Rehat

Kreativitas Seni Alumni ITS

Kumpulan puisi denga judul : Sajak Rindu Untukmu, Di Sebuah Halte Bus, Sajak Sepasang Bidadari, Aku Ingin Pulang, Catatan Perjalanan Diri, Sajak Untuk Bunda

 

SAJAK RINDU UNTUKMU…

Kutelusuri jalan ini,
Dalam rona diri penuh onak duri,
Diayun gelombang beriak badai,
Menuju keagungan kasih tak bertepi…

Sesaat kuterjaga,
Di balik sesal yang makin membuncah,
Ada rasa rindu menusuki dada,
Walau berabad jarak darimu, ya Rasul…

Bukit Uhud itu masih juga gersang dan bisu,
Namun jasad para sahabatmu seolah bercerita,
Tentang sebuah ketulusan kasih
dan kerasnya perjuanganmu…
Tentang keberanian dan kesetiaan,
Dengan secercah harapan,
cahaya-Nya akan tetap berpendar hingga akhir jaman…

Dan bukit itu pun kelak bersaksi,
Di antara cucuran darah para sahabatmu,
Di antara lidah yang semakin kelu…
Dalam pelukan raga yang kian papa,
Dan redupnya nurani yang bicara…
Bahwa cahaya itu masih ada…

Ya Rasul,
kini kucari kembali kembali cahaya itu…
Di antara kerasnya batu karang,
Di antara hitamnya arang membeku,
Sebentuk pelita mulai berpendar…
Pelita kasih-Nya yang tak terperi,
Yang kan selalu menuntun
Pulang menuju rumah-Nya
kembali…

==================================

DI SEBUAH HALTE BUS…

….
Di bawah teriknya matahari,
Terpapar seluruh nadi mengarah ke bukit Uhud,
Mulai terasa penatnya tulang,
Dan gerahnya asa mengusik nurani…

Kupandangi sekeliling jiwaku,
Masih adakah tempat berteduh…

Di sebuah halte bus,
Kuhentikan sejenak langkahku,
Kusadari sebuah etape telah terlewati…

Tergetar jiwaku,
Terasa ada yang mulai menjauh dari Mu…
Terasa rabun nurani membaca tanda-tanda…

Di sebuah halte bus,
Sebuah janji diri terpatri kembali,
Dalam rengkuhan kasih Rasul Illahi,
'kan kutempuh semua perjalanan ini,
Seraya meneguhkan kembali cahaya, yang pernah redup terpancar,
Di sudut hatiku…

Akankah mampu kubaca semua tanda-tanda,
Lalu menuliskannya kembali dengan sepucuk pena,
Yang masih tersisa dan di dalam relung hatiku,
'Tuk menuntunku kembali ke jalan-Mu?

Biarlah hanya Dia yang tahu…

========================================

SAJAK SEPASANG BIDADARI

Dalam bilik hatiku,
Tersimpan tawa renyah sepasang bidadari,
Menepis semua lelah dan penatku,
Membingkai hari dan menapaki mimpi…
Bidadariku,
Adakah kau bahagia dalam detak waktumu,
Adakah kau nikmati semua harimu,
Adakah kau mengerti makna semua perjalanan ini…

Teduhnya hari menjalani sepi,
Nyaris sirna dalam candamu…
Putaran kincir menggetar kalbu,
Menguatkan langkahku menggapai impian tentangmu…

Bidadariku,
Pandangilah indahnya bintang yg bertaburan…
Setinggi itukah kau gantung cita-citamu…
Seterang itukah angan dan mimpimu…
Sejelas itukah hamparan yang kau tuju…

Bidadariku…
Bentangkan sayapmu bak rajawali,
Tegarkan nuranimu bak utusan Illahi,
Kuatkan raga dan sucikan batinmu,
Teguhkan niatmu…
Dan terbanglah setinggi dan sejauh
kau mau…
Lalu tundukkan jiwamu dalam untaian tasbih,
di seluruh nadimu…

