Rabu, Oktober 23, 2019
Rehat

Potret Gaya Hidup Ber-Internet

Jika ada yang berpendapat bahwa orang Indonesia belum melek Internet, sepertinya harus lebih dulu membaca hasil studi yang dilakukan Yahoo! dan TNS.

 Hasil studi bernama “Net Index” ini dirilis di Jakarta, Kamis pekan lalu. Studi yang digelar pada Desember 2008 lalu itu memotret penggunaan Internet, yang telah menjadi gaya hidup sehari-hari sebagian orang Indonesia.

Lihat saja! Studi ini menyimpulkan, dari beberapa media informasi yang terbanyak digunakan dalam sebulan terakhir, Internet menduduki tempat kelima dengan jumlah 28 persen. Media maya ini berada di bawah tabloid (33 persen), radio (56 persen), koran (69 persen), dan televisi (100 persen). Namun, Internet unggul dari penggunaan cinema atau bioskop (27 persen) dan majalah (24 persen). Bahkan dalam sepekan terakhir, penggunaan Internet meningkat 21 persen, melebihi tabloid yang hanya 19 persen.

Penelitian bukan cuma tentang media informasi apa yang terbanyak digunakan secara umum. Tapi juga merambah ke siapa profil pengguna Internet, jaringan sosial atau situs apa yang paling sering dikunjungi, kegiatan yang dilakukan di Internet, e-mail berbasis web dan mesin pencari yang paling sering dipakai, serta media terbanyak yang mengakses Internet.

Bukan cuma di Jakarta, studi juga digelar di Botabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Palembang, dan Makassar. Sebagai sampel, Yahoo! dan TNS, grup bidang informasi pasar global, mewawancarai 2.000 orang (untuk penggunaan media umum) dan 1.021 orang untuk penggunaan media Internet. Respondennya adalah pria dan wanita berusia 15-50 tahun yang menggunakan Internet dalam sebulan terakhir.

Untuk kategori media yang terbanyak mengakses Internet, studi ini menyimpulkan, warung Internet (warnet) atau kafe-kafe Internet menduduki tempat teratas. “Dalam sebulan terakhir, jumlah pengguna yang mengakses Internet dari warnet mencapai 83 persen,” kata Suresh Subramanian, Deputy Managing Director TNS Indonesia. Disusul melalui ponsel atau PDA (22 persen), komputer kantor (19 persen), sekolah (17 persen), dan rumah (16 persen). Mengakses Internet dengan laptop melalui hotspot Wi-Fi ternyata cuma 7 persen saja.

Soal kegiatan yang paling sering dilakukan di Internet, rupanya penggunaan e-mail masih menduduki peringkat teratas. Tempat kedua adalah penggunaan pesan instan. Dan, ini dia yang menarik. Berada di peringkat ketiga adalah mengunjungi situs jejaring sosial. “Enam dari 10 pengguna Internet mengunjungi situs jaringan sosial setiap bulannya,” ujar Suresh.

Lalu berturut-turut, mengunjungi halaman depan portal Internet (peringkat keempat), penggunaan mesin pencari, membaca blog orang lain, membaca situs berita online, menggarap blog pribadi, bermain games online, serta mengunduh musik online berada di urutan ke-10. Di kategori ini, urutan paling buntut (ke-20) adalah membeli produk online.

Di kategori situs web yang paling sering dikunjungi, Google.com masih menduduki urutan teratas. Disusul Yahoo, Friendster, Detik.com, Facebook, dan situs video online Youtube. Yahoo menduduki peringkat teratas untuk situs berita terbanyak diakses. Disusul Detik, Okezone, Kompas, Liputan6, MSN, dan CNN.

Untuk kategori e-mail berbasis web yang paling banyak dipakai, alamat e-mail @yahoo.com dan @yahoo.co.id menduduki peringkat pertama. Disusul Gmail, Hotmail, dan MSN. Adapun untuk kategori mesin pencari, Google yang paling banyak digunakan. Di bawahnya ada Yahoo! dan MSN.

Untuk pemakaian pesan instan, Instant Messenger Yahoo! adalah yang terbanyak dengan angka penggunaan 83 persen. Kemudian Gtalk (33 persen), MSN/Windows Live (14 persen), dan mIRC (7 persen). Di kategori situs jejaring sosial, Friendster masih yang terbanyak dikunjungi. Lalu disusul Google Groups dan Facebook.

Sayangnya, beberapa kategori studi ini tak mencantumkan angka, meski peringkat tabel disebutkan dalam persen. Walaupun demikian, studi ini memang memunculkan beberapa temuan menarik, seperti satu dari tiga orang penduduk perkotaan di Indonesia mengakses Internet dalam sebulan terakhir. “Dan sebanyak 64 persen pengakses Internet berasal dari kalangan berumur 15-19 tahun,” ujar Suresh. Nah, siapa bilang orang Indonesia belum melek Internet?.

(Sumber : Tempo)