Berita

ITS, Kampus Game Edukasi

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, terkenal jago dalam melahirkan berbagai produk teknologi unggulan, salah satunya game edukasi.
Produk game terbaru ITS di antaranya Merapi Joe dan Merapi Boy. Merapi Joe dibuat oleh Iq Pulshashi, Retno Mumpuni, dan Putri Nikensasi. Game ini bercerita tentang Jonathan, seorang anak kaya raya asal Jakarta, yang menjadi relawan dalam musibah Gunung Merapi. Sedangkan Merapi Boy adalah game tentang warga sekitar Gunung Merapi yang meski menjadi korban, akhirnya ikut membantu menyelamatkan penduduk lainnya. Pembuatnya adalah Intan Dzikria dan Sangkurnia Sekar Anom.     

Game yang berbentuk visual novel itu menggambarkan suasana bencana letusan Gunung Merapi yang menelan ratusan orang korban jiwa dan puluhan ribu orang mengungsi,” kata dosen pembimbing ITS Imam Kuswardayan S.Kom M.T. seperti disitat dari situs ITS, Rabu (8/12/2010).

Tidak hanya dua game tentang Merapi, ITS telah juga melahirkan berbagai game edukasi tentang beragam hal. Salah satu karya Imam adalah Maling Kondang. Game yang cukup familiar di kalangan mahasiswa ITS pada periode 2005-2007 ini mirip dengan game populer asal Amerika, Cluedo. Pada game tersebut, seorang detektif harus menangkap buronannya dengan memecahkan teka-teki yang berhubungan dengan banyak bidang keilmuan.

Tidak seperti game komputer pada umumnya, tidak ada citra negatif melekat pada game edukasi. Sebab, game edukasi hanya mengalihkan sebuah pembelajaran dengan mengikuti alur permainan. “Sayang, di Indonesia tidak ada yang mengembangkannya secara intens,” ujar Imam menyesalkan.

Game memang telah menjadi kegemaran Imam sejak masih mengenakan seragam putih – abu-abu. Dia mengenang, ketika menjalani masa studi pascasarjananya di Game Technology, jurusan Teknik Elektro ITS, dia kerap kali kalah saat mengikuti berbagai kompetisi game. “Juri lomba lebih melihat game dari sisi keindahan dan teknologinya, bukan dari edukasinya,” papar dosen jurusan Teknik Informatika ITS tersebut.

Imam pun bertekad, tetap akan membuat game edukasi; bukan untuk memenangkan berbagai lomba, tetapi untuk mencerdaskan masyarakat. Dia bahkan punya niat lebih besar, “Saya ingin menjadikan ITS sebagai kiblat game edukasi di Indonesia,” ujarnya mantap.

Untuk mewujudkan niatnya, pria kelahiran Surabaya, 15 Desember 1976 ini memiliki banyak jurus. Salah satunya, Imam menantang para mahasiswanya untuk membuat berbagai game edukasi. Misalnya ketika menjelang Hari Pahlawan, 10 November lalu, Imam menantang mahasiswanya membuat game bertemakan pertempuran 10 November. Awalnya, tantangan tersebut hanya dijawab oleh tiga mahasiswa. Belakangan, lima mahasiswa lainnya menyusul. Mereka kemudian melahirkan game edukasi bertajuk P10NER, sebuah akronim dari Pertempuran 10 November. P10NER dirilis pada akhir acara Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknik Informasi dan Komunikasi (GeMasTIK), akhir September lalu. 

Setelah kesuksesan P10NER, Imam kini menggagas sebuah game baru tentang pertempuran Ambarawa. Pada proyek teranyarnya ini, Imam menggandeng mahasiswa Sistem Informasi (SI) ITS. Rencananya, game tersebut akan dirilis pada Desember 2010.  “Saya ingin nantinya kegiatan menciptakan game edukasi ini melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu,” ujarnya berharap.

Seperti yang dia lakukan pada proses pembuatan P10NER. Imam juga mengajak dosen Desain Produk dan Industri, Andhika ST, untuk menciptakan beberapa karakter dalam game tersebut. Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa dari lintas disiplin akan memperkuat suatu game. Misalnya dalam pembuatan ekspresi tiap karakter dalam sebuah game. “Akan sangat membantu bila mungkin anak-anak teater dapat terlibat untuk menciptakan ekspresinya,” tuturnya.

Saat ini, Imam dan timnya hanya bisa mengandalkan gambar dan musik yang didapatkan secara gratis dari internet. Dampaknya, seringkali game edukasi tidak dapat dikomersialkan, seperti yang dialami Merapi Joe dan Merapi Boy. Sebuah game akan bernilai jual jika semua komponen dalam game tersebut dibuat sendiri. Karena itu, Imam sangat berharap memiliki tim dengan berbagai bidang keahlian, sehingga mampu menghasilkan game edukasi sekaligus mendatangkan keuntungan.

Jurus lain Imam dalam mewujudkan cita-cita ITS sebagai kiblat game edukasi adalah dengan merilis situs game edukasi. Situs yang beralamat di www.gameedukasi.com ini berisi kumpulan review dan trailer game edukasi dari seluruh dunia, termasuk game-game ciptaannya. Langkah lain yang dia tempuh adalah menjadikan tugas-tugas mahasiswa S1nya di mata kuliah Pembuatan Game selalu berkaitan dengan game edukasi. (okezone.com)