=========================================

AKU INGIN PULANG
(Titip rindu untuk Mu)
Di kota ini aku sendiri…
Mensyukuri indahnya Parai,
Yg terpapar di pelupuk mataku…
Di antara pelukan ombak dan serpihan pasir putih…
Dalam pelukan angin dan lembutnya tarian daun nyiur,
Menuntunku meresapi apa yg sedang terjadi…
Kuberanikan diri utk menuliskan surat ini…
Kugerakkan pena di antara kotornya jemariku…
Kutitipkan rinduku untuk Mu, ya Rabb…
Kusadari,
Ada yang hilang dari kesucianku di sisi Mu…
Ada yg meredup dari cahaya Mu di hatiku…
Ada yg perih menyesakkan dadaku…
Ada yg berat membebani pundakku…
Ada yg terkoyak dr perjalananku menuju pintu Mu…
Yg ternyata benar adanya,
menanjak dan berliku…
Sesungguhnya aku malu menulis surat ini Gusti,
Karena aku tahu, tak ada yang bisa aku sembunyikan dari sisi Mu…
Dan saat ini pun, Aku tengah menapaki liku Mu,
Di tengah ketidakberdayaanku…
Ada ribuan kata tersumbat di ujung mulutku…
Ada jutaan cerita menumpuki pikiranku…
Dan akhirnya aku sadari, betapa hinanya seorang yang papa dan penuh noda…
Ampuni aku duh Gusti…
Bergetar lututku membayangkan semua yang pernah terjadi…
Astaghfirullah…
Kutundukkan seluruh jiwaku di kaki kursi Mu…
Kupasrahkan semuanya dihadapan Mu
Ampuni aku ya Gusti…
Sayangi aku,
Berikan aku kekuatan utk beranjak dr lingkaran ini…
Yang terasa membelenggu kehidupanku,
menyiksa hari-hariku,
Memberati langkahku,
Merasuki rongga kepalaku…
dan mencabik-cabik keyakinanku kepada-Mu…
Gusti,
seraya tertatih-tatih,
kucoba langkahkan kembali kaki yg penuh lumpur ini menuju rumah Mu…
Aku ingin pulang duh Gusti,
Aku ingin kembali pada Mu…
Aku rindu sentuhan kasih Mu,
Aku rindu kemurahan Mu yang sempurna dan tiada batas…
Bukakan pintu Mu untukku…
kumohon dengan sepenuh hatiku…

=================================================

CATATAN PERJALANAN DIRI

Ketika kulangkahkan kakiku ke arah ini,
Seketika hatiku terasa kelu,
Ada yg hilang dari separuh jiwaku
Terasa berat memulai dalam kesendirian hati,
tapi bayangan sang rajawali yang tengah bebas mengepakkan sayapnya di angkasa luas
Senantiasa mengilhami hatiku
Bahwa hidup ternyata harus berjalan terus
Dan kobar api tidak boleh pernah redup
Kutemui keraguan setiap kali kakiku kulangkahkan,
Kurasakan hentakan badai yang begitu kencang
saat sayap rajawaliku mulai kukepakkan
Kudapati gelombang yang semakin tinggi menghantami layarku yang kian terkembang
Akankah bisa kumenangkan semua janji-janji hatiku?

Tapi biarlah waktu akan jadi saksi
Tak pernah setitik pun aku berhenti meyakini
semuanya pasti akan menjadi begitu indah
Pada saatnya nanti
Birunya lautan dan angkasa luas selalu meronai pelupuk mataku,
Kupandangi makin luasnya cakrawala ekspresi diri
tak siapa pun mampu membatasiku untuk terus melukis di horizon diri,
kecuali diriku sendiri

