelta SA yang dimiliki Harvest Natural Resources,” kata Karen, Kamis (28/2).

Karen mengungkapkan, kepemilikan saham batal dilakukan Pertamina karena Pemerintah tidak merestui Pertamina untuk memiliki saham Petrodelta karena masalah keekonomian.

Sedangkan untuk keempat SPA lain, pihaknya masih menunggu restu dari negara asal blok tersebut berada karena setelah penandatanganan SPA Pertamina wajib memenuhi dua hal agar bisa resmi mengakuisisi blok migas yaitu persetujuan pemegang saham dan restu dari negara yang akan dimasuki. “Harvest tidak disetujui karena masalah keekonomian,” tegas Karen.

Menurut Karen, Pertamina telah menandatangani non disclosure agreement dan belum mendapat persetujuan dari pemerintahan setempat.

Sebab itu Karen enggan mengungkapkan keempat blok yang sudah ditandatngani SPA-nya, untuk menghindari kesalahpahaman dengan empat negara yang memiliki blok tersebut. “Kita tidak ingin membuat kecewa negara setempat. Nanti belum apa-apa Pertamina di cap ember,” ungkap Karen seperti dilansir laman liputan6.

Sebagai informasi, saat ini Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi memiliki 8 blok di 7 negara. Pertamina bekerja sama dengan Petronas Carigali dan Petrovietnam Exploration Production Corporation untuk menggarap Blok SK-305 di Sarawak, Malaysia, Blok 10 dan Blok 11.1 di Vietnam.

Kemudian, PHE juga memiliki partisipasi di Blok VIC, Australia, Blok 3 di Qatar, Blok 13 di Sudan, Blok 13WD di Irak, serta Blok 17-3 dan Blok 123-3 di Libya. Namun, dari seluruh blok yang dimiliki, baru Blok SK-305 dan Blok VI. ([email protected])