Berita

Uji Kompetisi Awal Guru Masih Rendah


JAKARTA, alumniITS:
Sampoerna School of Education, salah satu sekolah tinggi keguruan nasional berinisiatif meningkatkan kemampuan para guru maupun calon guru di seluruh pelosok Indonesia, untuk mengikuti program School Experience Program (SEP).

“Program SEP ini, memberikan kesempatan bagi para calon guru untuk merasakan pengalaman mengajar yang sesungguhnya di sekolah-sekolah sejak awal dengan mengadopsi model Concurrent Education yang dijalankan secara berkelanjutan dan terdistribusi dalam waktu 4 tahun,” papar Prof. Dr. Paulina Pannen, Dekan Sampoerna School of Education di Jakarta, Kamis (01/11).

Model ini merupakan satu-satunya model praktek pembelajaran yang dijalankan di Indonesia. SEP dibagi ke dalam empat jenjang yang mencakup: School Observation untuk Tahun 1, Teaching Assistance and Research Capacity Building untuk Tahun 2, Teaching and Classroom Action Research untuk Tahun 3, and Professional Teaching and Educational Research untuk Tahun 4.

Paulina memaparkan data UNESCO tahun 2011, Indonesia memiliki lebih dari 3,4 juta orang guru. Data Kementerian Pendidikan Nasional, hanya 16,9% atau 575.000 orang guru di Indonesia yang merupakan guru profesional atau telah memiliki sertifikasi.

Hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) guru 2012 yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu, diketahui bahwa hasil rata-rata UKA guru secara nasional masih rendah.

UKA guru 2012 diikuti oleh lebih dari 280.000 guru dari jenjang TK sampai SMA menunjukkan nilai rata-rata yaitu 42,25 dengan nilai tertinggi 97,0 dan nilai terendah 1,0.

“Peningkatan mutu tenaga pendidik harus dimulai saat jenjang pendidikan. Pendekatan yang diambil tidak hanya terbatas melalui kuliah keguruan, namun juga membuka kesempatan praktik mengajar langsung di sekolah, dalam hal ini masih diperlukan kerjasama yang erat antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan sekolah,” katanya.

Dr. H. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menilai School Experience Program memiliki manfaat di dua sisi. Mahasiswa keguruan akan memperoleh pengalaman nyata mengajar di sekolah-sekolah dan didampingi oleh guru-guru yang berpengalaman sebagai mentor.

Saat yang sama, guru-guru di sekolah akan bertemu dengan calon guru muda, yang telah dibekali dengan berbagai pendekatan terbaru dalam sistem belajar-mengajar,tandasnya.

Lulusan Sampoerna School of Education diharapkan akan menjadi guru kreatif yang secara profesional mampu melaksanakan pembelajaran berkualitas dengan menggunakan beragam sumber belajar, teknologi dan media, serta melaksanakan strategi pembelajaran yang inovatif dalam situasi kegiatan belajar-mengajar yang beragam.

“Seiring dengan perubahan global, SEP memberikan kesempatan bagi para calon guru dan tenaga pendidik, untuk menciptakan tradisi belajar-mengajar yang baru dan langsung melakukan uji-coba di sekolah-sekolah,” tutup Paulina Pannen. (endy – [email protected])