Berita

Kontribusi Energi Terbarukan Masih Rendah

PADANG, alumniITS:
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rubi Rubiandini mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang cukup melimpah. Sayang kontribusinya masih sangat rendah, baru mencapai 5 persen pada bauran energi baru.
 
“Masih rendahnya pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini disebabkan tingginya biaya produksi dan kurangnya infrastruktur yang menghubungkan sumber pasokan dan sumber permintaan,” katanya di Padang Aro, Jumat (14/12).
 
Wamen mengatakan, untuk meningkatkan pasokan energi nasional, pemerintah masih terus berupaya mengembangkan potensi minyak bumi, gas dan batubara. “Minimnya pemanfaatan sumber daya energi tak terbarukan ini disebabkan peran energi fosil masih tinggi,” katanya.
 
Guru Besar ITB ini mengatakan,  sekarang energi terbarukan tidak lagi dianggap sebagai energi alternatif, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam bauran energi.
 
Apalagi, Keputusan Presiden tahun 2006 telah mengamanatkan bangsa dari energi terbarukan sebesar 17 persen pada 2025.  “Menyadari potensi besar energi terbarukan itu, maka kita sekarang mengembangkan energi surya, panas bumi, tenaga air, biofuel, angin dan laut,” katanya seperti dilansir antara.
 
Dari semua energi itu, tenaga air dan panas bumi masih merupakan alternatif dengan sumber daya yang melilmpah.
 
Dia menjelaskan, Indonesia yang terletak di Ring of Fire memiliki potensi panas bumi yang cukup besar sekitar 40 persen dari total cadangan dunia. “Dari 29.215 Megawatt total potensi panas bumi, baru 1,341 Megawatt atau 5 persen yang dikembangkan menjadi tenaga listrik,” katanya.
 
Dia mengungkapkan, pemerintah telah melakukan terobosan mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Salah satunya mengeluarkan peraturan mengenai Feed in Tariff (FIT) untuk pengembangan biomasa, sampah dan panas bumi.
 
Untuk panas bumi, imbuhnya, FIT yang diterapkan adalah 10-18,5 sen per Kwh tergantung dari wilayah pengembangannya.
 (endy – [email protected])