Berita

Ir. Sukrisno, CEO listed company terbaik 2009

Ir. Sukrisno, alumni T. Mesin ITS angkatan 1972 (M-15) sabet gelar CEO terbaik listed company 2009 versi Majalah Investor. Gelar ini sangat membanggakan segenap alumni ITS, karena pada bulan Nopember Ir. Sukrisno bersama Ir. Dwi Soetjipto, MM menyabet gelar 5 BUMN terbaik tahun 2009.

Keberhasilan Ir Sukrisno ini yang saat ini sebagai Wakil Ketua Umum PP IKA ITS 2007-2011 Bidang Hubungan Antar Lembaga, merupakan bukti bahwa alumni ITS memilki kompetensi dan skill yang tinggi dalam memimpin sebuah perusahaan. Tercatat pada tahun 2003 Ir. Kristiono (Ketua Umum PP IKA ITS 2003-2006, alumni T. Elektro 1973) dinobatkan menjadi CEO terbaik, kemudian Ir. Dwi Soetjipto (Ketua Umum PP IKA ITS 2007-2011, alumni T. Kimia angkatan 1975) pada bulan Mei 2009 dinobatkan pula sebagai CEO terbaik oleh Majalah Swa. 

Di internal alumni ITS, pada saat Dies Natalis ITS ke 49 pada bulan Nopember 2009, Ir. Sukrisno juga mendapatkan penghargaan Alumnae Award dari Rektor ITS atas kontribusinya yang diberikan pada pengembangan pendidikan ITS, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penghargaan Alumnae Award 2009 selain diberikan kepada Ir. Sukrisno juga diberikan kepada Ir. Muhammad Najib MSc (DPR), Ir. Rukmi Hadihartini (PT Pertamina), DR. Ir. Herman Widyananda (BPK), Ir Budi Indianto (Deputi BP Migas).

Tim juri Tokoh Financial Indonesia 2009 yang dipimpin Hotbonar Sinaga (CEO PT Jamsostek), akhirnya memutuskan suara bulat memilih Sukrisno, CEO PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai “Top Executive Listed Company 2009”. Profesional yang sebelumnya berkarir di PT Semen Padang selama 21 tahun ini tidak hanya dinilai berhasil membuat sejumlah terobosan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan ketika permintaan batubara anjlok akibat krisis global. Ia menyampaikan sejumlah strategi panjang yang dinilai bakal menambah pundi PTBA.

Kriteria yang ditetapkan dalam menyeleksi kinerja emiten adalah :

  1. Return 1 tahun
  2. Pertumbuhan penjualan 2006-2008
  3. Net Operating Margin 2008
  4. Return on Equity 2008
  5. Aset Turn OVer 2008
  6. Volatilitas Saham
  7. Likuiditas Saham
  8. Pertumbuhan Laba Usaha 2006-2008

(Catatan : Perusahaan yang diperingkat (memenuhi kriteria seleksi awal 118 dari 121 emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia)

Khusus untuk tahun 2009, para juri menekankan upaya para CEO dalam menetapkan strategi mengelola perusahaan kedepan, usai menghadapi krisis keuangan global. Inovasi dan kemampuan dalam mengelola sumber daya manusia pun merupakan unsur penting di dalam memberikan angka, selain penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bagaimana Strategi Cak Sukrisno mengelola PT BA.

Meskipun permintaan batu bara dunia sempat turun akibat kondisi global, PT Bukit Asam (Tbk) tetap mampu meraih performa kinerja ciamik, itu tercermin pada angka pendapatan dan laba bersih perseroan yang meningkat. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2009 volume penjualan batu bara PTBA memang turun 6,7% menjadi 8,73 juta ton dibandingkan periode sama tahun 2008, namun PTBA berhasil meraih pendapatan RP 6,55 trilyun, atau naik 31,79%. Laba bersihnya pun naik 68,6% menjadi Rp 2,2 trilyun, berkat kenaikan harga jual rata-rata 41,4%.

Kendati diuntungkan oleh kenaikan harga, strategi manajemen PTBA dalam memperluas pasar dan meningkatkan produksi merupakan kunci keberhasilan itu. PTBA dibawah kepemimpinan Sukrisno mampu mengunci pendapatan dengan mengikat kontrak dengan PT PLN yang jangka waktunya 1 hingga 2 tahun, makanya harga jual batubara PTBA relatif lebih tinggi dibandingkan pasar spot. 

Dimasa mendatang pundi-pundi PTBA bakal lebih tinggi pasalnya Pria kelahiran Sumenep 27 April 1953 itu telah menambah gerbong dan lokomotif kereta api untuk sarana angkutan batubara agar targt sebesar 14 juta ton tahun 2010 tercapai. Selain itu tahun depan, ayah dua anak ini siap merampungkan akuisisi dua perusahaan tambang batubara di Pulau Kalimantan, dengan nilai hingga Rp 1,5 trilyun.

Kepiawaian lulusan ITS tahun 1980 ini dalam menjaga performa PTBA tentu tidak datang begitu saja, namun berkat pengalaman karir yang panjang. Sebelum menjadi orang nomor satu di PTBA sejak tahun 2001 Sukrisno menjabat direktur operasi dan sebelumnya menghabiskan karirnya di PT Semen Padang sejak tahun 1980.