Kiprah AlumniProfil

Prasetyadi

Prasetyadi menempuh pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, saat ini Prasetyadi menjabat sebagai direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II. Pelindo II atau lebih dikenal dengan Indonesia Port Company (IPC) sebagai BUMN pelabuhan terbesar di Indonesia dan merupakan penopang ekspor terbesar di Indonesia.

Sebelumnya Prasetyadi merupakan SDM unggulan Pelindo III yang ditempatkan sebagai pimpinan di PT. Terminal Teluk Lamong-terminal multi purpose baru yang dibranding sebagai green port dan pada tahun 2015 adalah pelabuhan Tercanggih ke 4 di dunia Istilah tercanggih adalah penggunaan automatic stacking crane (ASC) setelah pelabuhan Hamburg Jerman, Barcelona Spanyol dan Abu Dabi Uni Emirat Arab. Melalui teknologi ini jika pelabuhan Teluk Lamong dibandingkan dengan induknya yaitu pelabuhan Tanjung Perak (PT Teluk Lamong adalah anak usaha dari PT PELINDO III), maka efisiensinya sangat jauh. Yaitu pada kapasitas yang sama dari aspek SDM, teluk lamong hanya dioperasikan oleh 200 orang, atau 5X lebih efisien jika dibandingkan dengan Tanjung Perak yang dioperasikan oleh 1.000 orang. Belum lagi konsumsi energi, karena di Tanjung Perak energi berasal dari BBM Solar yang ada dis etiap crane, belum lagi dikaitkan dengan pencemaran lingkungan seperti kebisingan, gas buang dan sebagainya.

Kinerja moncer Terminal Teluk Lamong membawa nama Prasetyadi ke kancah nasional dan mendapatkan penugasan di PT Pelindo II. Keberhasilan penggunaan automatic stacking crane turut diterapkan di PT Pelindo II dalam rangka melakukan peningkatan kinerja dan direncanakan menggunakan 20 Automatic Stacking Cranes (ASC). Jika terlaksanan, maka Indonesia akan menjadi negara pengguna ASC terbanyak nomor empat di dunia dan secara keseluruhan daya saing pelabuhan Indonesia akan meningkat, serta tentu saja dalam pengiriman barang ekspor, akan meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Kinerja cemerlang PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mendapatkan berbagai penghargaan di dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2018, mendapatkan penghargaan Global Performance Excellent Award 2018-Best in Class dari Asia Pacific Quality Organization, Inc. (APQO) yang berbasis di Selandia Baru dan Best Water Management Initiative untuk kategori tata kelola lingkungan yang diberikan oleh The Asset Publishing and Research Ltd., di Hong Kong. Penghargaan tersebut  dianugerahkan kepada IPC [Pelindo II] karena korporasi ini dinilai memiliki kinerja yang sangat baik dan berhasil menerapkan sistem bisnis berkelas dunia. Global Performance Excellent Award semakin meneguhkan Pelindo II mewujudkan visi sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia pada 2020 yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Penghargaan itu diterima langsung oleh Direktur Operasi Pelindo II Prasetyadi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Prasetyadi pernah menjadi Dosen Kuliah Tambahan di ITS untuk Mahasiswa jurusan teknik mesin, beliau meyakinkan para mahasiswa bahwa kesempatan bekerja lulusan Jurusan Teknik Mesin sangat luas. Tidak terbatas pada industri otomotif, dalam dunia pelabuhan pun lulusannya dibutuhkan. “Di Pelabuhan Indonesia (PELINDO) misalnya, banyak membutuhkan lulusan teknik mesin dalam pengoperasian mesin derek untuk keperluan kontainer,” jelasnya