Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Pelajar di Sekitar PLTN Dapat Beasiswa Iptek Nuklir

JAKARTA, alumniITS.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menginginkan masyarakat dapat memahami nuklir bukan sesuatu yang membahayakan. Berbagai pendekatan dan sosialisasi pun dilakukan termasuk melakukan pemberian beasiswa bagi pelajar untuk menimba ilmu yang erat kaitannya di bidang tersebut.

Beasiswa yang diberikan sejak tahun 2011 ini hingga kini masih ditujukan bagi pelajar di Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan. Sebab kedua daerah tersebut diproyeksikan menjadi tempat studi tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deputi Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Batan, Falconi Margono, mengatakan pemberian beasiswa dilatarbelakangi adanya pandangan masyarakat bahwa nuklir adalah sesuatu yang tidak mungkin, membahayakan dan ilmu asing.

“Oleh karena itu kita coba adanya program beasiswa. Kalau dulu orang-orang yang kita sekolahkan harus ikatan dinas dikemudian hari. Saat ini tidak lagi,” katanya di Jakarta, Rabu (14/8).

Pemberian beasiswa nuklir bagi 48 pelajar yang tercatat sejak tahun 2011 ini tambahnya merupakan bagian dari sosialisasi. Sehingga pelajar-pelajar SMA yang berprestasi bisa mencapai pendidikan sarjana dan kelak bisa mensosialisasikan iptek nuklir di masyarakat.

Hingga kini penelitian dan pengembangan iptek nuklir di Indonesia telah menghasilkan banyak produk yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan hasil litbang nuklir dalam bidang pertanian, kesehatan, peternakan, industri dan sumber daya air telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan hasil litbang nuklir pun harus ditingkatkan sehingga bagi pembangunan berkelanjutan.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, kesiapan generasi muda dalam penguasaan iptek nuklir sangatlah penting. Kegiatan beasiswa nuklir ini pun menurut Falconi merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal di daerah studi tapak PLTN.

Falconi pun berharap pelajar di Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan dua daerah persiapan studi tapak, kelak jika PLTN ada di sana, sudah ada anak-anak muda yang bicara nuklir dengan bahasa yang dapat dimengerti masyarakat. Target capaian pun dapat diperluas.

Selain itu melalui kegiatan tersebut diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan penguasaan iptek nuklir yang sangat bermanfaat dalam pelaksanaan program energi nuklir nasional.

Ia menjelaskan pelajar-pelajar yang mendapat beasiswa nuklir sebagaian besar mempelajari fisika medis dan beberapa jurusan yang erat kaitannya dengan iptek nuklir. Sebanyak 48 pelajar tersebut menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta.

Sementara itu, untuk tahun 2013 ini, pemberian beasiswa diberikan bagi 17 pelajar di Bangka Belitung dan 5 pelajar di Kalimantan Selatan. (endy)