Berita

Solusi Jurang Fiskal AS Beri Angin Segar Ekonomi Global


JAKARTA, alumniITS:
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Haddad menilai persetujuan senat Amerika Serikat (AS) soal  undang-undang untuk meminimalisir dampak jurang fiskal, bakal memberi angin segar untuk ekonomi global.

“Kebijakan itu, membawa dampak positif bagi perekonomian dunia dan membawa awal yang baik di awal tahun 2013. Semoga dampak positif ini, berlanjut dan memberikan imbas yang baik bagi Indonesia,” ujarnya di Gedung BEI Jakarta, Rabu (2/1).

Diharapkan kebijakan pemerintah Amerika ini, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2013. “Saya lihat ini banyak positifnya, meskipun dampaknya ke berbagai negara, tapi semoga ini bagus buat kita,” ujarnya.

Ekonom Universitas Wisconsin Madison Menzie Chinn menilai persetujuan antara Senat dan pemerintah AS untuk mereduksi imbas jurang fiskal atau fiscal cliff,  tidak signifikan. Kesepakatan itu,  jauh dari ekspektasi dari kebijakan pahit untuk mengurangi defisit negara Adi Daya tersebut.

“Penangguhan bahaya pada perekonomian hanya bersifat jangka pendek. Ekonomi AS akan tumbuh namun masih tetap lesu. Ini membuat kita keluar dari resesi untuk saat ini saja,” katanya seperti dilansir dari Reuters.

Kebijakan fiscal cliff tersebut akan menaikkan besaran pajak sebesar USD 600 miliar atau Rp 5.782 triliun. Hal ini membuat individu yang telah berkeluarga dengan pendapatan sebesar USD 450.000 per tahun terkena kenaikan pajak. Diperkirakan rata-rata kenaikan pembayaran pajak sebesar USD 3.500.

Pendapatan sebesar tersebut tergolong dalam masyarakat kaya. Kenaikan pembayaran pajak akan menggerus kemampuan konsumsi golongan ini. Sedangkan untuk masyarakat ekonomi menengah tidak terkena kenaikan.

Pemotongan belanja pada sektor pertahanan dan non-pertahanan akan dilakukan. Ekonom dari Deutsche Bank New York, Brett Ryan, berpendapat masih terdapat celah fiskal setidaknya sepertiga dari pengetatan fiskal masih bisa dilakukan.

Hal itu sejalan dengan apa yang diharapkan oleh banyak perusahaan keuangan di Wall Street dan di seluruh dunia, yakni menunjukkan perkiraan pertumbuhanekonomi sekitar 1,9 persen untuk 2013 dan seterusnya.

Seperti diketahui, Senat AS menyetujui solusi yang disepakati oleh pemerintah dan perwakilan senat, untuk meminimalisir dampak jurang fiskal tahun ini. Jurang fiskal atau fiscal cliff adalah istilah untuk menggambarkan kebijakan pemerintah AS untuk menahan naiknya utang dalam APBN.

Kebijakan tersebut meliputi naiknya pajak untuk orang kaya dan penundaan kenaikan pajak untuk individu yang berpenghasilan USD 400.000 hingga USD 450.000. (endy – [email protected])