Kliping Media

Konsorsium Sepeda untuk Sekolah Sumbang Sepeda

SURABAYA – Puluhan sepeda kecil baru kemarin (1/2) berjajar di depan rektorat Institut Teknologi 10 Nopember (ITS). Tentu, kendaraan kayuh itu bukan tunggangan para pejabat rektorat. Bukan pula milik para mahasiswa. Sepeda anyar tersebut merupakan sumbangan untuk siswa tidak mampu sebagai bagian dari gerakan sejuta sepeda untuk sekolah yang digagas konsorsium Sepeda untuk Sekolah (SUS).

Konsorsium itu terdiri atas berbagai lembaga. Yakni, Klub Guru, Center for the Better Education (CBE), Bike to Work, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), dan Ikatan Alumni (IKA) ITS. ''ITS melalui IKA ITS mengikuti program ini untuk membantu siswa yang tidak mampu agar terus bisa melanjutkan sekolah,'' ujar Rektor ITS Priyo Suprobo.

Gerakan sejuta sepeda untuk sekolah tersebut muncul lantaran tingginya harga BBM yang membuat banyak siswa putus sekolah. Tarif angkutan juga tinggi. Akibatnya, ke sekolah pun mereka tidak mampu. Lalu, terbentuklah konsorsium SUS untuk menyumbangkan sepeda dari berbagai kalangan.

IKA ITS telah menyumbangkan 50 sepeda. Saat ini, SUS berhasil mengumpulkan 1.300 sepeda untuk dibagikan secara nasional. Jatim kebagian 140 sepeda. Itulah yang di antaranya kemarin dibagikan di ITS.

Sebelum pembagian, berbagai kelompok bersepeda bersama mulai Taman Bungkul hingga ke rektorat ITS. Wali Kota Bambang Dwi Hartono ada di antara mereka.

Tahun ini, konsorsium sedang melakukan pembicaraan dengan PT Pertamina untuk memberikan bantuan 10 ribu sepeda. Jika berhasil, sepeda-sepeda itu akan dibuat secara masal oleh warga Surabaya. Nanti ITS bekerja sama dengan pemkot untuk memberdayakan home industry atau usaha kecil-menengah (UKM). ''Sepeda, jika dibuat langsung seperti itu, kan butuh pabrik yang besar. Tapi, kalau satu UKM membuat satu onderdil, lalu disatukan, kan tentu bisa,'' ujar Probo.

Saat ini, Probo telah melakukan pembicaraan dengan bank untuk membantu kegiatan tersebut. Jika 10 ribu sepeda itu benar-benar terlaksana, industri rumahan onderdil sepeda akan ikut menggeliat. Kala itu terjadi, ITS bersedia menjadi salah satu yang mengendalikan kualitas (quality control) dan desainnya.

''Nanti sepeda yang disumbangkan adalah buatan warga Surabaya dan sekitarnya. Ini kan selain membantu anak-anak dengan sepeda, juga memberdayakan ekonomi masyarakat kecil,'' tegas Probo. (sha/dos)