Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Lumpur Lapindo Jadi Inspirasi Pemenang Indocement Award 2012

JAKARTA, alumniITS:

Keberadaan lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur ternyata menjadi inspirasi, inovasi, kreativitas serta inspirasi bagi anak bangsa, untuk menghasilkan karya yang berkaitan dengan semen. Dan karya itu dilombakan dalam Indocement Award 2012.

Terbukti Inovasi batako dari material lumpur Sidoarjo karya Setya Winarno, Devitrie Hardiany dan Rizal Maulana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyabet juara kedua untuk  kategori “Semen Tiga Roda Product Application Award”.

Juara pertama untuk kategori tersebut, dimenangkan Bunarman dari Laxsvin Putra Mandiri dengan tema “Panel Art Interior Stone (Pa Stone).

Juga, karya Isaac Valentino Bunanta dan Kurniadi Wicaksono dari Universitas Kristen Petra, Surabaya, bertajuk Pengembangan ‘Green Concrete’ Dengan Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo Sebagai ‘Mortar Geopolimer”, menjadi pemenang kedua untuk kategori “Semen Tiga Roda Writing Competition Award”.

Juara pertama kategori itu, diraih Nugroho Wiratama dan Fajar Rahmawan dari Universitas Brawijaya Malang, dengan karya “MAS BRO: Madura Artificial Scene Bull Race Ocean” sebagai design konstruksi terumbu karang buatan dan budi daya rumput laut coklat (Sargassum sp) bersama komunitas penyelam dan masyarakat Pesisir Desa Padike, Pantai Ponjuk Talango, Sumenep.

Ajang dua tahunan Indocement Award, terbagi lima kategori : “Contractor Award” khusus untuk kontraktor, “Developer Award” khusus untuk pengembang, “Semen Tiga Roda Writing Competition Award”, khusus untuk mahasiswa, “Semen Tiga Roda Architectural Design Award”, khusus untuk umum, dan “Semen Tiga Roda Product Application Award”, khusus untuk umum.

“Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, kami memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil menunjukkan kinerja, inovasi, kreativitas, serta inspirasi terbaiknya dalam bidang yang berkaitan dengan semen,” papar Dirut Indocement Daniel Lavalle pada “Malam Penghargaan Indocement Award” di Jakarta, pada Rabu (10/10) malam.

Pemberian penghargaan yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto itu, Dirut PT Indocement Daniel Lavalle dan jajaran lengkap direksi perusahaan Indocement ini, memang ditujukan kepada para kontraktor, pengembang, mahasiswa, serta masyarakat pada umumnya.

“Itu semua merupakan ungkapan terima kasih kami kepada pemangku kepentingan yang ikut membesarkan nama Indocement, serta wujud partisipasi kami dalam mengentaskan Indonesia agar menjadi negara yang semakin berkembang dan maju, sejajar dengan negara maju lainnya,” katanya.

Corporate Communication Department Head Indocement Aldo Yuliardy menambahkan, saat ini Indocement memiliki kapasitas produksi 18,6 juta ton semen per tahun. Produksi yang dihasilkan dari tiga pabrik yang dimiliki, yakni di Citeureup, Kabupaten Bogor, Palimanan, Kabupaten Cirebon, dan Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. (ndy)