Berita

@toko, terobosan baru untuk ERP UKM

Upaya peningkatan kontribusi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah merupakan bagian dari langkah yang strategis pemerintah dalam memperkuat dasar kehidupan perekonomian terbesar rakyat Indonesia secara lebih sistematis, terintegrasi dan menyeluruh. Perkembangan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) yang besar ditunjukkan oleh jumlah unit usaha dan pengusaha, serta kontribusinya terhadap pendapatan nasional, dan penyediaan lapangan kerja. Pada tahun 2003, persentase jumlah UMKM sebesar 99,9 persen dari seluruh unit usaha, yang terdiri dari usaha menengah sebanyak 62,0 ribu unit usaha dan jumlah usaha kecil sebanyak 42,3 juta unit usaha yang sebagian terbesarnya berupa usaha skala mikro. UMKM telah menyerap lebih dari 79,0 juta tenaga kerja atau 99,5 persen dari jumlah tenaga kerja pada tahun 2004 jumlah UKM diperkirakan telah melampaui 44 juta unit. Jumlah tenaga kerja ini meningkat rata-rata sebesar 3,10 persen per tahunnya dari posisi tahun 2000. Kontribusi UKM dalam PDB pada tahun 2003 adalah sebesar 56,7 persen dari total PDB nasional, naik dari 54,5 persen pada tahun 2000. Sementara itu pada tahun 2003, jumlah koperasi sebanyak 123 ribu unit dengan jumlah anggota sebanyak 27.283 ribu orang, atau meningkat masing-masing 11,8 persen dan 15,4 persen dari akhir tahun 2001. Sedangkan di tahun 2011 ini, menteri koperasi usaha kecil menengah Syarief Hasan mengatakan kontribusi usaha kecil dan menengah terhadap pengurangan kemiskinan (Pendapatan Domestik Bruto/PDB) sudah mencapai 56 %.

Saat ini pengembangan dari usaha mikro ke usaha kecil 12 persen peningkatannya, sebaliknya usaha kecil ke menengah sebesar 4 persen. Dikatakannya,  usaha mikro saat ini ada 52,1 juta unit dari total 52,76 juta unit usaha yang terdiri dari kecil dan menengah serta berskala besar di Indonesia.

Salah satu BUMN yang concern terhadap pengembangan KUKM adalah PT Telekomunikasi Indonesia, tbk dengan dibentuknya Divisi Business Service (DBS) yang khusus mengelola segmen ini. Dalam visi dan misinya, melalui DBS, Telkom berkeinginan untuk membantu meningkatkan kompetensi, daya saing dan pemberdayaan Small Medium Enterprise di Indoensia melalui solusi ICT sebagai Business Enabler SME. Telkom dalam hal ini sebagai perusahaan ICT terbesar di Indonesia mencoba untuk “merangkul” dunia ini, dengan menyajikan layanan-layanan berbasis ICT untuk KUKM.

Sesuai karakteristiknya, layanan tersebut dibangun dengan konsep shared service, low total cost of ownership, dan disajikan dalam paket bundling, dengan harga yang sangat affordable untuk para pemain UKM tersebut.

Salah satu layanan yang dibangun dengan prinsip-prinsip tersebut adalah layanan ERP (enterprise resource planning) bagi KUKM, yang dinamakan @toko. @toko adalah sebuah aplikasi atau perangkat lunak yang mengintegrasikan manajemen internal dan eksternal di dalam organisasi, aplikasi ini merangkul semua modul yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan, penjualan, manufaktur, dan kegiatan akuntansi. Sebagaimana layaknya sebuah sistem ERP, @toko bertujuan untuk memudahkan aliran data dan informasi di dalam semua fungsi bisnis dalam batas-batas organisasi bisnis, selain itu juga bisa digunakan untuk mengelola hubungan dengan stakeholder di luar.

@toko merupakan produk bundling antara link dan aplikasi shared service untuk mendukung proses bisnis perusahaan UKM. Sejalan dengan pentingnya ERP untuk bidang bisnis UKM @toko diciptakan untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi penjualan. Dengan database terpusat dan berada di lokal UKM, membuat @toko menjadi salah satu perangkat lunak yang wajib dimiliki bagi UKM yang ingin meningkatkan bisnisnya.

Berbagai manfaat yang bisa didapat dari layanan ini, selain pelanggan UKM akan lebih fokus dalam peningkatan bisnis, @toko juga tidak perlu mengeluarkan kocek yang terlalu tinggi (CAPEX) mengingat layanan ini bisa disewa secara bulanan (OPEX), modul-modul perangkat lunak yang terintegrasi satu sama lain, database secara penuh akan ada di lokal PC pelanggan sehingga akses data terjaga. Selain itu,  tampilannya tidak membosankan untuk digunakan karena aplikasi dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk selalu digunakan.

 

oleh : Hesti Nugrahani (Praktisi Telekomunikasi)