Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Koperasi TENOV Telah Kelola Rp1 Miliar

Untuk menunjang operasional Lembaga Kajian Teknologi dan Industri TENOV, telah didirikan Koperasi Syariah TENOV Bhakti Nusantara. Koperasi ini akan membantu TENOV dalam “mengeksekusi” hasil kajiannya. Sebagai informasi, TENOV masih diketuai oleh Cak Harsusanto. Adapun Cak Dwi Sutjipto menjadi Ketua Dewan Pembina.  Sedangkan Cak Ferry Dzulkifli ditunjuk menjadi Direktur Eksekutif.
Salah satu hasil kajian TENOV adalah penetrasi telekomunikasi tak selesai hanya dengan memasukkan telepon masuk desa. Tanpa sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat, kebijakan itu justru bisa memberi dampak negatif karena masyarakat hanya akan konsumtif menghabiskan pulsa, atau menggunakan internet hanya untuk games atau atau membuka situs-situs yang tidak perlu, termasuk pornografi.

Padahal, Internasional Telecommunication Union (ITU) punya hipotesa, penetrasi telekomunikasi dapat meningkatkan kesejahteraan atau kemakmuran masyarakat. TENOV lantas berencana membangun sebuah communication center di daerah Cilamaya, Karawang.

Daerah ini dipilih karena relatif dekat dengan Jakarta, dan baru saja dimasuki telepon. TENOV ingin mendapatkan sebuah model cara meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui penetrasi telekomunikasi ini. Jika berhasil, model ini akan dikembangkan untuk daerah lain. TENOV kini tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa operator seluler untuk menuntaskan kajian akan model itu.

Nah, untuk mengeksekusi pembangunan pusat komunikasi itu, sebagai lembaga kajian, TENOV tak bisa terjun langsung. Maka, anggota TENOV, yang terdiri dari para alumni, mendirikan koperasi syariah dengan skala nasional.

Para pendiri koperasi antara lain Ning Ida Ferdinandus, Cak Kristiono Cak Soni Sontani, Cak Rudi Purwondho, Cak Karomul Wachid, Cak Agus Lengky, Cak Syailendra, Cak Ahmad Syariawidjaya, dan Cak Ferry Zulkifli. Para pendiri sepakat memberi nama Koperasi TENOV Bhakti Nusantara. Koperasi ini telah berakta notaris bernomor 8/2009. Untuk periode pertama ini, Cak Rudi Purwondho didapuk sebagai Ketua, dan Cak Thonthowi Dj sebagai sekretaris.

Hingga Juli lalu, anggotanya telah mencapai 65 orang. Mereka yang telah mendaftar sebagai antara lain Ning Rukmi Hadihartini, Cak Anton Nangoi, Cak Sarwono, Cak Bambang Joedopramono, Cak Januar SW, Cak Satya Yudha dll.

Rapat anggota menyepakati, bagi alumni ITS yang ingin menjadi anggota, maka pembayaran simpanannya adalah sebagai berikut:
• Simpanan pokok sebesar Rp 2 juta/anggota (sekali dibayar selama menjadi anggota)
• Simpanan wajib sebesar Rp.250 ribu/bulan terhitung mulai bulan Mei 2009

Bagi anggota yang membayar lunas selama satu tahun, mendapat diskon satu bulan, sehingga cukup membayar Rp4,75 juta.

• Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib bisa ditransfer melalui :
Bank Syariah Mandiri no. 0037 1058 93  an Vanita Handani  (Bendahara Kop TBN)
Bank BCA no. 88 1025 4352 an Sri Wagiati (Pengelola Kop TBN).
Untuk operasional koperasi, rapat anggota menyetujui pengangkatan sejumlah tiga orang karyawan yang menjadi pengelola, termasuk Cak Abdul Khafid (Teknik Industri ITS angkatan 1999).
Untuk meningkatkan usahanya, Koperasi TENOV Bhakti Nusantara membentuk unit bisnis. Unit bisnis ini menawarkan sejumlah paket investasi dengan sistem bagi hasil. Pertama, Paket TBN Alfa dengan jangka waktu 3 bulan, bagi hasil setara bunga 0,75 persen per bulan. Kedua, Paket TBN Beta ; jangka waktu 6 bulan, bagi hasil setara bunga 1  persen per bulan. Ketiga, paket  TBN Gama, jangka waktu 12 bulan, bagi hasil setara bunga 1,1 persen per bulan.

Sejak diluncurkan, hingga saat ini, unit bisnis Koperasi TENOV Bhakti Nusantara telah mendapatkan kepercayaan untuk mengelola dana investasi sebesar Rp900 juta. Bagi hasil dengan investor sudah ada yang dinikmati sejak Juli lalu.

Guna menopang usahanya, Koperasi Syariah Tenov Bhakti Nusantara, pada 1 Juli juga telah mendirikan Baitul Mal Waatanwil (BMT ) Al Baa'its Nusa. BMT ini berlokasi di Karawang.

Ada empat orang staf BMT yang dikoordinasikan oleh seorang manajer dari Koperasi TENOV Bhakti Nusantara. Hingga September lalu, BMT ini telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp133 juta kepada 104 warga Cilamaya (83 persen pedagang, dan 17 persen petani).

Kemudian, pada Ramadhan lalu, BMT ini membuat program penyaluran zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf dengan nama ZISWAF. Hingga saat ini dana ZISWAF yang telah diamanahkan kepada Koperasi ini mencapai Rp47,5 juta. Dana ini akan digulirkan sebagai paket produktif, pinjaman tanpa bunga (ternak), dan beasiswa sekolah kepada 30 keluarga yang selama ini tercatat sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT).

Bagi para alumni ITS yang tertarik untuk membantu meningkatkan manfaat bagi para petani dan warga di daerah tersebut, bisa ikut beberapa pilihan. Pertama ikut menjadi anggota kperasi, dan akan menikmati sisa hasil usaha (SHU) pada saatnya. Kedua, menjadi nasabah BMT dan mendapat bagi hasilnya, yang akan dipakai membantu warga meningkatkan produksi lahannya. Ketiga, menjadi pemilik program depositas BMT Al Baaits dan mendapat bagi hasil nisbahnya (sebelum pajak) dengan pilihan sebagai berikut pertama, deposito 10-25 juta nisbahnya ekivalen dengan 10 persen, dan kedua deposito 26-50 juta nisbahnya ekuivalen dengan 11 persen.

Thonthowi Dj