Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Skylon, Calon Pesawat Antariksa Masa Depan


INGGRIS, alumniITS:
Ilmuwan mendambakan mampu membangun pesawat antariksa yang jauh lebih cepat dan mampu membawa beban lebih besar dari yang ada sekarang. Impian ilmuwan tersebut sedikit tergambar dari rancangan pesawat berikut.

Sebuah pesawat jet luar biasa akan dirancang untuk menjelajah luar angkasa layaknya penerbangan umum. Pesawat bernama Skylon ini menggunakan rancangan mesin khusus yang membuatnya berpotensi memiliki kecepatan hingga mach 5,5 atau 7242 km/jam.

Mesin yang dinamakan SABRE menggunakan prinsip mirip mesin jet konvensional namun menggunakan hidrogen dan oksigen sebagai bahan bakarnya. Demikian laporan Gizmag, Jumat (7/12).

Pihak REL menyatakan, mesin pesawat jet ini menjadi kunci dalam merancang pesawat jet Skylon. Pesawat jet ini akan lepas landas dan mendarat di landasan normal seperti pesawat pada umumnya, namun mampu mengudara hingga ke luar angkasa.

Para insinyur asal Eropa telah melakukan uji coba mesin terkait rencana pesawat jet antariksa ini. Insinyur-insinyur yang tergabung dalam Reaction Engines Ltd (REL) mengklaim telah berhasil mengatasi hambatan teknis yang membayangi pesawat jet tujuan luar angkasa selama tiga dekade terakhir.

REL berhasil mendesain sebuah sistem yang mampu mendinginkan udara yang memasuki mesin pesawat jet dalam waktu singkat. Sebagai contoh, dari suhu 1000 derajat Celcius bisa didinginkan hingga mencapai 150 derajat Celcius dalam waktu kurang dari 100 detik. Ini berarti hanya lebih cepat enam kali kedipan mata manusia.

Pekan ini, REL menguji coba desain yang mereka ciptakan di depan Badan Luar Angkasa Eropa. Uji coba tersebut berhasil. Badan Luar Angkasa Eropa memastikan bahwa seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Keberhasilan uji rancangan mesin Skylon ini membawa harapan baru bagi penjelajahan antariksa. Selama ini pengiriman benda menuju luar angkasa menggunakan roket konvensional yang harus membawa oksigen tersendiri untuk membakar bahan bakar. Hal tersebut menambah beban roket sehingga membatasi kapasitas angkut.

Hambatan ini teratasi pada rancangan Skylon karena pesawat antariksa masa depan ini tidak perlu membawa oksigen tersendiri. Skylon dapat memanfaatkan oksigen yang ada pada atmosfer untuk membakar bahan bakar sehingga lebih hemat bobot. Efeknya kapasitas angkut bisa lebih besar.(endy – [email protected])