Berita

Sayembara Rancangan Kota Green Metropolis Jakarta 2050

JAKARTA, alumniITS:
Jakarta sebagai metropolitan terbesar di Indonesia, kini mengalami degradasi fungsi dan penurunan kualitas fisik yang serius. Hal ini  seiring dengan laju urbanisasi yang pesat. Konsep Green Metropolis dinilai sebagai sebuah visi dan gagasan yang berkembang di beberapa kota metropolitan di dunia, yang layak dipertimbangkan bagi pengembangan Jakarta.

Konsep Green Metropolis menekankan pentingnya mewujudkan sebuah kawasan metropolitan yang ramah lingkungan, tidak sekedar hijau. Juga memiliki visi yang lebih luas, dan komprehensif yang memanfaatkan secara efektif dan efisien sumber daya air dan energi, mengurangi limbah, menetapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan lingkungan alami dan buatan.

Karena itu Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov DKI, mengadakan Sayembara Perencanaan dan Perancangan Kota Green Metropolis Jakarta 2050. Sayembara untuk perencanaan kota terbilang langka. Tujuannya sebagai visi jangka panjang pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.

“Sayembara ini bertahap. Tahap 1 lebih kepada Jabodetabekpunjur, kemudian kota Jakarta, ini suatu hal yang bisa memberikan masukan pada Jabodetabekpunjur khususnya tata ruang kota,”jelas Guru Besar Planologi ITB Tony Firman di kantor Kementerian PU, Jakarta Rabu (7/11/2012).

Sayembara ini, lanjut dia,  diharapkan bisa mengkomunikasikan hasil-hasil gagasan tersebut untuk Jakarta lebih baik. Gagasan itu pula diharapkan bisa mmenjadi masukan positif bagi para regulator dalam hal ini Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI.

“Green Metrpolis harus kita asosiasikan tidak melulu hijau dan taman tapi sebagai sustainable Jakarta. Kalau melakukan sesuatu yang inofatif, tak perlu menunggu 38 tahun ke depan,”ujar Staff Ahli Menteri PU, Setia Budhy Algamar.

Selain itu, tambah dia, perencanaan dan Perancangan Kota menjadi perhatian pemerintah dalam menciptakan kawasan metropolitan yang ramah lingkungan, kota hijau, visi yang luas dan komprehensif.

“Gagasan Perencanaan dan Perancangan Kota Green Metropilis Jakarta 2050 sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Jakarta sebagai Kota Metropolitan. Dari acara ini diharapkan dapat menghasilkan masukan untuk menwujudkan ruang dan permukiman perkotaan pada Kawasan Metropolitan Jakarta yang lebih ramah lingkungan, sensitif terhadap isu sosial, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan yakni mencapai 6,4%. Angka tersebut menunjukkan peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi kedua setelah China. Kawasan Jakarta dinilai menjadi epicsentrum pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2010,k kontribusi PDRB Jakarta mencapai 25,78% dari total PDRB Nasional. (endy – [email protected])