Selasa, Oktober 22, 2019
Jendela Kesehatan

Gorengan Sumbang 35% Penyakit Jantung

WASHINGTON (Antara/Reuters): Makanan yang banyak mengandung goreng-gorengan, cemilan bergaram dan daging berupa junk food, menyumbang 35%� serangan jantung di dunia, kata beberapa peneliti.

Studi mereka di 52 negara memperlihatkan orang yang menyantap makanan alat Barat ini yang terdiri atas daging, telur dan junk food lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung, sementara mereka yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki risiko yang lebih rendah.

Studi tersebut mendukung temuan sebelumnya yang memperlihatkan junk food dan lemak hewani dapat mengakibatkan sakit jantung, dan terutama serangan jantung.

Dokter Salim Yusuf di McMaster University di Ontario, Kanada, dan rekannya menanyai lebih dari 16.000 pasien, 5.700 di antara mereka baru saja mengalami serangan jantung pertama.

Mereka mengambil contoh darah dan meminta setiap pasien mengisi formulir terperinci mengenai kebiasaan makan mereka antara Februari 1999 dan Maret 2003. Mereka membagi relawan jadi tiga kelompok.

“Faktor pertama diberi nama 'Oriental' karena banyak berisi tahu putih dan kedelai dan saus lain,” tulis mereka di dalam laporan yang disiarkan di jurnal Circulation.

“Faktor kedua diberi nama 'Barat' karena banyak berisi makanan yang digoreng, cemilan bergaram dan daging. Faktor makanan ketiga diberi judul 'hati-hati' karena banyak berisi buah dan sayur-mayur,” katanya.

Orang yang makan lebih banyak buah dan sayuran memiliki risiko serangan jantung 30% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang memakan sedikit buah atau bahkan tidak makan buah sama sekali, kata mereka.

Orang yang mengonsumsi makanan Barat memiliki risiko serangan jantung lebih 35% lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengkonsumsi makanan yang digoreng atau daging.

Temuan tersebut penting karena belum jelas apakah makanan atau faksi lain yang menimbulkan risiko serangan jantung. Makanan yang kaya akan kandungan mungkin berhubungan dengan gaya hidup yang lebih kaya yang meliputi sedikit atau tanpa olahraga, misalnya.

Namun para peneliti itu menyatakan bahwa sakit jantung tak lebih hanya menyerang orang kaya.

“Rata-rata 80% sakit jantung dan saluran pernafasan di dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah,” tulis mereka.

Makanan yang kaya akan tahu putih dapat netral tetapi bukan melindungi karena tingginya kandungan sodium pada makanan tersebut, kata mereka. Konsumsi sodium dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan serangan jantung serta stroke.