Berita

Dari Kontroversi Bikini ke Presenter Berita

Mahasiswa ITS kembali mewujudkan tradisi juaranya, Putri Raemaswati, mahasiswa Teknik Industri ITS yang menjadi duta Jawa Timur pada Puteri Indonesia 2007 terpilih menjadi Puteri Indonesia 2007.

Itulah kalimat pembuka dalam situs resmi ITS tak lama setelah Raema terpilih menjadi Putri Indonesia. Memang tak banyak mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang sukses meniti karier melalui kontes kecantikan. Maklum, mahasiswa kampus “macho” jarang-jarang melirik kegiatan ini.
Kemenangan ini untuk Jawa Timur, untuk Kota Blitar, keluargaku dan teman-teman’” ujar Raema begitu ia ingin disapa yang tampak anggung dalam kebaya hitan sesaat setelah dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2007.

Jum’at malam 3 Agustus 2007 adalah momentum yang tak terlupakan bagi Raema. Bermodal keberanian pula ia menyisihkan 10 finalis dalam Grand Final di Balai Sidang Jakarta. Malam itu, Raema nyaris tampil sempurna. Pada malam yang mendebarkan bagi setiap finalis tersebut, gadis kelahiran Blitar 5 Desember 1986 itu menjawab setiap pertanyaan dengan tenang, singkat dan tegas.

“Seorang pengecut mati berkali-kali disepanjang hidupnya, sedangkan seorang pahlawan hanya mati satu kali dalam hidupnya” kata Raema menjawab pertanyaan tentang perbedaan antara pahlawan dan pengecut. Jawaban singkat namun mantan dan dalam ini disambut tepuk tangan meriah para penonton.

Jawaban-jawaban lugas pemilik tinggi badan 172 cm ini mengantarkannya pada babak tiga besar lalu akhirnya terpilih sebagai Puteri Indonesia 2007 menggantikan Agni Prastistha. “Saya bangga sekali bisa membawa nama baik kota Blitar dan saya sangat terkejut dengan sambutan masyarakat yang begitu meriah dan antusias kepada saya. Sampai saat ini saya belum percaya dengan keberdaan saya sendiri,” kata Raema saat berkunjung ke kota kelahirannya.

Raema sangat bangga dengan kemenangannya. Baginya kecantikan tidak akan membaawa manfaat apapun bila tidak bisa mempercantik masyarakat. “Saya ingat pesan Bung Karno. Jangan menjadi Mawar hanya untuk mempercantik diri sendiri tetapi harus menjadi Mawar pagar bangsa” ujar alumni SMA Negeri 1 Blitar ini.

Sebagai duta, sulung tiga bersaudara ini juga bertugas mempromosikan anti narkoba, duta sosial, anak-anak perempuan, budaya, dan lingkungan. Bukanlah tugas gampang bagi Putri selama setahun hingga seperti dijelaskan pihak Yayasan Puteri Indonesia, Putri akan dbekali dengan berbagai hal.

Pilihan Raema terjun ke dalam ajang ratu kecantikan bukan semata-mata mengikuti hasrat. Ia sadar benar atas baik dan buruk yang bakal diterima di kemudian hari. Memang benar, pada akhirnya mahkota Puteri Indonesia 2007 mengantarknya menuju pintu kontes ratu sejagat, Miss Universe.

Seperti juga yang sudah-sudah delegasi Indonesia ke ajang Miss Universe selalu memunculkan kontroversi. Apalagi kalau bukan soal kaharusan ”memamerkan” pada dan dada dalam sesi baju renang. Tapi untuk Raema, kontroversi itu terasa lebih kuat. Raema yang sudah bertekad bulat memberi yang terbaik untuk negaranya Indonesia berani melangkah melampaui pendahulunya.