Kamis, Oktober 24, 2019
Fokus

Alumni ITS, Membangun Karakter Diri, dan Membangun Bangsa’

”Membangun Karakter Diri, Menyongsong Masa Sulit Setelah Lulus”, tema inilah yang diusung oleh Januar Setyo Widodo selaku pembicara yang juga merupakan alumni dari  Teknik Elektro ITS angkatan 1990 saat memberikan pembekalan kepada  kurang lebih 1400 calon wisudawan wisuda ke-98 Institut Teknologi 10 Nopember (ITS)

Surabaya pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2009 bertempat di Graha ITS, Jalan Arief Rahman Hakiem Surabaya. Pembekalan kepada calon wisudawan yang terdiri dari strata D3, D4 (politeknik), S1, S2, dan S3 dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Selain dihadiri oleh calon wisudawan, acara pembekalan ini juga dihadiri oleh Dr. Ir. Eko Budi Djatmiko, MSc selaku Pembantu Rektor IV ITS, Muchayat selaku Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK), serta Perwakilan Pengurus Pusat IKA ITS yaitu B. Hamdani selaku Ketua Departemen Antar PT dan Kelembagaan Kampus dan Wildan, Pengurus PW IKA ITS Jatim. Berdasarkan keterangan yang didapat dari pihak kampus, bahwa ITS merasa perlu menghadirkan alumni untuk memberi gambaran tentang dunia kerja paska kelulusan dan kesiapan mereka memasukinya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini berlangsung dengan baik dan lancar, Januar selaku pembicara menggunakan metode pendekatan yang ringan dan cukup fun untuk menyampaikan pesannya kepada calon wisudawan, dimulai dari paparan kondisi obyektif masa kini (baca: krisis global), cashflow quadrant dari  Robert T. Kiyosaki untuk memetakan dari mana pendapatan kelak berasal, hadirnya jutawan-jutawan muda pendiri Facebook, Google, dan Youtube. Tak lupa Januar menyampaikan pembekalan untuk menghadapi dunia yang semakin sulit mulai dari bagaimana cara memiliki karakter yang kuat mulai dari penguasaan bahasa asing, penguasaan kompetensi kunci sebagai hard skill, membangun networking, memiliki semangat entrepreneurship dan terakhir sebagai paling dasar adalah memiliki semangat untuk terus berjuang. Diingatkan juga bahwa peluang mengisi semua kemungkinan profesi, yang tak terbatas pada jurusan yang diambil semasa kuliah serta kunci sukses menghadapi tantangan kedepan yaitu Imagine, Focus, dan Action (IFA).

“Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan” (kutipan Robert F. Kennedy) terpampang di 2 big screen yang dipasang di Graha ITS ketika acara pembekalan berakhir. Dari feedback secara langsung, dua orang peserta menyampaikan kesannya bahwa mereka mendapatkan pencerahan berdasarkan best practices dan diingatkan untuk lebih mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, terutama soal kemampuan bahasa Inggris.

 

SEMUA KARENA KECINTAAN TERHADAP ITS

Januar Setyo Widodo adalah  alumni dari  Teknik Elektro ITS angkatan 1990, di masa kuliahnya Januar aktif di kegiatan kemahasiswaan dengan menjadi Ketua UK Tari & Karawitan ITS tahun 1992-1993, Ketua Senat Mahasiswa FTI ITS tahun 1993-1994, serta Senator Senat Mahasiswa ITS tahun 1995-1996. Paska lulus Januar tidak serta merta “meninggalkan” ITS dengan aktif menjadi pengurus IKA ITS Jawa Barat sejak tahun 1997 dan aktif sampai sekarang.

Setelah menyelesaikan kuliah pada tahun 1996 Januar bekerja di PT. Sistemindera Kontrolindo tahun 1997, PT. Telkomsel tahun 1997, dan saat ini tercatat sebagai karyawan di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sejak tahun 1998. Di lingkungan pekerjaan pun Januar tidak lepas dari panggilan hatinya untuk berorganisasi dengan bergabung dengan Serikat Karyawan Telkom sejak tahun 2000 sebagai Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat Sekar Telkom, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Sekar Telkom Wilayah Khusus periode 2007 – 2010, Ketua Bidang Organisasi Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, dan Sekretaris Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Telkom. Di sela-sela kesibukannya Januar mengisi waktu dengan menulis artikel telekomunikasi dan aktif menulis blog di www.januarsw.com.

Ketika ditanya alasan kedatangan Januar Setyo Widodo untuk memberikan pembekalan kepada wisudawan ke-98 ITS, secara singkat Januar menyatakan bahwa “Semua terjadi karena kecintaan saya kepada ITS, kampus yang telah membangun karakter saya hampir 13 tahun yang lalu” ujarnya. Pada saat dihubungi pertama kali untuk memberikan sharing pengalaman kepada calon wisudawan ITS, Januar mengaku surprise, karena merasa banyak alumni yang mungkin lebih tepat. “ Saya sering berbicara di depan umum, tetapi dengan 1000 orang lebih saya belum pernah, ini tantangan buat saya, dan saya sangat senang menerima tantangan ini, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, semoga sharing pengalaman saya dapat bermanfaat bagi rekan-rekan wisudawan.” ujar Januar.

 

(Arief Hermawan)