Berita

Penentu Arah Kiblat Digital

Banyak Masjid di Indonesia yang barisan shaf-nya sengaja dimiringkan tehadap posisi bangunan agar sesuai dengan arah kiblat. Ide ini yang menjadikan Alat penentu arah kiblat ini mendapat apresiasi positif dari para kalangan untuk disempurnakan agar dapat dikomersialkan.

Pernah melihat Masjid yang barisan sholatnya (shaf) sengaja dimiringkan? Masjid sudah terlanjur dibangun tetapi ternyata arahnya tidak sesuai dengan arah kiblat. Akibatnya, Shaf-lah yang “mengalah” miring. Kondisi masjid semacam ini lah yang mendorong Aan Nurohman dan Keempat temanya untuk mencitakan alat penentu arah Kiblat,” paparnya.

Ilmu ini didapat ketika mantan kru ITS Online ini sedang mengadakan liputan pelatihan ilmu falaq di Jurusan Fisika ITS. Saat itu, dibahas mengenai metode-metode perhitungan dalam menentukan arah kiblat. Kebetulan pula, aan sedang mencari ide untuk diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Langsung tercetus untuk membuat alat elektronik penentu arah kiblat, Ujar mahasiswa Teknik Elektro angakatan 2005 ini.
Awalnya, mereka masih kesulitan mengimplementasikan perhitungan matematis kepada alat. Dengan persamaan trigometri pendekatan bola, ia memasukan data – data mengenai titik-titik derajat lintang dan bujur. Setelah itu ia memasukan data (input) tersebut pada chip processor untuk kemudian diolah menjadi hasil (output).

Pada awalnya, ia berencana menggunakakn Teknologi GPS (Global Positioning System). “Karena berhubung deadline PKM telah dekat, sementara alatnya harus dipesan dulu, Jadi kita cari lebih simple” tutur pria yang sekarang menjabat Menteri Informasi dan Komunikasi BEM ITS ini . Tapi ia juga tetap berusaha agar alat ini user friendly.

Akhirnya, selain dengan cara memasukan titik dimana pisisi alat itu berada. Ia juga memasukan database posisi beberapa kota besar di Jawa. Sehingga pengguna tinggi memilih kota tempat ia berada alat langsung bekerja dan ketika alat telah menghadap kiblat maka buzzer akan berbunyi “ Jelas

Menurutnya hasilnya sudah cukup baik ia mencotohkan apabila sedang berada di sidohardjo, maka hanya perlu mengambil database kota Surabaya. “Selisih koreksi kemiringan derajatnya juga tidak terlalu besar, Jadi tidak begitu berpengaruh, “ ungkapnya.

Perjuangan pun tak sia-sia. Karya ini menjadi wakil ITS dalam pekan ilmia mahasiswa Nasional (PIMNAS XXI) di Semarang, menjadi juara, namun banyak juri yang tertarik dengan karya ini. “Banyak juri yang memberikan semangat dan saran untuk menyempurnakan alat ini, “ imbuhanya, (bah)