Rabu, Oktober 23, 2019
Berita

Telkom Jadikan Banyuwangi Welcome Digital

BANYUWANGI, alumniITS – PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menyulap Kabupaten Banyuwangi menjadi kota yang welcome terhadap digital. Dengan konsep Digital Society, kabupaten paling timur di Jawa Timur akan melakukan kegiatan yang berbasis internet.

Untuk menunjang infrastruktur tersebut, perusahan plat merah ini memasang 1100 titik wifi di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, sejumlah aplikasi pendukung juga tengah digarap seperti IndiSchool (Internet di sekolah), IndiPreneur (Internet untuk usaha kecil menengah), IndiFinance (untuk akses pembayaran).

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, konsep digital society yang diusung oleh telkom ini tentunya akan berdampak terhadap sendi kehidupan di Banyuwangi.

“Dengan ini akan menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten yang pertama welcome dengan digital teknologi. Tentunya akan sangat berdampak sekali kepada kehidupan masyarakat,” ujar Anas di sela – sela soft launching Digitas Society Banyuwangi di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (14/2).

Dengan Digital Society, lanjut dia, koneksi terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) semakin mudah. Sehingga pelayanan publik menjadi meningkat. Ia mencontohkan salah satu aplikasi adalah E-Audit. Dengan aplikasi ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan mudah melakukan audit. Karena sistim administrasinya terkoneksi langsung dengan kantor BPK di Surabaya.

“Dengan digital ini membuat akuntabilitas pelayanan publik semakin membaik,” kata Ketua Ikatan Sarjana Nahdhotul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini. Termasuk juag disediakan E-Zakat yang membuat masyarakat menjadi mudah membayar zakat sehingga angka kemiskinan di Banyuwangi dapat ditekan.

Direktur Enterprise and Wholesale PT Telkom M Awaluddin mengambahkan, Kabupaten Banyuwangi memang dipilih sebagai pilot project untuk program Telkom. Banyuwangi dianggap sebagai kota yang mempunyai pertumbuhan ekonomi bagus dan tempat tujuan investor Jawa Timur.

“Banyuwangi merupakan kota pertama di Jawa Timur dan Indonesia yang mengimplementasikan konsep Digital Society,” katanya seperti dilansir laman okezone.

Tahun 2013, di Banyuwangi sudah terpasang 1100 titik wife yang tersebar di seluruh kabupaten. Pada tahun 2014, akan terpasang 10 ribu titik. “Wifi yang terpasang adalah bebas pornografi sehingga orang tua tidak perlu khawatir untuk melakukan kontrol karena sudah ada filter sendiri,” tukasnya. ([email protected])