Kiprah AlumniProfil

Nova Iriansyah

Nova Iriansyah adalah mantan Ketua Partai Demokrat di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Lelaki kelahiran Banda Aceh, 22 November 1963 ini sebenarnya adalah seorang pengusaha. Usai menamatkan S1 di Institut 10 November Surabaya pada 1988, Nova melanjutkan program Magister di Institute Teknologi Bandung dan selesai pada 1998.

Nova Iriansyah adalah putra Gayo. Ia berasal dari Linung Bulen I, sebuah kampung di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Ayahnya, HM Nurdin Sufie, adalah politisi kawakan yang menjadi Bupati Aceh Tengah pada tahun1970 hingga 1974. Meski tak lahir dan besar di Gayo, tapi Nova mengecap pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 3 Takengon.

Setelah lulus dari Program Magisternya di Institut Teknologi Bandung, Nova Iriansyah lebih dikenal sebagai dosen, usahawan, dan arsitek di Banda Aceh. Nova tercatat pernah mengajar di  Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala pada tahun1989 hingga 2006. Karirnya sebagai pengusaha dimulai selepas ia meninggalkan dunia pendidikan. Pada tahun 2006, ia menjabat sebagai Komisaris PT. Mega Desain Konsultan dan PT. Archie Forum Konsultan, (2006 s/d 2008).

Tapi, namanya mencuat ke public karena kiprahnya di dunia politik. Sempat menjadi kader partai-partai besar di Indonesia, Nova bergabung dengan Partai Demokrat dan memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pada tahun 2006 hingga 2011. Pada periode inilah ia diangkat menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NAD-1 pada Pemilu 2009. Saat Pilpres 2009, Nova Irianto ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TIMKAMDA) SBY-Boediono di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Usahanya membuahkan hasil yang sangat fantastis, Pasangan yang ia jagokan meraih persentase 94 % di seluruh Aceh. Hal ini merupakan persentase tertinggi yang diraih SBY-Boediono di seluruh Indonesia.

Pada periode pemilu yang sama, Nova juga terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah kelahirannya yaitu daerah pemilihan Aceh I (NAD I). Di DPR, ia diberikan tanggung jawab untuk melakukan fungsi-fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan di Komisi V, Komisi yang menangani bidang-bidang perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, daerah tertinggal, lumpur sidoarjo dan pengembangan wilayah suramadu.

Ir. Nova Iriansyah, MT adalah seseorang yang sangat aktif dalam berbagai aktivitas dan organisasi. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, diantaranya Ketua Pelajar Mahasiswa Keluarga Tanah Rencong (PMKTR) Surabaya, dan Ketua Temu Karya Ilmiah ke-5 Mahasiswa Arsitektur se-Indonesia di Surabaya. Setelah lulus dari perkuliahan, ia dipercaya sebagai Sekretaris Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Aceh. Selanjutnya bencana alam tsunami yang melanda kampung halamannya telah mengetuk nuraninya untuk berperan serta sebagai koordinator LSM SAVE ACEH Provinsi NAD Untuk Korban gempa & Tsunami Aceh dan Koordinator POSKO Kemanusiaan PD untuk Gempa dan Tsunami Aceh Provinsi NAD. Selain itu ia juga sempat diberi tanggung jawab sebagai Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Aceh, Anggota Pengurus Himpunan Pengembang Jalan/Jembatan (HPJI) Provinsi NAD, Komite Jasa Konstruksi KADIN Indonesia, Ketua Umum LPJKD Provinsi Aceh, serta sebagai Ketua Tim Pemantau UU Pemerintahan Aceh dan UU Otsus Papua DPR-RI.

Pada pilkada Aceh 2017, Nova Iriansyah terpilih sebagai wakil gubernur menemani Irwandi Yusuf. Pasangan Irwandi – Nova diusung oleh Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh dan sejumlah partai politik lainnya meraih 898.710 suara dari 2,4 juta lebih suara sah. Pasangan ini mengungguli lima pasangan calon lainnya. Saat ini, Nova ditunjuk sebagai pelaksana tugas Gubernur Aceh menggantikan rekannya yang dinon-aktifkan.