Buku

Buku sejarah “ITS” ditulis oleh Jahja Hasim Pendiri ITS Yang Masih Hidup

Berbicara mengenai ITS sangat menarik, mulai dari kontroversi singkatannya sampai dengan sejarah berdirinya ITS. Buku ini ditulis oleh Bapak Jahja Hasyim “Satu-satunya Pendiri ITS” yang masih hidup. Tentu buku ini menjadi menarik, untuk melihat apakah ITS saat ini sudah sesuai dengan cita-cita “founding father”.

Buku ini dilucurkan pada tahun 2007 yang menurut Pendiri ITS Bapak Jahja Hasyim adalah Dies Natalis ke 50, sedangkan menurut ITS merupakan Dies Natalis yang ke 47. Menarik tentunya melihat perbedaan lahirnya ITS ini. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya. Berstatus Swasta Murni, adalah Cikal Bakal menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dilahirkan 17 Agustus 1957 dan diresmikan 10 Nopember 1957. Dalam suatu rapat para perintis/pendiri sepakat untuk mendirikan Perguruan Tinggi Teknik Exacta yang diberlakukan mulai tepat tanggal 17 Agustus 1957 dengan nama “10 Nopember ” di Surabaya. Bersamaan waktu itu dibentuk Yayasan sebagai pengasuh dengan nama Yayasan Perguruan Tinggi Teknik “10 Nopember” Surabaya dengan singkatan YPTT 10 Nopember. Tiga bulan kemudian, hari Minggu tanggal 10 Nopember 1957 pukul 10.00 wib di adakan upacara bertempat di hanggar Pesawat Udara Morokrembangan  Surabaya, mengenalkan ke masyarakat luas lahir berdiri Perguruan Tinggi Teknik di Surabaya. 

 

PTT 10 Nopember dan Yayasan berdiri, menyetorkan dana sebanyak Rp 170,00 (seratus tujuh puluh rupiah) sebagai modal pertama, dari 5 (lima) orang Pengurus Harian dan 12 (Dua belas) orang Anggota Pengurus masing-masing Rp 10,00.  7 orang penasehat dan 2 orang anggota kehormatan tidak dibebani. Dalam rangka pelaksanaan perkuliahan dibentuk tim usaha dana yang terdiri atas Dr. Angka Nitisastro, Ir. R. Soedjasmono, Ir. Ibrahim Zahir, Sarimin Reksodiharjo, Moh. Asnoen Arsat dan Jahja Hasyim dan tercatat kebutuhan dana Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu). Dalam rapat tim dana melaporkan bahwa sudah ada kesanggupan dari satu perusahaan dagang PT. Tiga Tunggal Surabaya untuk menyumbang secara tunai 70% dari anggaran. Pemilik perusahaan ini adalah 2 (dua) orang dari pendiri Pendidikan Teknik ini. Jadi diputuskan Jahja Hasyim lebih memilih mengutamakan pendirian Perguruan Tinggi Teknik dibandingkan dengan penyelesaian rumah Jahja Hasyim di Jetis Wetan yang belum selesai.

Mengingat itu semua derajat predikat hari kelahiran 17 Agustus 1957 dan kepahlawanan 10 Nopember bernilai keramat dan tidak boleh dirubah/diganti mudah menurut dugaan orang. Seyogyanya sebaliknya bagi masyarakat Indonesia baik ilmuwan mupun bagi Pejuang Kemerdekaan didambakan menghormati sepenuh hati. Karena adanya Lembaga Pendidikan Tinggi Teknik di Surabaya, merupakan sarana tempat pendidikan bersifat kepeloporan dibidang sainds dan teknologi yang sangat dibutuhkan Negara RI baru berusia 12 (dua belas) tahun merdeka. Kemudian 3 tahun semenjak pendirian pada bulan Nopember 1960 Cikal bakal itu resmi dinegerikan oleh Pemerintah Ri (Departemen P.T.I.P) dengan ketentuan Dies Natalies tanggal 10 Nopember berubah struktur dan status nama diubah menjadi “ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah Institut Teknologi Negeri mulai bulan Nopember 1960 dan bukan kelahiran, Tetapi Tahun Pertama Penegrian”.

Tunggu edisi kelanjutannya (ditulis ulang sambil nonton semifinal BARCELONA vs chelsea). Nonton dulu, jagoannya masih ketinggalan 01 dari chelsea.