Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Kondominium Kelas Menengah di Jakarta Laris Manis

Jakarta – almuniits:

Kondomonium kelas menengah di Jakarta mendominasi angka penjualan apartemen yang kini menjamur di Jakarta. Selama kuartal III 2012 tercatat 7.559 unit kondominium menengah terjual.

“Selama kuartal III Tahun 2012, penjualan pasokan mendatang didominasi oleh proyek kelas menengah, atau sekitar 56,16% dari keseluruhan transaksi,” ujar Arief Rahardjo, Senior Associate Director Research and Advisory Cushman and Wakefield di Jakarta, kemarin.

Sampai dengan September 2012, tingkat penjualan kondominium terbangun di area Jabodetabek mencapai 95,9%. Sedangkan, tingkat okupansi mencapai tingkat 59,9% atau turun 6,3% dari kuartal dua tahun 2012. Tingkat penjualan proyek mendatang mencapai 60,0%, dengan sisa 26.566 unit yang belum terserap pasar.

Untuk metode pembayaran, menurut Arief, pembeli dari kalangan bawah memilih pinjaman bank. Sementara cara pembelian konsumen kelas menengah dan atas lebih bervariasi seperti satu-sampai-tiga tahun cicilan bertahap, pinjaman bank, dan tunai keras.

Ia mengungkapkan tingkat penjualan pre-sales untuk proyek kelas menengah tercatat pada angka 62,1%, kelas menengah-atas 70,0%, dan kelas atas 53,8%. Dimana, kenaikan tingkat penjualan untuk kelas menengah ataupun.

Sementara untuk proyek kelas menengah turun jika dibandingkan dengan kuartal dua tahun 2012. Penurunan tingkat penjualan pre-sales dari kondominium kelas menengah disebabkan oleh rendahnya tingkat pre-sales dari beberapa proyek yang baru diluncurkan.

Menutup kuartal ini, sebanyak 144 proyek mendatang ditawarkan ke pasar, terdiri atas 36.056 unit atau 54,3% kondominium kelas menengah, 20,5% kelas menengah-bawah, 13,1% kelas menengah-atas, dan 12,1% kelas atas.

Berdasarkan lokasi persebarannya, mayoritas kondominium terbangun (68,2%) berada di wilayah sekunder dengan total sekitar 68.520 unit. Selain itu, kawasan CBD turut berkontribusi sebanyak 23,3% dan kawasan primer sebanyak 8,5. Untuk apartemen mendatang, 86,2% proyek berlokasi di area sekunder, sementara area CBD dan primer masing-masing mewakili 7,4% dan 6,4%. (ndy)