Fokus

Silaturrahim Ikatan Alumni ITS

Silaturahmi Ikatan Alumni ITS di Hotel Crown sangat meriah karena dihadiri oleh puluhan alumni senior ITS, serta pejabat teras di Pemerintahan, BUMN dan BUMS dengan bintang utama Mendiknas Muhammad Nuh.
Untuk kedua kalinya PP IKA ITS mengadakan acara silaturahmi Ikatan Alumni ITS pada hari Selasa, 26 Oktober 2010 di Hotel Crown Jakarta. Kegiatan ini sangat meriah dan puluhan alumni senior ITS datang (memang acara ini dikhususkan untuk silaturahmi antara PP IKA ITS, Penasehat IKA ITS dan Senat IKA ITS), sehingga pihak hotel menyediakan kursi tambahan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan tali silaturahmi dan networking antar alumni ITS, sekaligus saling mengenalkan alumni ITS yang mendapatkan amanah sehubungan dengan diangkatnya beberapa alumni ITS menduduki posisi di Pemerintahan, BUMN maupun BUMS.

Beberapa tokoh alumni ITS yang dapat disebutkan hadir dalam acara ini antara lain :
Muhammad Nuh (Ketua Senat IKA ITS/Mendiknas), Dwi Soetjipto (Ketua Umum PP IKA ITS), Kristiono (Mantan Ketua IKA ITS sekarang penasehat IKA ITS), Moh Jaelani (mantan Ketua IKA ITS sekarang penasehat IKA ITS), Muhammad Najib (mantan Ketua IKA ITS semasa transisi), Agus Rahardjo (Kepala LKPP), Tjuk Sukardiman, Hanif Jauhari, Lukman Mahfoedz (Direktur Project PT Medco Energy), Ahmad Jazidie (komisaris PT Semen Gresik), Imam Hidayat (Komisaris Semen Padang), Widodo Santoso (Dirut PT Semen Padang), Suharto, Sukarni, Sutopo Kristanto (Managing Director PT Jaya Konstruksi), Djawahir Adnan, Irnanda Laksanawan (Deputi Meneg BUMN), Agus Widjanarko (Sekjen Kementerian PU), Totty Moekardiono (Pengusaha), Sunaryo Suhadi (Pengusaha), dan masih banyak lagi.

Dalam sambutannya Ketua Umum PP IKA ITS Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya IKA ITS menjalin silaturahmi dengan alumni senior ITS dalam rangka meningkatkan peran alumni ITS bagi pembangunan bangsa dan negara serta kontribusi bagi sesama alumni ITS dan pengembangan kampus ITS. Sekaligus update kontribusi dan peran alumni ITS bagi pembangunan nasional dan berdasarkan catatan, saat ini ada tambahan alumni ITS yang menduduki jabatan puncak diberbagai insitusi. Tercatat berdasarkan inventarisasi : Menteri 1 orang, Eselon 1 ada 8 orang, Eselon 2 ada 18 orang, 7 anggota DPR, untuk BUMN ada 12 Dirut, 35 Direktur, sedangkan BUMS Dirut ada 19, Direktur 17 dan Komisaris 7 orang. Untuk Walikota 1 orang dan Bupati 1 orang. Melalui kekompakan ini, diharapkan mendapatkan rahmat dari Allah SWT sehingga dapat menjalankan amanah lebih baik lagi. Penambahan posisi alumni ITS diberbagai bidang ini tentunya akan “menghapus perasaan inferior” yang masih ada disebagian alumni ITS bahwa kita juga bisa berkontribusi seperti alumni perguruan tinggi lain yang lebih dahulu eksis.

Ketua Umum PP IKA ITS juga menyampaikan bahwa 50 tahun ITS merupakan momentum yang bagus untuk rame-rame berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena 50 tahun hanya datang sekali dengan memanfaatkan momentum 50 tahun ITS untuk memberikan partisipasi dan dukungan bagi berbagai kegiatan yang ada.

Sedangkan dalam sambutannya Ketua Senat IKA ITS sekaligus Mendiknas Prof Dr Muhammad Nuh menyampaikan terima kasihnya atas kekompakan alumni ITS selama ini, meskipun di internal ada dinamika-dinamika yang terus berkembang. Kekompakan ini sangat penting bagi untuk meningkatkan kontribusi alumni ITS bagi bangsa dan negara dimasa mendatang. Beliau juga heran ketika menanggapi data yang disampaikan oleh Ketua Umum IKA ITS tentang bertambahnya alumni ITS yang mendapatkan kepercayaan di Pemerintahan, BUMN maupun BUMS, ini tentu modal yang sangat berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri semua alumni ITS. Pada ksempatan ini Pak Nuh juga mensosialisasikan Peraturan Pemerintah dibidang pendidikan yang akan lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya menengah ke bawah, dimana :
-    Setiap Perguruan Tinggi wajib menyediakan 20% kursi untuk mahasiswa miskin.
-    Setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan seleksi mahasiswa baru 60% dilakukan secara nasional.
-    Terkait dengan pemilihan rektor Perguruan Tinggi, disampaikan adanya memperbesar power sharing bagi senat Perguruan Tinggi. Jika dahulu kewenangan Senat PT hanya mengusulkan dan 100% dipilih oleh Presiden, maka dengan aturan baru ini dilakukan “Power Sharing” dimana sebanyak 65% oleh Senat Perguruan Tinggi dan 35% oleh Mendiknas. Beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan pemilihan Rektor dan terkena aturan baru ini adalah ITS, UNPAD, UNS, Universitas Negeri Medan, Universitas Tanjung Pura.

