Selasa, Oktober 22, 2019
Rehat

Mau Coba Brownis Bekatul dan Sosis Tempe?

KOMPAS.com – Ingin mencoba kue, muffin, dan brownis yang bahan bakunya bekatul? Atau, penasaran dengan roti wortel dan sosis yang terbuat dari tempe?

Jika jawabannya iya, sambangi saja Outlet Sehat, di Jalan Nyi Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta.

Dari Pasar Ngasem, lurus ke arah utara tak lebih 1 km, papan nama outlet sudah nampak. Tapi maaf, jika terpaksa pulang gigit jari, karena Outlet Sehat hanya membikin dalam jumlah terbatas.

Maklum, tujuh orang di tim inti outlet masih kuliah, tepatnya di Universitas Gadjah Mada. Mereka adalah Anggi, Dyah, Uun, Maula, Anton, Aji Riandari, dan Maulana. Semuanya mahasiswa Fakultas Pertanian, kecuali Anton di Fakultas Teknologi Pertanian.

Mereka bertujuh, dibantu beberapa orang membuka outlet ini sebulan lalu. Namun embrionya sudah sejak enam bulan lalu. Berawal dari kebersamaan berkecimpung di Pusat Pengembangan Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa (P2KM) UGM, ide bertemu.

Salah satu idenya adalah mencari cara agar bekatul (katul), wortel, dan tempe bisa naik status sehingga tak hanya menjadi makanan kelas bawah. Bekatul jangan diposisikan saja sebagai makanan ternak, dan tempe tidak cuma digoreng.

Bekatul yang ternyata bisa dibikin tepung, akhirnya diolah menjadi kue kering dan brownis. Air wortel diambil untuk jadi campuran membuat Wortel Boy, roti wortel . Ampas wortel tidak dibuang, melainkan dijadikan bahan baku meramu cake wortel. Tempe diremuk lantas dicampur adonan telur, dan jadilah sosis tempe.

Harganya murah meriah. Brownis bekatul dibanderol Rp 15.000, dan kue kering bekatul Rp 30.000 per toples. Wortel boy dilepas Rp 2.500 per biji, sedangkan sosis tempe hanya Rp 2.000 per potong. Hm, cocok jadi oleh-oleh yang sehat, enak, dan murah.

Yang membanggakan ialah, brownis bekatul dan kue kering bekatul karya mereka, akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, di Universitas Brawijaya Malang, 21-25 Juli mendatang. Outlet Sehat menjadi bagian dari 270 tim (proposal) yang lolos untuk berlomba ke Malang, dari total 12.600 proposal.

“Bekatul ingin kami angkat karena sayang jika selalu identik sebagai makanan ternak. Padahal bisa dibikin jadi roti yang enak. Bekatul mengandung vitamin B Kompleks. Demikian juga wortel yang tinggi kandungan vitamin A, dan tempe yang kaya protein,” ujar Maula Paramitha, anggota Outlet Sehat, Kamis (16/7).

Kue dan roti buatan Outlet Sehat, sementara ini baru dijual di kantin Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian UGM, dan diikutkan di berbagai pameran. Karena keterbatasan waktu, mereka baru bisa membuat dalam jumlah terbatas, dan berdasar pesanan. Walau begitu, hebatnya adalah, produk buatan anak-anak muda ini, semua sedang dalam proses dipatenkan oleh Departemen Kehakiman. Untuk izin Depkes-nya pun, sedang diproses.

“Jika pesanannya banyak, kami minta bantuan ke Aflah. Kami menjalin mitra dengan Aflah,” kata Maula. Aflah ini adalah toko roti yang dimiliki Buchori. Toko Aflah dan Outlet Mitra ada dalam satu ruangan. Buchori, dalam hal ini adalah pendamping Outlet Sehat, yang membantu mengarahkan dalam pengelolaan dan pemasaran.