Rabu, Oktober 23, 2019
Berita

Timur Tengah Butuh 600 Ahli Perminyakan

JAKARTA, alumniITS.com – Minyak dan gas bumi masih prospektif untuk menjadi sumber mata pencaharian bagi penduduk dunia. Sayangnya, tuntutan pengembangan industri migas yang terus meningkat masih belum berbanding lurus dengan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas Lambok Hamonangan Hutauruk mengatakan, perusahaan migas di Timur Tengah pada saat ini membutuhkan sedikitnya 600 tenaga ahli perminyakan. Industri Migas di Indonesia juga membutuhkan hal yang sama, meskipun jumlahnya tidak diketahui.

“Oman saya baru baca mereka mencari 200 enginering. Dari yang saya tahu, tahun ini atau tahun depan Timur Tengah secara keseluruhan membutuhkan 600 enginer bidang perminyakan,” kata Lambok ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (2/9).

Diakuinya, perguruan tinggi di Indonesia terbilang telat ambil bagian dalam menyediakan tenaga ahli perminyakan kelas dunia. Untuk itu, dia mendorong perguruan tinggi di Indonesia menyambut tantangan dunia tersebut dengan membuka dan meningkatkan kualitas jurusan teknik perminyakan. “Walaupun telat kita mulai, kita mencetak enginer perminyakan. Sekarang sudah ada Trisakti, ITS, ITB, UGM, beberapa ada jurusan perminyakan,” katanya.

Diluar itu, SKK Migas juga mendukung program pelatihan kerja atau pertukaran pegawai perusahaan minyak. Terkait itu, saat ini sudah ada 20 karyawan Petronas yang dipindah ke Santos dan Kangean Energy Indonesia. “Tahun ini ada 200 seperti ini lah. Kalau tidak ada pengembangan manusia tidak berimbang nanti.” tambahnya. (endy)