Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Daya Saing UMKM Indonesia masih Rendah

JAKARTA, alumniITS:
Usaha  mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, sangat melimah. Sayangnya, daya saing UMKM Indonesia , masih sangat minim sekaligus rendah, jika dibandingkan dengan anggota negara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

“Daya saing UMKM Indonesia kalah dibanding Malaysia, Singapura atau China. Kini masih sangat sedikit penelitian mengenai daya saing UMKM di Indonesia. Namun, salah satu studi yang dilakukan APEC Indonesia masih di bawah,” kata Direktur Center for Industry SME and Business Competition Studies, Universitas Trisakti Tulus Tambunan pada Roundtable Discussion tentang UMKM Ekspor, di Jakarta, Selasa (6/11).

Padahal, sambung Tulus, daya saing UMKM sangat penting dan memiliki nilai yang sangat strategis. Khususnya terhadap UMKM yang melakukan kegiatan ekspor. “Pemerintah harus memperhatikan keperluan UMKM dalam meningkatkan daya saingnya. Apalagi tuntutan untuk menembus pasar ekspor terus didesak, namun kondisi riil UMKM masih ketinggalan,”

BPS mencatat, 78,06% dari seluruh usaha mikro dan kecil (UMK) ekspor mengalami kesulitan menjalankan usaha. “Kesulitan terbesar bersumber dari permodalan, pemasaran, dan bahan baku. UMKM industri makanan yang mengalami kesulitan sama sebanyak 34,96% yang meliputi kesulitan modal, bahan baku maupun pemasarannya.”

Ia mencatat di Indonesia seperti negara-negara berkembang lainnya, sebagian modal kerjanya berasal dari sumber informal, bukan berdasarkan kekuatan permodalan sendiri. Namun ada ada juga di negara maju mengalami kendala sama seperti di Indonesia.”Mereka seharusnya dibantu, karena tidak menyadari ada fasilitas yang bisa didapatkan atas bantuan pemerintah.”

Daya saing UKM China bersama Hong Kong dan Amerika Serikat menempati posisi teratas. Baru UKM Taiwan, Australia, Kanada, Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan Indonesia.  (endy – [email protected])