Berita

Google Chrome Open Spaces, Aplikasi Ciptakan Street Art

JAKARTA, alumniITS:
Google Indonesia kembali meluncurkan inovasi terbarunya: Chrome Open Spaces, sebuah aplikasi web yang memberikan seluruh masyarakat Indonesia berkesempatan menciptakan seni jalanan atau ‘street art’ melalui internet di www.openspaces.co.id.
 
Mesin pencari internet terpopular ini, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergabung dalam gerakan Chrome Open Spaces, sebuah kontes khusus untuk mencari sembilan karya seni terbaik melalui prosedur penilaian juri dan voting.

“Hasil karya yang menang, akan dilukis secara real di dinding-dinding bangunan yang tersebar di Jakarta dan Bandung sebagai karya seni jalanan,” papar Krishna Zulkarnain, Country Marketing Manager Google Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi alumniITS.com di Jakarta, Rabu (24/10).
 
Seni jalanan, lanjut dua  adalah sebuah bentuk seni yang bersifat terbuka, dalam arti terbuka bagi siapa saja, terbuka dalam proses interpretasi dan terbuka dalam berekspresi.

Seni ini lahir  tahun 1980an di New York City, seni jalanan di Indonesia pertama kali bermula di daerah Jogjakarta, dan kini telah tersebar di berbagai kota di negeri ini. “Indonesia adalah negara yang identik dengan kekayaan seninya, dari seniman klasik Basuki sampai seniman jalanan yang lebih kontemporer seperti ‘Darbotz’,” jelasnya.

Karenanya Chrome Open Spaces berusaha untuk meningkatkan gerakan seni jalanan yang berkembang di Indonesia dengan memberikan mereka yang kreatif kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran dan apresiasi terhadap bakat mereka, kata Krishna.
 
Dikatakan, desain pertama menampilkan karya seni dari seniman visual Indonesia Darbotz, sebagai desain dinding pertama yang dibuat melalui Chrome Open Spaces. 

Untuk dinding yang tersisa, karya seni yang terkumpul akan diserahkan dan dinilai para pengguna dan pengunjung situs, juga dinilai Darbotz, kurator Farah Wardhani dan sosok kreatif David “Naif” Bayu, untuk menemukan seniman-seniman visual terbaik
Indonesia. 

Sembilan desain terbaik akan ditampilkan di sembilan dinding di Jakarta dan Bandung dimana satu pemenang akan diumumkan setiap minggunya.
 
“Open Spaces menyadari bagaimana teknologi dapat menjembatani kesenjangan antara seni dan desain. Dengan aplikasi web

terbaru ini, sekarang siapa pun yang suka menggambar, membuat sketsa, mewarnai, membuat desain dapat membuat desain dinding virtual dengan cara yang paling mudah dan sederhana,” tambah Darbotz.
 
Jaman sekarang, kata dia, seni jalanan atau ‘street art’ bukan hanya sekedar sketsa, gambar atau lukisan tetapi juga dapat dibuat menggunakan komputer.

Chrome Open Spaces menyadari hal ini dan mengambil langkah lebih lanjut dengan memfasilitasi kebutuhan membuat sketsa, menggambar dan mewarnai menjadi lebih menyenangkan dan semakin kreatif, ” tambah Farah Wardhani, Executive Director of
Indonesian Visual Art Archive, yang juga berprofesi sebagai kurator.
 
Visual Art Archive mendukung gerakan seni jalanan atau ‘street art’ di Indonesia dan ingin menunjukkan pada para pengguna kemungkinan yang tak terbatas dari web.

“Saya berharap saya dapat membantu Indonesia menjadikan karya seni jalanan menjadi bentuk seni yang paling ‘happening’ dan berharap semua orang dapat mengikuti bagaimana karya seni mereka bisa diciptakan dalam bentuk virtual dan mudah-mudahan dalam bentuk nyata di dinding-dinding yang tersebar di Jakarta dan Bandung,” ujar David Bayu, vokalis Group Band Naif, yang juga menjadi salah satu juri dalam kontes Chome Open Spaces.
 
Gerakan Chrome Open Spaces mengundang komunitas street art di sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan kelompok kepentingan khusus di seluruh Indonesia untuk mengklaim dinding mereka. Aplikasi web ini diakses melalui semua browser yang didukung oleh HTML5 teknologi yang tersedia di semua browser modern, seperti Google Chrome.
 
Google Indonesia terus memberikan inovasi dan teknologi terbaru bagi pengguna Internet. Google telah meluncurkan beberapa aplikasi web di Indonesia, seperti Google Maps, Google Translator, dan Chrome Web Store.  Google sangat bangga bisa sekali lagi menjadi pendukung perkembangan seni di Indonesia, setelah sebelumnya melaksanakan proyek digitalisasi di Museum Nasional.
 
Situs Open Spaces telah dibuka untuk proses pengumpulan dan penilaian karya seni sampai Desember 2012. Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku, silahkan kunjungi www.openspaces.co.id.  (endy – [email protected])