Berita

Kongres IKA ITS 2019, siapakah Calon Ketua Umum Pilihanmu?

Masa bakti Pengurus Pusat IKA ITS periode 2015-2019 dibawah nahkoda Cak Dwi Soetjipto akan segera berakhir. Pengurus sudah menetapkan jadwal Kongres IKA ITS yang dilaksanakan sebagai rangkaian acara besar International ITS Business Summit 2019 dan Kongres IKA ITS pada tanggal Kamis-Sabtu, 14-16 Nopember 2019 di Hotel Shangrila Jakarta.

Tanggal tersebut dipilih sebagai pilihan yang paling baik dari opsi yang ada. Sebagai informasi sesuai Keputusan Kongres IKA ITS 2015, batas waktu penyelenggaraan Kongres IKA ITS 2019 adalah selambat-lambatnya tanggal 15 Desember 2019, sehingga pilihan tanggal 14-16 Nopember 2019 tentu sejalan dengan amanat Kongres.

Ada yang berbeda pada Kongres 2019, karena ada acara berskala internasional yang dilaksanakan sebagai kolaborasi antara ITS dan IKA ITS, bagi ITS acara International Business Summit adalah bagian rangkaian Dies Natalis ITS ke-59, sedangkan bagi IKA ITS acara internasional ini adalah bagian dari Kongres IKA ITS. Tentu sebagai alumni ITS harus ikut mensukseskan acara internasional ini.

Siapakah yang layak pimpin PP IKA ITS periode 2019-2023?. Tentu saja pada Kongres IKA ITS goal akhir adalah siapakah nahkoda baru untuk memimpin organisasi kedepan lebih baik. Sebagai perguruan tinggi dengan lulusan lebih dari 110 ribu Alumni tersebar diberbagai profesi dan bidang pengabdian, lulusannya banyak yang menjadi pejabat eselon 1 di Pemerintahan, Direktur Utama/Direktur BUMN, Dirut/Direktur BUMS, DPR, Wagub, Walikota dan lainnya tentu stok alumni handal di ITS sangat banyak.

Beberapa nama popular disebut sebagai kandidat dan memiliki kriteria yang pas menjadi Ketua Umum PP IKA ITS 2019-2023, semisal Cak Ridwan Hisjam, Cak Sutopo Kristanto, Cak Arif Wibowo, Cak Gatot Kusyadji, Cak Djohan Safri, Cak Rifqi Isnanda, Cak Novirwan Said, Cak Tommy Fadjar Hutomo, Cak Adi Prasetya sampai dengan barisan srikandi Alumni ITS seperti Ning Imus dan Ning Brigita Manohara.

Siapa yang tidak kenal dengan Cak Ridwan Hisjam, sosok politisi yang adalah pengusaha sukses. Pada usia 30 tahun sudah menjadi Ketua Umum HIPMI Jatim, Ketua Umum DPD REI Jatim dan langganan sebagai anggota DPR RI yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR dan terpilih kembali sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Siapa pula yang tidak kenal dengan Cak Sutopo Kristanto, Alumni Sipil angkatan 1975 ini dikenal sejak kuliah karena aktif di organisasi kemahasiswaan ITS, Ketua Komisariat Jurusan Sipil ITS (sampai muncul guyonan Ketua yang lain adalah penggantinya), berkarir lama dan terus dipercaya oleh Grup Ciputra dan Pemprov DKI menahkodai perusahaan patungan Pemprov DKI dengan Grup Ciputra, saat ini adalah Direktur Utama PT Pembangunan Jaya, nama-nama perusahaan beken sepeti Jaya Ancol, Jaya Konstruksi, Bintaro dan lainnya adalah perusahaan dibawah PT Pembangunan Jaya.

Cak Arif Wibowo, tentu sangat lekat dengan Citilink dan Garuda Indonesia, sosok yang saat ini adalah Managing Director Airfast Indonesia adalah orang yang mampu meningkatkan kinerja Garuda Indonesia dengan kualitas layanan dan tentu saja laba yang memberikan kontribusi bagi APBN. Bedalah dengan apa yang terjadi di Garuda saaat ini. Nama lain yang disebut adalah Cak Gatot Kustyadji, sosok yang dianggap sukses memimpin acara Business Summit 2011 dan menjadi benchmark setiap acara serupa di IKA ITS, malang melintang di industri semen pernah menjadi Dirut Semen Gresik, Direktur Semen Indonesia dan pengalaman internasional sebagai CEO Thang Long Cement Vietnam.

Djohan Safri, sosok yang akan dikenang karena perannya dalam berbagai kegiatan IKA ITS yang sukses dilaksanakan seperti FGD tahun 2016, International Business Summit 2018. Malang melintang di industri pupuk, sektor strategis bagi ketahanan ekonomi nasional. Saat ini adalah salah satu direktur di holding Pupuk Indonesia.

Nama Cak Rifqi Isnanda, adalah sosok alumni yang dekat dengan kalangan Alumni Muda ITS khususnya di Jakarta Raya, pernah menjadi Ketum Komisariat Jurusan Teknik Mesin. Salah satu sosok inspiratif yang sukses membangun usaha, serta salah satu perusahaannya adalah berperan besar dalam pembangunan MRT di Jakarta yang sekarang menjadi kebanggaan itu.

