Berita

Ekonomi AS Lesu, Bursa Asia Merana

HONG KONG, alumniITS.com – Sebagian besar bursa saham Asia pada Jumat pagi ini melanjutkan pelemahannya merespons meningkatnya jumlah pengangguran Amerika Serikat dan turunnya penjualan rumah, yang menandakan perlambatan di negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/5/2013), harga saham Panasonic, produsen televisi terbesar kedua di Jepang, turun 1,8%. Newcrest Mining, produsen emas terbesar di Australia jatuh 2,6%, kemorosotan terpanjang dalam 16 bulan. Worley Parsons (WOR) merosot 14% di Sydney setelah pengembang jasa rekayasa industri minyak dan gas memprediksi keuntungan tanpa prediksi para analis.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,2% menjadi 142,74 pukul 09.31 pagi waktu Tokyo sejak bank sentral Jepang mengambil langkah untuk mencegah deflasi. Para pembuat kebijakan AS dan Eropa pun masih siaga untuk pertumbuhan berikutnya. Penghitungan menunjukan perkembangan minggu kedua.

“Pelambatan Amerika Serikat cukup memprihatinkan,” ujar Head of Equity Investment Strategy for Wealth Management di Standard Chartered yang berbasis di Singapura, Robert Aspin di sebuah wawancara.

“Kami mencari pasar dengan pergerakan cepat lewat masa konsolidasi. Dalam jangka pendek, pasar-pasar Jepang terlihat laris, tapi tidak dalam jangka panjang,” tambahnya

Rata-rata saham Nikkei 225 Jepang merosot 0,5%, sementara Topix Index turun 0,1%. Bursa NZX 50 New Zealand jatuh 0,4%, sementara bursa S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,2%. Bursa saham Korea Selatan dan Hong Kong tutup di hari-hari libur. ([email protected])