Rehat

Pembelian Kantor IKA ITS

IKA ITS memiliki kantor tetap di Surabaya yang menempati salah satu bagian gedung MMT ITS (sebagai tukar guling kantor IKA ITS di Jl. Teknik Arsitektur kampus ITS), sedangkan di Jakarta kantor IKA ITS masih kontrak.

Semenjak PP IKA ITS membuat kantor di Jakarta sejak era kepemimpinan Pak Kristiono, maka kantor IKA ITS telah berpindah sebanyak 3x sejak era Pak Kristiono sampai dengan era Pak Dwi Soetjipto. Pertama kalinya kantor IKA ITS di Jakarta di Gedung Kindo Building, Jl. Duren Tiga Jakarta Selatan kemudian berpindah ke RUKO di Jl. Raya Pejaten dan berpindah lagi ke Royal Palace Building, Jl. Prof. Soepomo Jakarta.

Selalu berpindahnya kantor IKA ITS ini menunjukkan belum tertata/kuatnya infrastruktur IKA ITS dan timbulnya beban biaya tahunan untuk kontrak kantor. Sewa kantor di Jakarta terus membumbung tinggi, dimulai sewa di Gedung Kindo pada angka Rp 30 jutaan pertahun dan meningkat menjadi lebih dari Rp 80 jutaan saat ini. Tentunya pada kurun waktu 10 tahun mendatang sewa kantor IKA ITS di Royal Palace Building bisa mencapai angka Rp 1 milyar untuk kontrak 4 tahun. Nilai ini adalah angka yang sangat besar dan dapat diputar untuk kegiatan IKA ITS sehingga memberikan manfaat kepada alumni dan masyarakat luas.

Di era kepengurusan Pak Dwi Soetjipto, kepemilikan kantor sendiri merupakan salah satu sasaran yang ingin dicapai. Sudah berkali-lai pembahasan mengenai ini, termasuk diacara silaturahmi alumni ITS pada akhir Feruari 2011 di kantor Pak Lukman Mahfoedz di Energy Building, bahkan sampai dibentuk Tim Pengadaan Sekretariat IKA ITS.

Pada akhirnya pilihan lokasi di sekitar Jl. Jenderal A. Yani, By Pass No 52, Cempaka Putih Jakarta Pusat. Tepatnya persis diseberang jalan Universitas Jayabaya. Selain untuk kantor maka akan dimanfaatkan untuk rumah singgah bagi mahiswa dan alumni ITS dari luar Jakarta yang sedang ikut tes kerja atau sedang merintis usaha sehingga perlu menghemat biaya penginapan. Biaya pembelian diperkirakan mencapai Rp 1,4 milyar dan biaya renovasi +/- Rp 100 juta.

Pemilihan didaerah ini mempertimbangkan aspek strategis dan kemudahan dijangkau. Jika IKA ITS ada kegiatan dan memasang umbul-umbul/baliho akan mudah dilihat di jalan tol, serta lokasi dilewati oleh jalur busway sebagai moda trasnportasi massal di Jakarta saat ini. Dengan memiliki kantor ini, maka alokasi dana Rp 100 jutaan pertahun dan akan meningkat terus untuk biaya kontrak/sewa kantor bisa dipakai untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Amiiinnn…