Nama-nama lain yang disebut adalah Novirwan Said, sosok yang dikatakan selalu ada disetiap acara IKA ITS dan penggerak Persatuan Golf Alumni ITS. Salah satu pengusaha inspiratif pula yang bergerak industri penunjang sektor maritim. Pernah menjadi salah satu Wakil Ketua Umum di Ikatan Perusahaan Pembangunan Kapal Indonesia (IPPERINDO). Sosok ini aktif membangun komunikasi lintas alumni.

Cak Tommy Fadjar Hutomo, sosok alumni muda yang mampu menembus jajaran Pemerintahan, saat ini adalah Deputy Pembiayaan Bekraf. Bicara start up di Indonesia tentu tidak lepas dari kontribusi Bekraf, dan Cak Tommy ini jadwalnya penuh untuk keliling berbagai forum guna memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk membangun start up.

Nama lain adalah Cak Adi Prasetya, sosok yang masih pegang rekor karena pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah di dua provinsi dengan konsentrasi Alumni ITS terbesar, yaitu sebagai Ketum PW Jatim dan Ketum PW Jakarta Raya. Salah satu kontribusi bisa dilihat di ITS yaitu mobil tangka air sumbangan PW Jakarta Raya di era kepengurusannya. Memiliki relasi yang kuat dikalangan kontraktor, karena perusahaannya bergerak disektor tersebut.

Siapa pula yang tidak kenal dengan Ning Imus, nama popular/panggilan dari sosok Alumni Teknik Kimia yang nama lengkapnya adalah Siti Musrifah, kelihaiannya dalam menggalang dana menjadikan sosok ini dipercaya 2 kali sebagai bendara umum PP IKA ITS, periode 2007-2011 dan periode 2015-2019. Sosok pengusaha pula yang memiliki jaringan yang kuat di industri migas, semen, pupuk maupun perkebunan.

Kemudian ada pula sosok millennial banget, yaitu Ning Brigita Manohara alumni Arsitektur, siapa pula yang gak kenal dia, dulu wajahnya selalu muncul di TV One sebagai salah satu presenter andalan di TV milik keluarga Bakrie. Saat ini terjun di politik dan di tahun 2019 maju melalui Dapil Lampung, tapi belum berhasil menembus senayan.

Banyak alumni ITS mengharapkan Cak Dwi Soetjipto mau maju dan terpilih lagi. Tentu harapan ini adalah bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan kotribusi Cak DS (panggilan di Alumni) dalam memimpin organisasi IKA ITS. Namun sesuai AD/ART IKA ITS, Ketua Umum tidak boleh 2 periode berturut-turut, artinya Cak DS sudah pasti tidak akan maju lagi, karena sosok ini adalah Alumni ITS yang sangat taat pada aturan organisasi. Bagi Cak DS, regenerasi kepemimpinan adalah harus, karena menunujukkan keberhasilan pemimpin sebelumnya dalam menyiapkan calon penggantinya.

Ada pula nama-nama lain yang tentu tidak selesai/cukup dibahas dalam sekilas info Kongres IKA ITS 2019. Apalagi dengan sistem OMOV penjaringan, tentu saja nama-nama popular diatas bisa saja kalah oleh sosok lain yang memiliki basis pemilih muda Alumni ITS yang tentu saja sangat familiar dalam menggunakan gadget. Sebagai contoh Soni Fahruri dengan lembaga CENITS yang telah memiliki jaringan yang kuat, atau sosok Dzulfickar (biasa dipanggil Fickar) dengan pasukan GENITS nya yang militan, atau mungkin Arief Hermawan sosok muda yang membangun database IKA ITS dan sudah hampir 50 ribu alumni yang bisa terdaftar.

Mengingat jadwal Kongres masih lama, dan pendaftaran calon baru dimulai 18 Agustus 2019 sd 8 September 2019, tentu akan muncul nama-nama baru. Siapa yang menjadi calon, akan terlihat siapa yang mengambil formulir dan memenuhi persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan oleh Panitia Penyelengara Pemilihan Ketua Umum (P3KU) IKA ITS untuk Kongres IKA ITS 2019. Nama-nama diatas sebatas yang menjadi pembicaraan dikalangan alumni, bagi kalangan terbatas maupun pada kalangan yang lebih luas, bahkan beberapa diantaranya disebut-sebut pada beberapa acara.

Kongres IKA ITS 2019 tentu sangat special, diawali acara besar berskala internasional (ini benar-benar internasional, tidak sekedar namanya saja) karena nama-nama besar pembicara dari luar negeri seperti IRENA, IEA, Masdar City, NEDO, GGGI, dan lainnya sudah menunjukkan kualifikasi kegiatan internasional ini. Pemilihan Ketua Umum yang diawali dengan OMOV Penjaringan berbasis teknologi untuk mendapatkan 5 kandidat dengan suara terbanyak (setelah memenuhi syarat pendaftaran kandidat), tentu membuka kesempatan siapapun Alumni ITS untuk maju menjadi Ketua Umum PP IKA ITS 2019-2024.

Sebagai Alumni ITS, tentu jangan sampai melewatkan “Pesta Demokrasi Alumni ITS”, rugi nanti kalau tidak terlibat. Sebagai individu, Alumni ITS semuanya bisa menjadi “pemilih” untuk memilih siapa kandidat yang paling pantas pada OMOV penjaringan. Caranya, Anda harus telah memiliki akun terverifikasi di database Alumni ITS, di Aplikasi MIDA IKA ITS yang bisa di download di Playstore. Info lengkap bagaimana mendaftar di Aplikasi MIDA, langkah-langkah terverifikasi dapat di lihat di https://kta.alumniits.com/buku-panduan/