Selasa, Oktober 22, 2019
Kiprah AlumniProfil

Tangan Dingin Muhammad Choliq “Sulap” Waskita Karya Menjadi Perusahaan Konstruksi Terbesar di Indonesia

Membicarakan PT. Waskita Karya (Persero) tbk maka sama saja dengan membicarakan sosok Dirut Muhammad Choliq. Transformasi BUMN konstruksi ini telah menjadikan Waskita Karya dan Muhammad Choliq bagaikan 2 sisi mata uang, yang tidak bisa dilepaskan satu sama lainnya. Anggapan ini wajar, karena menjelang 10 tahun Muhammad Choliq menahkhodai BUMN Waskita Karya, sosok ini telah mampu merubah wajah BUMN sakit dengan GCG yang sangat buruk menjadi perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang tentu saja juga menjadi BUMN Konstruksi terbesar di Indonesia.

Kisah pergulatan Muhammad Choliq dimulai tahun 2008 saat diangkat menjadi Dirut Waskita Karya, setahun setelah menjabat mantan Direktur Keuangan PT Adhi Karya menemukan hal yang janggal terkait laporan keuangan yang disiapkan oleh salah satu direksi saat itu. Pengalaman sebagai Direktur Keuangan memberikan insting tajam bagi Muhammad Choliq untuk mencium ada yang tidak beres dengan keuangan Waskita Karya. Akhirnya dia menemukan adanya manipulasi laporan keuangan pada periode sebelumnya.

Waskita Karya mengalami defisit akibat kelebihan pencatatan pada laporan keuangan 2004-2007. Pemerintah mesti turun tangan membantu suntikan dana agar Waskita Karya dapat terus beroperasi,d engan syarat pelaku yang bertanggungjawab atas kelebihan pencatatan tersebut diusut

Terbongkarnya kasus ini berawal saat pemeriksaan kembali neraca dalam rangka penerbitan saham perdana, sehingga menyebabkan penerbitan saham ditunda menjadi tahun 2012. Direktur Utama baru, M. Choliq yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, menemukan pencatatan yang tak sesuai.

Dalam pemeriksaan itu ditemukan kelebihan pencatatan sekitar Rp 400 miliar (sumber : https://bisnis.tempo.co/read/194968/tiga-direksi-waskita-dinonaktifkan )

Kinerja moncer Waskita Karya terlihat sejak melakukan pencatatan saham di bursa di tahun 2012. Setahun setelah pencatatan saham yaitu tahun 2014 kinerja perusahaan terus tumbuh. Mungkin kata yang lebih tepat adalah “kinerja perusahaan melompat atau menciptakan level baru”. Ini terlihat dari perbandingan kinerja tahun 2014 sd 2017 antara lain :

  • Pendapatan tumbuh 345,5 % dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 45,44 triliun
  • Laba tumbuh 735,6%% dari Rp 511 miliar menjadi Rp 4,27 triliun

Capaian Wasktia Karya bagi yang tidak percaya, bisa saja beranggapan investasi bodong. Lihat saja penipuan investasi skema Ponzi yang menawarkan return (imbal hasil/keuntungan) mulai 40% setahun sampai 60% setahun. Apa yang dicapai Waskita Karya benar adanya dan bukan “investasi bodong ala skema Ponzi”. Bahkan Waskita Karya bisa memberikan imbal hasil jauh diatas skema Ponzi. Jika dalam kurun waktu 4 tahun (2014-2018) laba bersih tumuh 735,6% maka setiap tahun laba yang dihasilkan setara dengan 183%. Dimanakah ada investasi didunia yang menghasilkan imbal hasil sampai 183%?. Mungkin Warren Buffet yang terkenal piawai dalam berinvestasi akan geleng-geleng kepala dengan kinerja Waskita Karya.

