Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Inovasi Teknologi Jadi Kunci Pembangunan Masa Depan


JAKARTA, alumniITS.com – Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A Iskandar mengatakan didalam mendorong productivity economics, terdapat 3 faktor penting yang diperlukan. Pertama adalah modal, disusul sumber daya manusia (SDM) dan teknologi.

BPPT melakukan survey mengenai pertumbuhan total produktivitas di Provinsi Jambi ini sejak 2001 hingga 2008. Perkembangan ekonomi Propinsi Jambi, misalnya bila dilihat dalam koridor Sumatera mencapai 7 persen, jadi hampir 40 persen pertumbuhan ekonomi itu merupakan kontribusi dari teknologi”, jelas Marzan di Jakarta, Selasa (4/6).

Saat ini Indonesia berada pada status negara yang membangun. Hal tersebut dilihat dari efficiency-driven economies, setelah beberapa waktu lalu menyelesaikan dari status faktor driven economies yaitu status yang membangun didasarkan kekayaan alam semata.

“Nantinya kita akan meningkatkan lagi status dari negara yang membangun didasarkan pada efficiency-driven economies menjadi innovation  driven economies. Artinya inovasi menjadi kata kunci di dalam pembangunan kita kedepan”, tegas Marzan.

Jika Indonesia menjadikan inovasi sebagai faktor utama dalam pembangunan ekomoni, secara langsung Indonesia juga sedang membangun berdasarkan knowledge based economy dan knowledge based society. Untuk mewujudkan hal tersebut Marzan meyakini diperlukan pembangunan sistem inovasi, dimana faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan yang didasarkan pada inovasi menjadi faktor utama yang dominan.

PLh Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agus Sartono mengatakan bahwa dengan pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan inovasi teknologi pangan dan energi untuk mempercepat pencapaian MDGs.

“Tercapai tujuan MDGs berarti tercapai pula tujuan negara, yakni untuk mensejahterakan rakyat dan bangsa”, jelasnya. Pada Acara tersebut dhadiri kepala BATAN, Kepala BAPPEDA Jambi, Bupati/Walikota se Provinsi Jambi.

Gubenur Jambi Hasan Basri Agus menilai faktor penting menghadapi tantangan pembangunan kesejahteraan rakayat ke depan adalah bagaimana menumbuhkan inovasi teknologi di berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi pangan dan energi. Ini merupakan bagian dari agenda pemerintah yang menjadi pioritas Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

“Isu pemanasan global telah mengancam dunia dan masuk ke ranah publik, ketika para petani dan nelayan kehidupannya mulai terganggu dengan anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Hal demikian akan menganggu ketahan pangan di massa-massa mendatang, bila cara adaptasi belum ditemukan, disinilah peran inovasi teknologi diperlukan,” sambungnya. ([email protected])