Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Disepakati Proyek Infrastruktur Jabodetabek Rp410 Triliun

Jakarta – alumniits:

Indonesia dan Jepang menyepakati proyek pembangunan infrastruktur kawasan Jakarta Bogor Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) senilai Rp410 triliun, melalui program “Metropolitan Priority Areas” (MPA).

“Kami sudah menyepakati proyek investasi senilai Rp410 triliun, yang dibiayai 55 persen oleh swasta dan 45 persen kombinasi antara ‘Public-Private Partnership’, APBN, serta pembiayaan melalui skema loan,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam pertemuan “The Third Steering Committee Meeting” antara Indonesia-Jepang di Tokyo, Selasa (9/10) waktu setempat, yang membahas tentang Program Metropolitan Priority Areas (MPA) dalam hal investasi industri.

Hatta mewakili Indonesia bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu serta sejumlah pejabat dari berbagai kementerian, KADIN dan pebisnis. Jepang diwakili Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba, dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Yukio Edano, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha dari negara Sakura.

Hatta melanjutkan dalam pertemuan itu diidentifikasi akan ada 45 proyek yang diharapkan rampung pada 2020.  Proyek akan berjalan seiring pelaksanaan empat tujuan pengembangan MPA yakni pengembangan lingkungan perkotaan yang lebih baik, pertumbuhan baru subkoridor, “multiple gateway”, dan pengembangan “low-carbon” energi yang diharapkan terealisasi pada 2030 di kawasan Metropolitan Jakarta.

Jepang mengestimasikan melalui masterplan yang disusun bersama melalui ODA (Japan’s Official Development Assistance) dan bantuan asing lainnya akan mendanai sekitar Rp125 triliun. “Kami perkirakan sekitar Rp125 triliun atau 1 triliun Yen dalam 10 tahun ke depan,” kata Menteri Luar Negeri Jepang seperti dikutip antara.

Jepang juga masih membuka kemungkinan untuk menambah dana tersebut jika ada permintaan tambahan dari pemerintah Indonesia, sambungnya.

Pertemuan itu mengidentifikasi setidaknya akan ada lima proyek besar MPA yakni konstruksi MRT, pengembangan pelabuhan baru skala internasional di Cilamaya, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, pengembangan klaster penelitian baru, dan pengembangan sistem saluran air limbah di Jakarta. (ndy)