Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

SINERGITAS TIM FORMULA ITS, JALIN KERJASAMA DENGAN IKA PW JAKARTA RAYA

Pada jumat 8 maret 2019, Sapuangin ITS Team dan Anargya berdiskusi dengan alumni ITS, kali ini di sekretariat IKA ITS PW Jakarta Raya yang diikuti oleh ketua umumnya, Rifqi Isnanda, alumnus Teknik Mesin ITS 87, didampingi oleh beberapa alumni lainnya diantaranya Dz. Arifuddin, alumnus teknik mesin angkatan 97 dan Soni Fahruri, alumnus teknik sistem perkapalan 98.

Bertempat di Plaza SUA Tebet, perwakilan tim its berdiskusi mengenai projek dari Anargya ITS Team dan ITS Team Sapuangin yaitu Formula SAE Japan dan rencana sinergitas antar tim ini kedepannya. Dimulai dari Tim Anargya yang memperkenalkan tim nya sebagai generasi pertama dari Formula Electric di ITS yang punya tujuan akhir Formula Autonomous dan dilanjutkan oleh Sapuangin yang memperkenalkan mobil Formula nya yang sudah masuk Generasi ke 7.

Dari kedua tim mempunyai visi yang sama yaitu dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, serta menuangkan ide maupun risetnya kepada Indonesia.

IKA ITS PW Jakarta Raya (PWJR) menyambut dengan baik kedatangan dari Kedua Tim ITS ini, dan menanggapi inisiatif ini dengan baik, sebagai mahasiswa yang ingin berusaha dan bersinergi, guna mengharumkan nama ITS dan Indonesia Bersama-sama. Cak Rifqi begitu ketua IKA ITS PWJR menyarankan agar sinergitas ini bisa dikembangkan dan terus menerus serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak hanya dalam kompetisi ini saja, tetapi juga dalam tantangan global untuk menjawab bahwa sebenarnya masih banyak sektor-sektor di negri ini yang kurang dalam penerapan teknologi, salah satunya adalah agrobisnis ( Pertanian, Perikanan , Perkebunan dst ), melihat potensi swasembada pangan yang akan semakin masif” begitu dipaparkan oleh Cak Rifqi dengan penuh semangat.

Cak Dz.Arifuddin menambahkan, agar sinergitas antar tim formula ini dapat dikembangkan dengan tim ITS lain nya terutama yang memiliki kesamaan kompetensi, riset dan pengembangan, segmen serta kejuaraan yang sama. Sehingga secara team teknik bisa saling berdiskusi, berbagi pengalaman dan membuat terobosan-terobosan untuk speed up progres dan pengembang yang menjadi fokus masing-masing, apalagi beberapa team berlomba pada kelas dan segmen yang berbeda, meski dalam ajang dan kejuaraan yang sama.

Dihal non teknis, terutama dalam hal pendanaan ( sponsorship ) , media dan hubungan luar, sinergi dari berberapa team tersebut saling menguatkan dan memberikan HIGH IMPACT serta posisi tawar yang lebih tinggi dan menguntungkan bagi sponsor dan team terkait, Ada segmen-segmen tertentu yang diuntungkan dengan adanya berbagai macam alternatif dan paket sponsorship, sehingga lebih memperbanyak peluang baik secara nominal, kualitas maupun kuantitas sponsor di semua team. Meski ada segmen-segmen sponsor tertentu yang memang harus dedicate ke team-team tertentu menurut type dan segmen produknya.

Jadi, ada hal yang mesti disinergikan dengan semua team, untuk kepentingan bersama dan berkelanjutan dan berimpact lebih besar yang didapat oleh masing-masing team maupun sponsor, ada juga yang memang harus fokus dijalankan sendiri-sendiri dan berbeda oleh masing-masing team dan sponsor tertentu. Kembangkan berbagai alternatif yang menarik dan bervariasi.

Tentu alumni akan menyambut positif informasi, dan perkembangan hal tersebut, dimana nantinya tim ITS memiliki holding di bidang-bidang tertentu, sehingga lebih mudah bagi para alumni untuk menjalin hubungan kerjasama dan support kegiatan mahasiswa terintegrasi dan segmented” ujar alumni yang akrab disapa Cak Fickar ini.