Dan kaki ini pun terus berlari, menembus misteri, menapaki hari-hari dan memaknai cakrawali hati
Tak pernah terasa setitik pun penat nadi
Karena janji hati meredupkan semua kebimbangan diri
Hari ini,
Seonggok hati ini kembali bersimpuh dihadapan Ilahi
Memohon ampun untuk semua kebekuan nurani
Yang terlanjur mengotori telapak kaki dan jari-jariku
Seonggok hati yang tak pernah lepas mensyukuri
Limpahan kasih yang meruah tak terperi
Lewat lembutnya bisikan hati yang tak pernah henti menuntunku dalam keremangan waktu
Kehangatan dan ketulusan yang mewarnai setiap langkahku
Dari ibuku, anak-anakku, sahabat-sahabatku dan siapa pun
Yg rasanya tak kuasa aku mengingatnya satu persatu
Terima kasih ibu,
Terima kasih anak-anakku,
Terima kasih sahabat-sahabatku
Tidak akan pernah padam bara hatiku
Untuk membuat dan melihatmu semua bahagia

Kini saat nya pun sudah tiba,
Bedug kembali ditabuhkan
pertanda sebuah perjalanan baru
akan segera dimulai
Kembali kutata hati dan segenap nurani
Untuk mendaki hari-hari,
melukisi horizon diri dan memaknai kembali cakrawala hati
Namun kini kurasakan
sayap rajawaliku telah sangat siap kukepakkan
Mengarungi langit bebas merdeka  
yang kian terbentang luas di hadapanku
Melintasi tujuh lautan, tujuh daratan dan tujuh kemenangan
Sampai akhirnya kusadari
Hidup ternyata sebuah perjalanan panjang
menuju kasih-Nya yang sempurna tanpa batas
Menuju keberadaan-Nya yang begitu agung, indah dan abadi
Dan akhirnya ada yang kini sepenuhnya kumengerti,
bahwa perjalanan ini akan selalu menanjak
Dan penuh liku

==============================================

AKU INGIN PULANG


(Titip rindu untuk Mu)
Di kota ini aku sendiri…
Mensyukuri indahnya Parai,
Yg terpapar di pelupuk mataku…
Di antara pelukan ombak dan serpihan pasir putih…
Dalam pelukan angin dan lembutnya tarian daun nyiur,
Menuntunku meresapi apa yg sedang terjadi…
Kuberanikan diri utk menuliskan surat ini…
Kugerakkan pena di antara kotornya jemariku…
Kutitipkan rinduku untuk Mu, ya Rabb…
Kusadari,

Ada yang hilang dari kesucianku di sisi Mu…
Ada yg meredup dari cahaya Mu di hatiku…
Ada yg perih menyesakkan dadaku…
Ada yg berat membebani pundakku…
Ada yg terkoyak dr perjalananku menuju pintu Mu…
Yg ternyata benar adanya,
menanjak dan berliku…

Sesungguhnya aku malu menulis surat ini Gusti,
Karena aku tahu, tak ada yang bisa aku sembunyikan dari sisi Mu…
Dan saat ini pun, Aku tengah menapaki liku Mu,
Di tengah ketidakberdayaanku…
Ada ribuan kata tersumbat di ujung mulutku…
Ada jutaan cerita menumpuki pikiranku…
Dan akhirnya aku sadari, betapa hinanya seorang yang papa dan penuh noda…
Ampuni aku duh Gusti…

Bergetar lututku membayangkan semua yang pernah terjadi…
Astaghfirullah…
Kutundukkan seluruh jiwaku di kaki kursi Mu…
Kupasrahkan semuanya dihadapan Mu
Ampuni aku ya Gusti…
Sayangi aku,

Berikan aku kekuatan utk beranjak dr lingkaran ini…
Yang terasa membelenggu kehidupanku,
menyiksa hari-hariku,
Memberati langkahku,
Merasuki rongga kepalaku…
dan mencabik-cabik keyakinanku kepada-Mu…
Gusti,
seraya tertatih-tatih,
kucoba langkahkan kembali kaki yg penuh lumpur ini menuju rumah Mu…

Aku ingin pulang duh Gusti,Aku ingin kembali pada Mu…
Aku rindu sentuhan kasih Mu,
Aku rindu kemurahan Mu yang sempurna dan tiada batas…
Bukakan pintu Mu untukku…
kumohon dengan sepenuh hatiku…

=========================================================

Kumpulan puisi ini dipersembahkan oleh Ning Hesti Alumni Teknik Industri ITS angkatan 1988 (GM PT Telkom Indonesia)/ Alumni ESQ angkatan 50.