Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Waskita Bangun Infrastruktur dan Konstruksi Air


JAKARTA, alumniITS:
Perusahaan konstruksi PT Waskita Karya (Persero) merealisasikan pembangunan jembatan, bendungan dan waduk dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun, antara lain berlokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah NTB dan Aceh.

“Tiga dari proyek tersebut dikerjakan melalui kontrak kerjasama operasi (KSO) senilai Rp870 miliar rupiah dan sisanya, berlokasi di Aceh dengan nilai proyek Rp570 miliar dikerjakan Non KSO,” kata Desi Arryani, Direktur Operasi I Waskita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/11)

Desi mengatakan, perseroan juga sedang mengerjakan pembangunan jembatan Pedamaran 1 dan II yang berlokasi di Riau dilaksanakan 2 (dua) tahap. Durasi pertama awal Desember 2008 hingga akhir Desember 2011 dan tahap berikutnya mulai Juni 2012.

“Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II untuk menghubungkan pulau Pedamaran dan melintasi Sungai Rokan di wilayah Kecamatan Bangko Riau berguna sebagai pendukung jalan lintas pesisir pantai dapat diselesaikan tahun ini,” tambah Desi Arryani.

Dikatakan, pembangunan Bendungan Pandanduri sepanjang tiga kilometer dengan kebutuhan areal seluas 430 hektare ini didesain menggunakan sistem high level diversion yang juga mendatangkan air dari wilayah Kabupaten Lombok Barat, NTB.

“Proses pembangunannya sejak 29 Juni 2012 dikerjakan bersama Waskita Karya (51 persen) dan PT Brantas Abipraya (Persero) sejak 29 Juni 2012 dan direncakan selesai pada Juni 2014,” jelas Desi.

Bendungan ‘raksasa’ Pandanduri itu berlokasi di tiga desa dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur NTB yakni Swangi, Terara dan Santong. Bendungan itu diperkirakan memiliki daya tampung air sebesar 23 juta kubik dan diharapkan dapat mengairi sawah daerah irigasi sebanyak 10.300 hektare lahan dan juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk di tiga kecamatan dan 17 desa yakni 138.106 jiwa.

Sedangkan, proyek pembangunan waduk Jatigede Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan nilai sekitar 447 milyar rupiah, mulai dikerjakan sejak November 2007.

“Waduk berkapasitas 980 juta meter kubik ini, berguna untuk mengendalikan banjir hingga 14 ribu hektar, memenuhi kebutuhan air minum, irigasi, termasuk juga untuk pembangkit listrik. Diharapkan, selesai pada pertengahan 2013,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Semarang Barat sebesar 1.050 meter kubik per detik dan membebaskan kota ini dari banjir rob yang terjadi pada 1990-an di Semarang Barat, PT Waskita Karya menargetkan proyek Waduk Jatibarang, Jawa Tengah, selesai Januari 2014. “Nilai proyek yang kami kerjakan di waduk yang membutuhkan lahan 384 hektar ini, sekitar Rp203 miliar rupiah,” ujarnya.

Rencananya, kapasitas waduk mencapai 20 juta meter kubik yang dihasilkan dari Kali Kreo, disekitar tempat wisata, Gua Kreo dengan kapasitas 230 meter kubik per detik.”Waduk ini fungsi serbaguna, untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Pengendalian Banjir secara terpadu bagi Semarang,” ungkapnya.  (endy – [email protected])