Berita

Teknologi dan Layanan Wealth Management Asia Sangat Rendah

JAKARTA, alumniITS:
SunGard, salah satu perusahaan layanan software dan teknologi terbesar di dunia, bekerja sama grup riset, Scorpio Partnership merilis laporan hasil riset “FutureAdvisor Asia.” Laporan ini menjelaskan bagaimana sektor wealth management di Asia memenuhi tuntutan perubahan kebutuhan masyarakat kelas atas yang sedang bertumbuh di kawasan itu.

Temuan hasil riset menyatakan institusi wealth management di Asia, termasuk yang ada di Indonesia, tidak sepenuhnya membekali para penasihat keuangan mereka dengan teknologi dan layanan (konektivitas) yang cukup dalam melayani nasabah dari masyarakat kelas atas (High Net Worth Individual – HNWI). Hal ini disinyalir berpotensi mempengaruhi tingkat pelayanan serta kepercayaan diri nasabah untuk berinvestasi.

Secara lebih luas di Asia, rata-rata penasihat keuangan menghabiskan kurang dari 40 persen waktu kerja mereka untuk melakukan aktivitas tatap muka dengan nasabah dan kurang dari 12 persen dari waktu mereka untuk pencarian prospek (calon nasabah).

Hal ini menunjukkan kebanyakan waktu mereka dihabiskan untuk tugas-tugas administratif, sehingga mengurangi waktu yang seharusnya didedikasikan untuk melayani dan menjalin hubungan baik dengan nasabah. Hal ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri nasabah dalam berinvestasi.

Sebanyak 88 persen penasihat keuangan merasa mereka memahami nasabahnya dengan baik dan mengatur sekitar 38 persen dari portofolio nasabah. Sebaliknya, nasabah memberikan respons yang mengindikasikan para penasihat keuangan ini, memiliki tingkat pengetahuan yang sangat rendah mengenai nasabah dan sebagian besar hanya menangani kurang dari 38 persen kekayaan kalangan atas tersebut.

“Saat ini, Asia memiliki populasi kalangan kelas atas terbesar di dunia, sementara Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan masyarakat kelas atas paling cepat di dunia. Pertumbuhan ini telah menjadikan Asia dan Indonesia menjadi kawasan yang paling dilirik oleh dunia perbankan,” ujar Edward Lopez, Executive Vice President SunGard untuk bisnis Ambit Wealth & Private Banking, dalam laporan tertulis di Jakarta, Senin (29/10)

Laporan riset FutureAdvisor Asia menunjukkan investor-investor lokal dan regional mengharapkan penyedia layanan wealth manager untuk bisa lebih memahami apa yang mereka inginkan dan bisa memberikan lebih banyak konsultasi keuangan, baik secara online maupun secara tatap muka.

Dibandingkan negara Asia lain seperti Singapura dan Hong Kong, wealth management di Indonesia masih berada di fase berkembang, sehingga potensi investasi di negara ini sangat tinggi. Investor-investor di Indonesia meyakini bahwa perencanaan keuangan adalah salah satu area yang paling penting untuk dikembangkan oleh penyedia layanan wealth management lokal (55 persen, kedua terpenting setelah perbankan).

Sejatinya, kekayaan di Indonesia kebanyakan diinvestasikan ke luar negeri, namun terdapat permintaan yang semakin meningkat terhadap produk investasi lokal yang lebih beragam (sophisticated). Hal ini membuka kesempatan bagi penyedia layanan wealth management lokal untuk menawarkan produk yang kompetitif dan dapat memenuhi kebutuhan kalangan atas, sehingga dapat menarik para investor berinvestasi di portofolio yang lebih beragam di dalam negeri selain aset fisik seperti real estate.

“Kompetisi semakin tinggi, permintaan nasabah semakin meningkat dan regulasi semakin ketat. Penyedia layanan wealth management dan private bank di Asia, termasuk Indonesia, harus meningkatkan efisiensi dalam operasionalnya, selain dituntut untuk semakin efektif dalam merespons perubahan yang meluas ini sekaligus memanfaatkan peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang,” ujar Lopez. (endy – [email protected]hoo.co.id)