Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Mobil Hidrogen Mulai Disentuh


DETROIT, alumniITS.com  – General Motors Co (GM) dan Honda Motor Co akan bersama-sama mengembangkan kendaraan dengan sel bahan bakar hidrogen selama tujuh tahun ke depan untuk menghemat biaya teknologi dan memenuhi ketentuan emisi global.

Dalam kesepakatan yang diumumkan Rabu (3/7), dua perusahaan itu juga akan mengembangkan infrastruktur pengisian hidrogen yang menjadi faktor penting bagi pembeli untuk bisa menerima mobil jenis ini, dan juga demi masa depan jangka panjang teknologi kendaraan hidrogen.

Mobil sel bahan bakar kembali dilirik setelah kawasan penting industri otomotif seperti China, Eropa dan Amerika Serikat berencana menetapkan batasan emisi yang lebih ketat dalam 12 tahun ke depan. GM dan Honda mengatakan akan saling membantu membangun teknologi sekaligus berbagi pemasok yang sama untuk menghemat ongkos mobil sel bahan bakar, yang biaya pembuatannya lebih mahal dari mobil listrik.

“Di GM, kami percaya pada teknologi sel bahan bakar hidrogen sebagai salah satu alternatif yang mungkin pengganti teknologi propulsi yang lebih tradisional, agar bisa membantu mengurangi ketergantungan pada bensin,” kata Walkil Kepala GM Steve Girsky.

“Sayangnya biaya teknologi ini tidak turun secepat seperti keharusan agar bisa terjangkau secara komersil,” tambahnya.

Mobil sel bahan bakar memiliki ‘tumpukan’ sel yang menggabungkan hidrogen dan oksigen di udara untuk menghasilkan listrik. Emisi yang dihasilkan cuma uap air yang sama sekali tak berbahaya. Mobil hidrogen bisa menempuh jarak lima kali lebih jauh dari mobil listrik, dan hanya butuh beberapa menit untuk mengisi tangki hidrogen, dibandingkan waktu isi ulang mobil listrik yang bisa mencapai delapan jam.

Saat ini baru ada dua jenis mobil hidrogen yang tersedia di pasar Amerika Serikat, yaitu Honda FCX Clarity dan Mercedes-Benz F-Cell. Honda juga berencana meluncurkan pengganti FCX di Jepang dan Amerika pada 2015.

Salah satu hambatan utama penyebarluasan teknologi ini adalah dibutuhkannya platinum untuk memicu reaksi kimia dalam sel bahan bakar. Komponen platinum saja menambah ongkos produksi ribuan dolar per mobil.

Masalah lain adalah ketersediaan stasiun pengisian hidrogen, yang pembangunannya membutuhkan biaya US$ 1 juta per unit. Di Amerika, saat ini baru tersedia 10 stasiun pengisian hidrogen, sebagian besar di wilayah selatan California.

Sebagai bagian dair kolaborasi itu, GM dan Honda juga akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memperluas jaringan stasiun pengisian hidrogen.

Januari lalu, Toyota Motor Corp dan BMW AG mengumumkan rencana meluncurkan mobil sel bahan bakar pada sekitar 2020. Setelah itu Daimler AG — pemilik merk Mercedes — Ford Motor Co dan Nissan Motor Co juga bekerjasama untuk memproduksi mobil sel bahan bakar dalam lima tahun ke depan. ([email protected])