Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Tahun 2016, Seluruh Indonesia Bisa Online


TERNATE, alumniITS.com  – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan serat optik pita lebar Internet Maluku Cable Systems (MCS) di Ternate, Maluku Utara, Rabu (29/5).

Peresmian itu juga disaksikan Gubernur Maluku Utara Thayb Armayn dan Muspida Maluku Utara, Dirut Telkom Arief Yahya, Staf Kemenkominfo, dan perwakilan bupati dan walikota se-Maluku Utara.

MCS merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS).

Sedangkan, SMPCS sendiri adalah kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring, menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan jaringan digital Indonesia, atau Indonesia Digital Network (IDN).

“Infrastruktur kabel laut ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layanan Internet broadband di Kawasan Timur Indonesia, sehingga meningkatkan daya saing kawasan yang kaya sumber daya alam tersebut,” ujar Tifatul di sela sambutannya.

“Kita adalah anak cucu Majapahit yang tengah mewujudkan mimpi Gajah Mada yang pernah mengucap sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara ini,” tandas Tifatul.

Proyek MCS, lanjut Tifatul, akan memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai.

“Sehingga, penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata. Ini juga dilakukan untuk mengurangi kesenjangan digital,” ucapnya seperti dilansir laman vivanews.com
 
6.099 Kilometer, 2 Mitra

Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran kabel laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km.

Secara Network Design, SMPCS terdiri dari tiga jalur utama Sulawesi-Maluku-Papua, mencakup Manado, Ambon, Fakfak, Timika, Manado, Sorong, Biak , Jayapura, dan Kendari, serta 13 cabang lainnya, termasuk Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana.

Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32×100 Gigabytes per fiber pair-nya.
 
Arief Yahya mengatakan, untuk membangun SMPCS, Telkom menggandeng dua perusahaan asing, yakni Alcatel Submarine Network (ASN) dari Prancis dan NEC Corporation dari Jepang.

“SMPCS merupakan bagian dari proyek jaringan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) yang akan menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua,” tutur Arief Yahya.

“Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta Wi-Fi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yaitu konektivitas,” jelas dia.
 
Diharapkan pembangunan infrastruktur SMPCS akan rampung awal tahun 2015. Dengan selesainya pembangunan tersebut, maka Telkom telah turut meningkatkan konektivitas dengan menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sebelumnya, pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System, yang awal pembangunannya bahkan telah diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 November 2009 dari Istana Negara.

Apa Itu Palapa Ring?

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik (backbone) di seluruh Indonesia yang terdiri atas 35.280 kilometer serat optik bawah laut, dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah.

Proyek ini membutuhkan kocek investasi sebesar US$180,4 juta dolar AS, sekitar Rp1,75 triliun. Proyek ini membentuk tujuh cincin serat optik melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku, plus satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Pembangunan jaringan serat optik nasional akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sudah ada 28 ibukota provinsi yang telah dijangkau proyek ini. Sementara lima ibukota provinsi yang belum terjangkau, yakni Jayapura (Papua), Manokwari (Papua Barat), Ternate (Maluku Utara), Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Ambon (Maluku).

Sejatinya, proyek Palapa Ring ini mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) di wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).

Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 6.099 KM yang terdiri dari kabel bawah laut sepanjang 5.444 KM dan kabel darat sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB, yang bisa ditingkatkan menjadi 160 GB, dengan mengusung konsep ring, dua pair empat core.

Untuk tahap SMPCS ini, Telkom memperkirakan biaya investasinya lebih kurang Rp2 triliun.

Lantas, kapan dampak megaproyek ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat Timur Indonesia?

“Belajar dari pengalaman, jika pembangunan infrastruktur SMPCS akan rampung awal tahun 2015, kemungkinan masyarakat baru benar-benar bisa menikmatinya di awal tahun 2016,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S Dewa Broto  ([email protected])