Ibarat sulap, capaian Waskita Karya ini tentu sungguh tidak masuk akal. Bagaimana perusahaan yang ditahun 2009 karena skandal pencatatan keuangan yang memaksa Pemerintah melalui Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani menggelontorkan dana Rp 200 miliar untuk menyelamatkan Waskita Karya. Hanya dalam waktu 9 tahun, Waskita Karya mampu mencetak laba Rp 4,27 triliun ditahun 2018. Jika deviden yang dibagikan 30% dengan kepemilikan saham Pemerintah 66%, maka Rp 845 miliar masuk ke APBN 2018.

Kekayaan Pemerintah melalui BUMN Waskita Karya juga meningkat. Jika saat IPO harga saham Rp 380 dan saat ini bertengger Rp 2.930 atau meningkat 671%, maka sejumlah ini peningkatan asset Pemerintah. Dengan market capitalization per 28 Februari 2018 yang mencapai Rp 39,77 triliun maka value saham milik Pemerintah adalah Rp 26,25 triliun, atau meningkat 671% dibandingkan saat IPO sebesar Rp 3,4 triliun.

Maka sungguh tepat jika Muhammad Choliq dijuluki sebagai “Bapak Konstruksi Indonesia”. Capaian Waskita Karya tentu menjadi benchmark bagi perusahaan konstruksi lainnya. Perusahaan apakah yangmerupakan perusahaan konstruksi terbesar di ASEAN?

Berikut rekam jejak karir Muhammad Choliq di BUMN Konstruksi

No. Position/th> Years of Service
  PT. WASKITA KARYA  
1. President Director PT. Waskita Karya 2008 – Now
  PT. ADHI KARYA  
1. Ketua Tim Pelaksana Privatisasi PT. Adhi Karya (Persero) 2003 – 2004
2. Direktur Keuangan PT. Adhi Karya 2001 – 2006
3. Kepala Divisi Keuangan Kantor Pusat 1999 – 2001
4. Manajer Treasury Divisi Pengembangan Teknologi Informasi dan Treasury Kantor Pusat 1998 – 1999
5. Staf Penerbitan Obligasi II Merangkap Analisis Keuangan Divisi 1998 – 1999
6. Spesialis Bidang Investasi Pada Divisi Pengendalian Operasi dan Penunjang Usaha & Divisi Perencanaan dan Pengembangan Usaha 1997 – 1998
7. Manajer Pengembangan Sistem Pada Divisi Pengembangan Teknologi Informasi dan Treasury 1997 – 1998
8. Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Informasi dan Treasury Kantor Pusat 1997 – 1998
9. Manajer Pengembangan Sistem Informasi Divisi Sistem Informasi Manajemen dan Teknologi Kesisteman Pusat 1996 – 1997
10. Kepala Divisi Sistem Info Manajemen & Treasury PT. Adhi Karya 1996 – 1997
11. Kepala Biro Sistem Manajemen PT. Adhi Karya Pusat 1995 – 1996
12. Kepala Bagian Jasa Konstruksi PT. Adhi Karya Pusat 1994 – 1995
13. Kepala Bagian Manajemen Informasi Sistem PT. Adhi Karya Pusat 1993 – 1995
14. Kepala Bagian Pengendalian Jasa Konstruksi 1991 – 1995
15. Kepala Biro Pengendalian PT. Adhi Karya 1991 – 1995
16. Wakil Kepala Biro Rekayasa dan Pengendalian Proyek PT. Adhi Karyas 1989 – 1991
17. Staf Biro Engineering PT. Adhi Karya 1987 – 1989
18. Bagian Teknik PT. Adhi Karya Cabang VII Kalimantan Barat 1982 – 1986
19. Residen Engineer Proyek Jalan AWCAS D.I. Ketapang 1981 – 1982
20. Kepala Proyek Jembatan Penghubung Stasiun 1980 – 1981
21. Residen Engineer Proyek Jembatan Sungai Landak 1980 – 1981
22. Kepala Proyek Penyiapan Tanah & Pemukiman Transmigrasi Air Putih 1979 – 1980
23. Residen Engineer Proyek Instalasi Pipa Pengelolaan Air Bersih 1979 – 1980
24. Residen Engineer Proyek Jembatan JAM SU KIAU 1979 – 1980