Berita

VW Kembangkan Mobil Murah untuk Negara Berkembang

BERLIN, alumniITS:

Volkswagen (VW) mulai menyiapkan merek baru (sub-brand) untuk pasar di negara berkembang, seperti kawasan negara BRIC (Brasil, Rusia, India, China), Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Produsen otomotif asal Jerman ini, juga memasarkan produk terbarunya di kawasan Eropa.

Mobil ini dikategorikan menjadi merek murah bersaing dengan Dacia dari Renault, dan Datsun milik Nissan dengan rentang harga jual 5.000-10.000 euro (Rp 60 juta- Rp 120 jutaan).

Menurut sumber internal VW yang dilansir Harian Bisnis Handelsblatt (Jerman), VW baru bisa meluncurkan mobil murah mulai tahun 2015, dengan beberapa model seperti minivan, wagon dan sedan kecil.

“Kami terus mencari segmen baru dan pasar yang menarik dimana bisa menawarkan mobil dengan budget khusus. Tapi, belum ada kebijakan yang diputuskan,” komentar Eric Felber, Juru Bicara VW dilansir Autonews, Senin (15/10).

Menurut Auto Bild (Jerman), mobil murah itu akan diproduksi menggunakan mesin VW lawas, dengan paket teknologi yang tidak terlalu canggih. Seperti di antaranya kantong udara (airbags), bahkan sampai tanpa pendingin ruangan (AC) tidak ada agar harga bisa murah.

Sampai kini, mobil termurah yang pernah dijual VW di pasar adalah Skoda Citigo, dibandrol 8.890 euro (Rp 110 juta). Sayangnya, city car ini dinilai terlalu kecil yang panjangnya cuma 3.540 mm, sehingga tidak terlalu laris di mata konsumen yang sudah berkeluarga.

Nomun produk terbaru nanti panjangnya 4.000 mm sampai 4.200 mm. “Kami butuh mobil dengan harga terjangkau di bawah UP untuk negara berkembang,” jelas Bernd Osterloh, Head of VW Works Council, dikutip Handelsblatt.

VW hingga kini memang belum menggarap serius pasar di  India dan Asia Tenggara di mana  pertumbuhan penjualan mobil kecil cukup besar. Tadinya, VW berharap bisa berkerjasama dengan Suzuki untuk menciptakan mobil jenis ini, tapi kesepakatan keduanya pupus, tahun lalu. (ndy)