“Saya harap, kedepannya riset semacam ini benar-benar dapat berkelanjutan meski berbeda dan berganti generasi, masing-masing periode harus bisa memberikan evaluasi yang menyeluruh terutama mengukuhkan hal-hal yang sudah baik dan unggul untuk dipertahankan serta disempurnakan, adapu negatif list / kelemahan-kelemahannya bisa dicarikan alternatif solusi dan upaya perbaikannya. Sehingga data dan progress team semakin tahun semakin terrecord dan terkontrol , ada milestone-milestone pencapaian dan point point pentting penyempurnaan.

Dari mulai awal perencanaan, rumuskan berbagai target pencapaian dengan mengimplementasikan konsep S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable/Assignable, Realistic/Relevant, and Time-Bound), agar riset mahasiswa tidak hanya berhenti di satu periode team dan mahasiswa saja, namun bisa terus menerus dikembangkan oleh team dan mahasiswa penerus selanjutnya, dan lebih baik lagi bisa diterapkan serta diwujudkan dalam bentuk produk yang bisa diterima dan dipakai oleh masyarakat banyak ( dikembangkan dalam produk-produk yang bisa di mass production ) ” tambah Cak Fickar.

Kedepannya, diharapkan sinergitas semacam ini dapat terjalin lebih baik dan meluas dan menjadi contoh bagi berbagai tim dibidang dan segment yang lainnya (kelautan/kemaritiman, robot dan otomasi, infrastruktur dst) , sehingga hubungan antara alumni dan kampus (terutama kegiatan kemahasiswaan yang potensial) dapat berjalan lebih baik, tersegmentasi, terukur dan pasti serta teralokasi dengan efektif, efisien serta tepat guna.

Sedangkan ide dan riset yang dihasilkan dapat tersalurkan dan menjawab permasalahan yang ada, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Soni Fahruri, yang juga pendiri CENITS- Centre for Energy and Innovation Technology Studies, mengamini ide dan pemikiran dari cak Rifqi dan cak Fickar. Patut diniatkan bahwa sinergitas berbagai kegiatan tim yang akan berlomba akan berdampak pada memperkuat kekuatan dan meluaskan jangkauan dalam mencari sponsorship kegiatan. Hal ini juga memudahkan bagi para pemberi sponsor dalam mengalokasikan dananya dalam mendukung kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ITS.

Soni Fahruri dan Dz.Arifuddin, saat ini juga secara aktif membangun sinergitas alumni ITS yang concern di bidang energi dalam wadah lembaga Think Tank bernama CENITS-Centre for Innovation Technology Studies. Kekompleksitasan dalam think tank ini lebih bervariatif, bukan hanya background jurusan yang berbagai macam, saat inipun background profesi juga berbeda-beda.

“Kami memandang justru berbagai background yang berbeda-beda ini merupakan kekuatan yang harus dirangkai, disinergikan sehingga saling memperkuat alumni ITS yang concern di sektor Energi”

Pengalaman inilah yang coba ditularkan oleh Dz. Arifuddin dan Soni Fahruri, agar juga dapat dilakukan sejak dari mahasiswa sudah dapat diimplementasikan melalui tim sapu angin dan anargya serta tim-tim lainnya.

Diakhir diskusi tersebut, Mahdiyyah (Tim Anargya) beerterima kasih kepada pihak IKA ITS PW Jakarta Raya karena sudah memberi kesempatan kepada kami untuk berdiskusi tentang Tim Formula ITS. Kami harap Tim Formula (Tim Otomotif) ITS dapat berkerja sama saling membantu untuk meraih impian yang sama, yaitu membawa nama harum ITS.

Rekan satu team Mahdiyyah, Naufal menambahkan, Dari hati yang terdalam, kami mewakili Anargya ITS Tim mengucapkan terima kasih kepada IKA ITS PW Jakarta Raya yang sudah menyempatkan waktunya untuk bertemu kami berdiskusi proyek Tim Formula ITS. Harapannya dengan diskusi ini dapat menjalin hubungan yang baik antara Alumni dengan Mahasiswa sehingga dapat saling memberi ilmu yang dibutuhkan bagi mahasiswa juga dapat evaluasi dan pengalaman yang dimiliki oleh Alumni dengan mimpi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Harapannya hubungan dengan alumni dengan tim sapuangin dan anargya semakin baik, lanjut Dika mewakili Tim Sapuangin.

Sedangkan Vito, rekan satu team Dika dari team sapu angin, berharap kegiatan diskusi dengan alumni ini bisa dilakukan lagi di kemudian hari, dengan alumni dari daerah lainnya juga