Berita

2013, Omzet Farmasi Diprediksi Rp 51 Triliun


JAKARTA, alumniITS:
Omzet penjualan produk farmasi diperkirakan mencapai Rp 51 triliun di 2013 atau naik dibandingkan prediksi pada tahun ini sebesar Rp 47 triliun. Pendorong pertumbuhan seiring peningkatan daya beli masyarakat. Juga,  kesadaran masyarakat kian tumbuh akan pentingnya menjaga kesehatan maupun mengobati dirinya saat sakit.

“Selain itu, keinginan masyarakat untuk meningkatkan ketersediaan obat untuk diri sendiri dan keluarga di rumah menjadi tren masa kini,” ujar Direktur Eksekutif GP Farmasi Dorodjatun Sanus di Jakarta, Jumat (14/12).

Namun dia menyatakan pertumbuhan industri farmasi pada tahun depan lebih melambat dibandingkan tahun ini.

Apabila pada tahun ini industri farmasi diproyeksi tumbuh 14%-15%, maka pada 2013 kemungkinan melambat dengan hanya mencatatkan pertumbuhan di kisaran 12%-13%.

Penyebab hal tersebut sudah tentu akibat kondisi ekonomi global belum stabil dan biaya-biaya semakin meningkat. Kondisi tersebut dialami hampir semua pelaku usaha tidak hanya farmasi.

Upaya mendukung industri diharapkan pemerintah perlu memberikan dukungan misalkan dengan memperlonggar persyaratan usaha di sektor farmasi, sehingga produsen nasional semakin kompetitif dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.  (endy – [email protected])