Berita

Mendesain Struktur Perusahaan

Pengasuh konsultasi yang terhormat. Salah permasalahan perusahaan yang sedang berkembang/dibangun adalah bagaimanakah mendesain struktur perusahaan. Seperti yang kami alami ketika membuat perusahaan, bagaimana mendesain fungsi-fungsi kerja (aspek operasional) dan pengawasan, mengingat keterbatasan kapital dan SDM. Terima kasih, Suparjo – Kediri.

Jawaban :

Mendesain Struktur Perusahaan hendaknya disesuaikan dengan bidang bisnis perusahaan serta keahlian personil yang ada didalamnya. Sebagai contoh perusahaan trading/agen (perdagangan) tentunya struktur perusahaan pada aspek marketing dan after sales support menjadi prioritas utama. Ini pun perlu di pertajam lagi dengan produk apa yang menjadi barang dagangan sebuah perusahaan.

Jika ada kategori high tech dan butuh skill khusus, maka pada struktur HRD perlu diperkuat dengan program-program yang terkait dengan pengembangan SDM bahkan program untuk mengantisipasi terjadinya “turn over” karyawan. Sebagai contoh, turn over (perpindahan karyawan) dibidang IT saat ini paling tinggi, khususnya di Indonesia. Keahlian yang khusus dan supply tenaga ahli yang kurang menjadikan hukum pasar berlaku. Belum lagi turn over ke overseas (luar negeri), karena sifat pekerjaan IT yang bisa dimanapun menjadikan lokasi pekerjaan ibarat sebuah piring saja. 

Struktur sendiri ada yang cenderung vertikal (banyak lini contoh : Direktur => Kadiv => General Manager => Manager Unit => Supervisor => Kepala Regu=> Staff) atau juga cenderung horisontal dalam artinya tidak terlalu berjenjang strukturnya sehingga pengambilan keputusan lebih cepat, dan lebih banyak lagi karyawan yang menjadi tenaga operasional teknis (bukan fungsi manajerial saja), contoh : Direktur => Manager =>Supervisor => Staff. Setelah desain struktur perusahaan diperoleh, kemudian bagaimana membuat SOP pada setiap struktur sehingga memastikan sistem berjalan dengan baik.  Untuk belajar fakta nyata mengenai struktur perusahaan, dengan internet ada bisa browsing ke banyak website perusahaan, tentu pada fitur profile/manajemen dapat terlihat contoh struktur perusahaan. Tentu tidak detail, paling tidak Anda akan dapat lebih punya gambaran nyata yang ada. Untuk memastikan sistem berjalan dengan baik, banyak sekali tool-tool manajemen yang bisa digunakan, mulai ISO, Balance Score Card, Six Sigma, dan lainnya. Penggunaan sistem manajemen butuh komitmen dan kontrol yang ketat dari top manajemen, untuk memastikan efektivitas fungsinya.