Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Harga Minyak Catat Nilai Tertinggi

NEW YORK, alumniITS – Harga minyak mentah di pasar komoditas mencapai titik tertinggi dalam empat bulan. Stok minyak tiba-tiba menurun padahal suhu udara semakin dingin sehingga bahan bakar terus dibutuhkan.

Minyak West Texas Intermediate Minyak mentah untuk pengiriman Februari di USD94,12 per barel atau turun 12 sen dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange waktu Sydney.  Sementara kontrak naik 96 sen di USD94,24 atau berada di titik tertinggi sejak 2 Januari 2013. Harga ini adalah penutupan tertinggi sejak 18 September.

Sementara Brent untuk pengiriman Maret naik 3 sen di USD109,71 di Futures. Kontrak acuan Eropa dengan premi sebesar USD15,14 untuk WTI berjangka untuk bulan yang sama.

Kemarin, Departemen Energi menyebut pasokan minyak mentah dilaporkan turun menjadi 951 ribu barel. Permintaan bensin juga naik 3,9 persen menjadi 8,32 juta barel per hari. Konsumsi minyak dilaporkan naik dari beberapa bulan terakhir. Total konsumsi minyak bumi meningkat 1,1 persen di 18 juta barel per hari dalam tujuh hari.

Asosiasi eksportir minyak OPEC melaporkan bahwa produksi minyak di titik terendalah dalam 14 bulan terakhir. “Angka persediaan stok minyak menjadi nilai tambah bagi WTI. Beberapa investor hanya menonton termasuk kemungkinan permintaan akan tingkat pertumbuhan ekonomi,” ujar analis pasar di CMC Markets Ric Spooner dilansir dari Bloomberg, Kamis (17/1/2013).
   
Persediaan bensin naik 1,9 juta barel dan kemungkinan naik sampai 2,7 juta barel. Sedangkan stok distilasi yang mencakup minyak pemanas dan diesel naik 1,7 juta barel atau di atas perkiraan yang hanya 1,5 juta.

OPEC memangkas produksi sebesar 465 ribu barel per hari pada bulan Desember di 30,4 juta atau level terendah sejak Oktober 2011 yang dipimpin oleh Arab Saudi. (endy – [email protected])