Berita

Teknologi Solar Tracker Diterapkan

JAKARTA, alumniITS.com – Badan Litbang ESDM integrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 8 kW dengan teknologi solar tracker di Desa Jambelaer, Subang, Jawa Barat. solar tracker merupakan sistem untuk memaksimalkan produksi listrik  PLTS dengan cara selalu mengarahkan PLTS pada arah datangnya sinar matahari.

Penggunaan solar tracker meningkatkan efisiensi produksi listrik PLTS antara 20 sampai 50 persen tergantung dari lokasi PLTS dan jenis tracker yang digunakan.

“Solar Tracker ini merupakan kelanjutan demo plant sebelumnya yang merupakan kegiatan tahun 2010 yang dipasang di kantor Balitbang ESDM dengan kapasitas 1 kW,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di Jakarta, Senin (15/4/2013).

Rida menjelaskan, percontohan PLTS 8 kW dengan solar tracker di Subang merupakan yang pertama di Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan produksi listrik menjadi sebesar 26,7 persen. Meskipun biaya investasi awal lebih mahal dari 16,5 persen dan biaya pemeliharaan pun lebih tinggi 17,5 persen per tahun.

“Ini berarti lebih baik menggunakan solar tracker dibandingkan memasang panel surya untuk mendapatkan produksi listrik yang sama,” ungkap Rida.

Pemerintah akan terus mengupayakan pengadaan tenaga listrik di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai cara. Pengadaan energi listrik menggunakan tenaga surya untuk Indonesia sangat tepat, data statistik menunjukkan, Indonesia memiliki potensi pengembangan 50.000 MW melalui PLTS dan intensitas cahaya matahari di Indonesia yang rata-rata 4,8 kWh per meter persegi per hari.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah telah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 1 MW di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Dalam pelaksanaannya sepanjang 2012 telah dibangun PLTS dengan total kapasitas hampir 4,8 MW yang tersebar di 117 lokasi. PLTS tersebut melayani listrik bagi 10.315 rumah tangga. ([email protected])