Berita

Nonton Bareng “Air Mata Terakhir Bunda”

Salah Satu Adegan Film Ari Mata Terakhir Bundan

Gedung Bioskop Hollywood KC XXI pada Senin, 7 Oktober 2013 malam lalu, tidak seperti biasanya. Obrolan khas Jawa Timuran Maklum saja, malam itu ruang tunggu bioskop dipenuhi alumni ITS yang akan nonton bareng film “Air Mata Terakhir Bunda.”

“Aku wis ga sabar ndelok kampus nang layar bioskop,” kata Chindona, alumni PENS angkatan 2005. Ya benar. Film ini dipilih Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS) untuk dijadikan acara nonton bareng karena mengambil Kampus ITS menjadi salah satu lokasi utama syuting film.

Sembari menunggu pintu theater dibuka, beberapa alumni muda tampak berebut untuk foto bareng dingan Vino G. Bastian dan Rizki Hanggoro, dua bintang utama film tersebut selain Happy Salma d an Marsya Timothi.

Ketua Umum IKA ITS Cak Irnanda Laksanawan sempat memberi sambutan sebelum film dimulai. “Film ini memberi inspirasi bagi kita semua bahwa perjuangan seorang ibu atas kesuksesan seorang anak tak boleh diabaikan. Ada banyak di antara kita yang kini menuai sukses lantaran kerja keras seorang ibu,” tutur Cak Ir.

Perjuangan sang anak pun juga menentukan kesuksessan. “Banyak alumni ITS yang dulu memilih aktif di organisasi kemahasiswaan agar bisa berhemat dengan tidur di ruang kemahasiswaan,” katanya.

Film Air Mata Terakhir Bunda menceritakan perjuangan dan pengorbanan seorang Ibu yang berperan sebagai  orang tua tunggal bagi kedua anak laki – lakinya, Delta Santoso (Vino G Bastian) dan Iqbal (Rizky Hanggono). Sang Ibu , Sriyani (Happy Salma), gigih mewujudkan mimpinya untuk menghantar putranya menjadi manusia yang menghargai ilmu, kerja keras, dan kejujuran.

Sang Putra kesayangan, Delta, tumbuh menjadi laki – laki yang memiliki cita–cita, memenuhi mimpi ibundanya dan membalas kasih sayang orang–orang terdekat yang mengayominya tanpa pamrih.

Ketika akan lulus SMA, Delta berencana langsung mencari kerja dengan ijazah SMA karena ingin cepat-cepat membalas kebaikan ibunya, seperti halnya kakaknya yang sudah terlebih dulu bekerja.

Tetapi, seorang penjual buku (diperankan Mamiek Prakoso) tempat Delta biasanya mangkal melarangnya. Dia lantas memberi koran yang memuat pengumuman penerimaan beasiswa masuk ITS bagi masyarakat tidak mampu. Delta mendaftar, dan diterima masuk ITS.

Selama kuliah, Delta aktif di kemahasiswaan dan menjadi salah satu ketua umum organisasi kemahasiswaan. Delta juga menjadi ketua Tim Robot yang memenangi sebuah lomba. Dalam film ini digambarkan Delta selalu tak lepas dari jas almamater warna biru ITS.

Keteguhan Sriyani menanamkan pentingnya nilai pendidikan, kekuatan Sriyani dalam menanamkan nilai  pentingnya memperjuangkan harapan, pengorbanannya yang tanpa pamrih dan tanpa kesedihan, membuat film ini menjadi sebuah film yang dipersembahkan untuk para Ibu, dan para calon Ibu.

“Seingat saya, baru kali ini ada film yang mengambil Kampus ITS sebagai salah satu latar belakang cerita,” kata Bambang J. Pramono, Sekjen IKA ITS yang ditengah-tengah kesibukannya mempersiapkan diri untuk maju menjadi senator DPD, masih sempat untuk mengurus nonton bareng ini.

Semoga kian banyak  film Indonesia  yang  bisa mengangkat nama kampus kita tercinta. (Thowi).