Sehubungan dengan rapat forum Rektor Jawa Timur yang baru selesai pukul 17.00, maka Ketua Penasehat IKA ITS Prof. Ir. Priyo Suprobo berhalangan hadir. Pak Moh Jaelani selaku mantan Ketua IKA ITS dan alumni paling senior yang hadir memberikan sambutan yang intinya mengingatkan IKA ITS untuk terus memberikan perhatian kepada alumni dan meningkatkan networking yang ada. Pembinaan untuk alumni yang menjabat juga diharapkan sampai ke daerah, karena di provinsi juga ada eselon 1, eselon 2 maupun di Kabupaten/Kota termasuk badan usaha milik daerah. Sehubungan dengan terpilihnya Ir. Risma sebagai walikota Surabaya, merupakan kewajiban kita bersama untuk membantu mensukseskan Pemerintah tersebut, karena merupakan kontribusi ITS bagi masyarakat Surabaya.

Sebagai alumni ITS yang baru dipromosikan sebagai Deputi Meneg BUMN bidang industri strategis dan manufaktur, Ir. Irnanda Laksanawan MSc menyampaikan bahwa beliau membawahi 45 BUMN yang memberikan kontribusi deviden ke negara sebesar 75%. Visi yang ingin diwujudkan adalah BUMN mampu “creating value”. Salah satu perusahaan BUMN yang memiliki landasan menciptakan creating value yang bagus adalah PT Telkom yang landasan tersebut disiapkan oleh Pak Kristiono, sehingga sekarang PT Telkom melaju kencang dan mampu menghadapi persaingan global. Namun realita saat ini ada kesenjangan, dimana industri penunjang telekomunikasi tidak dapat tumbuh. Pada saat penjualan TELKOM menembus Rp 50 trilyun, namun pendapatan PT LEN dan PT INTI masing-masing hanya Rp 300 milyar dan Rp 800 milyar. Ibaratnya sekarang PT Telkom mendukung R & D produk asing di China, oleh karena itu perlu berkolaborasi dengan Mendiknas bagaimana R & D produk bisa dilakukan di Indonesia sehingga nilai tambah akan dapat dinikmati untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Contoh lain Pertamina yang pendapatannya mencapai Rp 400 trilyun, maka hanya 5% saja dinikmati industri di Indonesia. Saat ini Pak Harsusanto memimpin PT PAL yang bisa membuat kapal bagus, tepat waktu tapi harganya mahal sekali. Saat ini Pak Harsusanto sedang memimpin transformasi PT PAL dan dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan Daewoo untuk membuat kapal selam dan semi kapal induk. Ini tentu akan membuat gentar negara tetangga yang selama ini masih menanggap remeh kekuatan TNI. Untuk mendukung program itu, bersama Kementerian Pertahanan sedang disiapkan UU revitalisasi industri strategsi dan pertahanan.

Pak Satya W Yudha sebagai perwakilan alumni ITS di DPR dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITS perlu memperkuat kemampuan pada aspek kebijakan publik, karena hal ini sangat strategis dan dibutuhkan dimasa mendatang. Sebagai alumni yang 23 tahun berkarir di perusahaan minyak, tentu sudah memiliki kemampuan dibidang teknis, kemampuan ini tentu perlu dukungan pengusaan kebijakan public sehingga hal teknis dapat dibuat menjadi regulasi. Hasil “Business Summit” menjadi “political tool” dan diharapkan menjadi tradisi outlook IKA ITS setiap tahunnya dalam rangka mengkritisi dan memberikan masukan bagi Pemerintah.

Pada acara silaturahmi ini juga diserahkan secara simbolis buku hasil Business Summit IKA ITS 2010 dari Ketua Umum PP IKA ITS kepada Mendiknas. Pada kesempatan ini Sekjen Cak Djawahir juga disosialisasikan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PP IKA ITS maupuna Pengurus Wilayah IKA ITS, antara lain : Peluncuran Direktori Alumni ITS tanggal 6 Nopember 2010, Turnamen Golf alumni ITS tanggal 7 Nopember 2010 serta acara “nggowes alumni ITS” yaitu bersepeda dari Jakarta – Surabaya yang diselenggarakan oleh IKA ITS Jakarta Raya.