Fokus

Pemerintah Akan Dirikan Institut Teknologi Negeri Baru

Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh untuk mendirikan institut teknologi baru di luar Jawa. Pemerintah pun telah menunjuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merealisasikan pendirian tersebut.

“Institut tersebut antara lain akan didirikan di Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Menteri Nuh, ketika menjadi pembicara kunci dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian Kongres IKA ITS 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (7/10). FGD ini dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh.

Menteri Nuh mengungkapkan mengapa bidang sains dan teknik menjadi perhatian. “Peningkatan nilai tambah terhadap sumber daya alam memerlukan penguasaan sains (ilmu pengetahuan alam) dan teknik untuk menghasilkan inovasi produk dan inovasi proses,” tutur mantan Rektor ITS ini. Sedangkan Indonesia kekurangan tenaga ahli bidang sains dan teknik. Dari 4,3 juta orang mahasiswa di Indonesia, hanya lima persen atau sekitar 215 ribu yang mengambil jurusan sains dan teknologi di perguruan tinggi.

Alasan lainnya, perpanjangan rantai pasok suatu industri membutuhkan penguasaan sains. “Sains dan teknik sangat diperlukan sebagai driver dan enabler pengembangan industri,” ucap Menteri Nuh. Kemudian, untuk menghasilkan PDB (produk domestik bruto) yang tinggi diperlukan pengembangan jasa berteknologi tinggi, yang memiliki nilai tambah sangat tinggi.

Kenyataan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam knowledge economy, yang sangat besar kontribusinya terhadap PDB di masa-masa mendatang, juga menjadi alasan yang lain. “Sektor manufaktur, baik teknologi tinggi maupun bukan, masih memberikan nilai tambah yang tinggi sehingga diperlukan untuk peningkatan PDB,” ucapnya. Dan, sektor dengan nilai tambah tinggi masih didominasi sektor-sektor yang terkait erat dengan sains dan teknik.

Menteri Nuh menjelaskan hal itu terkait Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. “MP3EI membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak termasuk alumni ITS. MP3EI untuk peningkatan teknologi dan sumber daya manusia (SDM),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Nuh menjelaskan potensi pertumbuhan ekonomi. Tahun ini PDB sebesar USD 700 miliar, dan pendapatan per kapita USD3.000. Pada 2025 PDB ditargetkan USD 4 -4,5 triliun, dengan  pendapatan per kapita USD 14.250 – 15.500. Dan pada 2045 PDB sebesar USD 15-17,5 triliun pendapatan per kapita USD 44.500 -49.000.

Menurut Menteri Nuh, Indonesia memiliki bonus demografi yakni penduduk yang lebih dari 200 juta. ”Ini merupakan modal dasar bagi peningkatan produktivitas ekonomi dan pengembangan pasar domestik,” ucapnya. Bonus demografi terjadi pada 2040. Pada tahun itu, usia produktif semakin besar, kesempatan dan potensi meningkatkan produktivitas semakin tinggi, semakin tinggi tingkat kesejahteraan. Tetapi, kata Menteri Nuh, kalau tidak dikelola dengan baik, bukan bonus yang didapat melainkan bencana demografi. “Kualitas sumberdaya manusia sebagai kata kunci, pendidikan dan kesehatan sebagai peran kunci,” ucapnya. (***)